Saturday, December 12, 2015

Pengkhotbah Taurat Terbesar Sepanjang Masa

“Perhatikan baik-baik huruf yang dicetak merah di Alkitab”. Demikian pesan yang sering diberikan kepada pengkhotbah muda. Artinya, tetap berpegang pada ucapan Yesus (yang dicetak huruf merah) dan mereka tidak akan salah.

Kedengarannya nasehat bagus. Tapi sebenarnya tidak.

Semua yang Yesus katakan adalah baik dan indah. Tapi TIDAK SEMUA yang Yesus katakan ditujukan buat anda!

Bacalah semua tulisan merah dalam Alkitab anda, maka akan anda temukan kasih karunia tak bersyarat dan hukum Taurat yang tanpa ampun.
Jika anda mencampurnya, anda akan bingung.
Solusinya BUKAN menyeimbangkan kasih karunia dan Taurat. Anda tidak akan bisa!
Tapi ‘mem-filter’-nya lewat salib.

PassionOTChrist_253PyxurzYesus hidup dalam masa transisi dua perjanjian.
Sebagai perwakilan manusia, Yesus datang untuk memenuhi setiap ketentuan perjanjian yang lama yang berdasarkan Taurat, sehingga kita bisa berhubungan dengan Allah melalui suatu perjanjian yang baru dan yang lebih baik yang disahkan dengan darahNya.

Karena perjanjian yang baru tidak bisa dimulai sebelum Dia mati, Yesus menghidupi seluruh kehidupanNya pra-salib di bawah perjanjian lama Taurat :

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak (Galatia 4:4-5).

Yesus lahir di bawah Taurat, disunat menurut Taurat, dan dibawa ke Bait Allah sesuai Taurat.
Semua orang Yahudi yang Yesus temui juga ada di bawah Taurat.
Anda perlu camkan ini baik-baik saat anda membaca kalimat berhuruf merah itu.

HUKUM APA YANG YESUS KHOTBAHKAN?

Kepada orang-orang yang berada di bawah Taurat, Yesus mengkhotbahkan hukum Taurat Musa yang murni sesuai standar aslinya.
Saat orang-orang agamawi datang mencoba menjebakNya dengan teka-teki teologis, Yesus menjawab, “Apa perintah Musa kepada kamu?” (Markus 10:3).
Saat ada yang bertanya, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”(Matius 22:36), Yesus menjawabnya sesuai Taurat.

Dalam pelayananNya, Yesus menghormati Taurat :

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu TURUTILAH dan LAKUKANLAH segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya (Matius 23:2-3)

Karena orang Farisi dan para ahli Taurat sering membuat Yesus marah, kita pikir Yesus menentang Taurat.
Tidak demikian.
Yesus tidak punya masalah dengan APA yang orang Farisi dan ahli Taurat ajarkan.
“Turuti dan lakukan segala yang mereka ajarkan”.

Yang bikin Yesus ‘naik pitam’ adalah KEMUNAFIKAN mereka : mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan.

Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorang pun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu (Yohanes 7:19)

MENGAPA YESUS MENGKHOTBAHKAN TAURAT?

Seperti pengkhotbah kasih karunia lainnya, Yesus menghargai Taurat dan alasan Taurat diberikan.
Taurat diberikan, ‘dengan demikian tidak seorang pun dapat memberikan alasan apa-apa lagi dan seluruh dunia dapat dituntut oleh Allah’ (Roma 3:19 BIMK).
Tujuan Taurat diberikan adalah untuk membuat manusia sadar kondisinya yang berdosa dan menyingkapkan kebutuhannya akan Juruselamat.

Sejak Sinai, orang Yahudi menghabiskan 14 abad untuk belajar apa yang Taurat ingin sampaikan pada mereka : bahwa daging tak mampu mengatasi dosa.
Tapi para Farisi dan ahli Taurat telah memagari Taurat Musa dengan tradisi dan interpretasi mereka sendiri. Dengan menghormati tradisi di atas Taurat, mereka ‘mengencerkan’ Taurat. Akibatnya ancaman dosa tidak mampu mereka kenali dan kesombongan kebenaran-diri tidak bisa dibungkam.

Jika saja Taurat dibiarkan melakukan fungsinya, orang Yahudi mungkin siap bagi Juruselamat mereka.
Setiap dari mereka pasti mengalami yang Paulus katakan di Roma 7.

15Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. 18Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. 19Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
24Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
(Roma 7:15, 18-19, 24)

Seandainya ahli Taurat melakukan tugas mereka dengan benar, maka seluruh Israel pasti berkumpul di luar palungan di Betlehem dengan sukacita dan bersorak :
“Dia sudah lahir. Juruselamat kita sudah lahir. Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi!!”.

Sayangnya, bukan itu yang terjadi.
Karena para pengajar Taurat tidak melaksanakan tugas mereka dengan baik, Yesus terpaksa melakukan tugas mereka dulu sebelum Dia melakukan tugasNya.
Sebelum Dia bisa menyelamatkan dunia dari dosa, Dia harus lebih dulu mengajarkan Taurat yang menunjukkan dosa dalam wujud aslinya, yaitu jelas-jelas sebagai dosa.
Sebelum Dia memberikan diriNya sebagai jawaban, Dia harus meyakinkan orang menanyakan pertanyaan yang tepat lebih dahulu :
Siapa yang akan melepaskan kita??

Jadi Yesus menjadi pengkhotbah Taurat terbesar sepanjang masa. Seperti nubuatan nabi Yesaya, Yesus menegakkan hukum (Yesaya 42).
Yesus mengangkat Taurat yang sudah diturunkan itu kembali ke standar semula yang sempurna. Sehingga manusia tidak punya alasan apa-apa lagi. Tidak bisa berkelit lagi.
Anda ingin tahu apa yang Allah minta? Bacalah Khotbah di Bukit, di dalamnya Yesus mengatakan Allah menginginkan kesempurnaan, tidak kurang.

BAGAIMANA YESUS MENGKHOTBAHKAN TAURAT?

Mengkhotbahkan tulisan huruf merah tanpa lensa salib ibarat meminum air apapun yang anda temukan di laundry.
Jika anda tak hati-hati –jika anda gagal membedakan mana kata-kata kasih karuniaNya yang memberikan kehidupan dan mana kata-kataNya yang menurut Taurat– anda bisa mengalami bencana.

Gak percaya?
Contoh :

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
(Matius 6:14-15)

Ini adalah salah satu ayat yang paling sering di-salah-kutip dari Alkitab, yang adalah bagian dari hukum Taurat. Ini bukan kabar baik.
Ayat ini sungguh bikin kita bergidik karena pengampunan Allah atas diri kita tergantung pada pengampunan kita pada orang lain, padahal kita bukanlah pemaaf atau pemberi ampunan yang baik.

Orang lain menjahati anda berulangkali, bagaimana anda bisa benar-benar mengampuni mereka?
Bagaimana kalau anda lupa memaafkan 1 kesalahan?
Bagaimana dengan orang-orang yang disiksa, dianiaya atau diperkosa?
Apa yang akan anda katakan pada seorang bocah yang secara seksual sudah dilecehkan?
“Kamu harus ampuni om itu, kalau tidak nanti kamu tidak diampuni Tuhan lho..”.
Bagaimana anda bisa mengampuni orang yang tak terampuni?
Tidak bisa.
Berarti anda dalam masalah.
Taurat akan menghakimi anda sebagai seorang yang tidak mau mengampuni.
Sekarang baru anda paham anda butuh kasih karunia.

Setiap kali anda membaca pernyataan bersyarat dari Yesus, anda harus menerjemahkannya sebagai Taurat.

Contoh lain,
Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni (Lukas 6:37).

Nasehat yang bagus. Tapi itu hukum Taurat.
Untuk menghindari sesuatu (penghakiman), anda harus melakukan sesuatu (jangan menghakimi).
Ada syarat.

Dan setiap kali anda membaca Yesus memberikan ancaman, anda harus menafsirkannya sebagai hukum Taurat juga.

Contoh lain lagi,
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum (Matius 5:22)

Itu bukan kabar baik. Itu kabar buruk bagi setiap orang yang punya saudara.

HUKUM TAURAT BUKAN UNTUK ANDA!

Yesus datang untuk menyingkapkan kasih karunia tapi orang yang merasa benar tidak mampu menerima kasih karunia itu. Mereka tidak bisa melihat kebutuhan mereka.
Yang mereka butuhkan adalah Taurat dan Yesus memberikannya dalam dosis penuh.

Tujuan Yesus yang lebih besar adalah memberikan kita hidupNya dan kebenaranNya. Jadi Dia juga menceritakan tentang gembala yang mencari domba yang hilang.
Lalu Dia naik ke salib menggenapi Taurat mewakili kita sehingga Dia mengakhiri Taurat bagi setiap orang yang percaya (Roma 10:4)

Yesus datang membebaskan yang tertawan dan memberi penglihatan kepada yang buta.
Taurat tak membebaskan siapapun.
Tapi membuat anda menyadari kebutuhan anda akan Dia, Sang Pembebas anda.

Christ the Redeemer

Yesus menghadapi orang Farisi mengenai perempuan yang berzinah – “The Passion Of The Christ”

 

[Paul Ellis : “The Greatest Law Preacher”; 14 January 2012]

Silakan check tulisan terjemahan asli dan penerjemahnya: Mona Yayaschka


No comments:

Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts