Showing posts with label 2015 at 06:00AM. Show all posts
Showing posts with label 2015 at 06:00AM. Show all posts

Saturday, August 22, 2015

Level 1 Pelaj. 2 – Keselamatan oleh Kasih Karunia

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

PhariseeYesus berkali-kali menggunakan perumpamaan, kisah-kisah yang menggambarkan kebenaran-kebenaran rohani. Lukas 18:9-14 dimulai, “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:”. Yesus menargetkan audiens tertentu: mereka yang percaya bahwa mereka benar dan secara otomatis menghina dan memandang rendah orang lain. Ia mengatakan perumpamaan ini kepada orang-orang yang mengandalkan diri dalam hal-hal yang mereka lakukan. Kita akan menyebut mereka orang-orang dengan kebenaran diri sendiri, apa yang Yesus bicarakan ketika Dia berkata mereka memandang rendah orang lain dengan mengatakan, “Saya lebih baik dari Anda!”

Dalam ayat 10, Yesus berkata, “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.” Kita akan mengatakan dalam bahasa modern bahwa mereka pergi ke gereja untuk berdoa, dan salah satunya adalah seorang Farisi. Seorang Farisi adalah orang yang sangat religius. Kata itu sebenarnya berarti “yang dipisahkan,” seseorang yang sedemikian religius dalam arti mereka akan berkata, “Jangan menajiskan saya! Jangan terlalu dekat dengan saya. Saya tidak seperti orang-orang lain! Saya lebih baik dari setiap orang lain!”

Orang lain yang Yesus sebutkan adalah seorang pemungut cukai. Para pemungut cukai memungut pajak dan dikenal sangat jahat, orang-orang berdosa yang menipu dan menggelapkan uang. Mereka mengumpulkan pajak dengan cara apapun yang mereka bisa, menimbun banyak uang di saku mereka dan memberikan sebagian kepada pemerintah Romawi, sehingga mereka tidak disukai oleh rekan-rekan mereka.

Cerita itu berlanjut dalam ayat 11, Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; Saya ingin Anda memperhatikan itu. Kepada siapakah ia berdoa? Dia sebenarnya berdoa kepada dirinya sendiri meskipun ia mengatakan “Allah” dan menggunakan kata-kata yang tepat. Allah tidak mengakui doanya, dan kita akan lihat nanti mengapa demikian. Perhatikan bahwa ia berdoa, “Tuhan, saya bersyukur karena saya tidak seperti orang lain.” Farisi ini, orang yang agamawi ini berkata, “Saya tidak seperti orang lain. Saya tidak berdosa. Saya bukan seorang pemeras, bukan orang yang tidak adil, bukan orang yang berzinah, dan saya tidak seperti pemungut cukai ini yang datang kesini untuk berdoa.” Anda lihat, ia membenci dan memandang rendah orang lain karena dia pikir dia lebih baik dari mereka.

Dalam ayat 12 orang Farisi itu berkata, “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” Dia sedang berkata, “Perhatikankah apa yang saya lakukan?” Apakah Anda tahu apa artinya berpuasa? Ini sebenarnya berarti pergi tanpa makanan. Dia juga memberikan uang kepada gereja. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengatakan, “Jangan ganggu aku! Aku menjalani suatu kehidupan yang baik! Aku memberi untuk amal! Saya menyumbangkan uang ke gereja!”

Kemudian kita sampai pada si pemungut cukai dalam ayat 13: “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Perhatikanlah bahasa tubuhnya: “berdiri jauh-jauh.” Dia bahkan tidak pergi semua jalan ke dalam gereja. Dia begitu malu akan hidupnya dan hal-hal yang ia telah lakukan sehingga ia berdiri jauh-jauh dan bahkan tidak menengadah ke atas, tidak berani mengangkat matanya ke surga, melainkan ia memukul-mukul dadanya. Ketika Alkitab berbicara tentang memukul dada dalam Perjanjian Lama, seringkali mereka juga merobek pakaian mereka yang merupakan cara untuk mengatakan, “Saya menyesal, Tuhan, untuk apa yang telah saya lakukan!” Ini adalah suatu tanda pertobatan, suatu hati yang menyesal dan remuk, yang Allah tidak akan pandang rendah. Pemungut pajak ini, memang dia manusia berdosa, sekarang berseru kepada Tuhan dan berdoa, “Tuhan kasihanilah aku, aku orang berdosa!”

Ayat 14 mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Pemungut cukai itu pulang sebagai orang yang telah dibenarkan, dinyatakan sebagai orang benar di hadapan Allah, layak berdiri dengan Allah, telah diampuni oleh Allah. Mengapa ia diampuni? Mengapa dialah yang pulang ke rumahnya sebagai orang yang berdiri benar di hadapan Allah dan bukan orang Farisi agamawi itu? Karena orang Farisi itu meninggikan dirinya dengan mengatakan “Saya lebih baik dari orang lain! Saya tidak berdosa! Saya tidak seperti orang lain,” sedangkan pemungut cukai itu tahu ia tidak layak berdiri di hadapan Allah, tidak ada yang bisa ia tawarkan kepada-Nya. Dia tadinya adalah orang yang berdosa. Alkitab mengatakan Yesus tidak datang untuk menyelamatkan orang benar melainkan orang berdosa, dan kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Pemungut pajak ini merendahkan diri dan menemukan maaf dan pengampunan.

Kita sedang membicarakan tentang keselamatan oleh kasih karunia. Kasih karunia adalah kata yang indah, dan saya akan memberikan definisi yang telah diterima mengenai apa arti kasih karunia, tapi kasih karunia berarti lebih banyak lagi. Dalam bahasa Yunani dalam mana Perjanjian Baru ditulis, kasih karunia adalah kata charis. Definisi yang diterima tentang kasih karunia adalah ini: perkenanan gratis dan bukan atas pamrih dari Allah terhadap orang-orang yang tidak layak mendapatkannya. Pemungut pajak ini tidak layak memperoleh apa-apa dari Allah, tetapi ia menemukan kebaikan Tuhan karena ia merendahkan dirinya. Ada kata lain dalam bahasa Yunani, karisma, yaitu charis dengan akhiran ma pada akhirnya. Kata ini berarti suatu manifestasi atau bentuk tertentu dari kasih karunia Allah. Pemungut cukai ini menemukan pembenaran, kelayakan untuk berdiri benar di hadapan Allah sebagai suatu hadiah.

Roma 5:17 mengatakan, Mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” Allah menawarkan kepada anda dan saya kelayakan untuk berdiri benar di hadapan-Nya sebagai suatu hadiah dan menurut bagian ayat yang kita baca, pemungut cukai itu menemukan bahwa karunia pembenaran, anugerah kebenaran itu hanya datang melalui Yesus Kristus. Alkitab mengatakan dalam Yohanes 1:17, “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Anugerah ini hanya bisa ditawarkan kepada satu jenis orang-orang – mereka yang merendahkan diri dan tahu bahwa mereka tidak layak berdiri di hadapan Allah, yang berseru untuk belas kasihan Allah. Orang-orang inilah yang akan menerima belas kasihan dan pengampunan Tuhan.

♡ ✞ ♡

Pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Lukas 18:9. Apakah suatu perumpamaan itu?

2. Bacalah Lukas 18:9. Kepada siapakah Yesus mengarahkan perumpamaan ini?

3. Bacalah Lukas 18:9 (bagian akhir dari ayat ini). Orang yang merasa dirinya benar sendiri selalu mengungkapkan semacam sikap terhadap orang lain. Menurut Lukas 18:9, sikap apakah itu?

  1. Mereka seperti orang lain.
  2. Mereka menghina orang lain atau memandang rendah orang lain.
  3. Mereka mengasihi orang lain.

4. Bacalah Lukas 18:10. Dua orang pergi untuk berdoa; dalam bahasa modern, kemana mereka pergi untuk berdoa?

5. Bacalah Lukas 18:10. Siapakah orang-orang ini?

6. Bacalah Lukas 18:11. Apa doa orang Farisi itu?

7. Bacalah Lukas 18:13. Dimanakah pemungut cukai itu berdiri?  Mengapa?

8. Bacalah Lukas 18:13. Mengapa pemungut cukai menundukkan kepalanya dan tidak melihat ke atas?

9. Bacalah Lukas 18:13. Apakah doa pemungut pajak ini?

10. Bacalah Lukas 18:14. Manakah dari kedua orang ini yang dinyatakan benar di hadapan Allah ketika dia pulang ke rumahnya?

11. Bacalah Lukas 18:14. Mengapa pemungut cukai itu yang dibenarkan dan bukan orang Farisi?

12. Bacalah Lukas 18:14. Apakah Tuhan mengampuni pemungut cukai ini?

13. Bacalah Roma 10:13. Jika Anda sekarang berlutut dan berseru kepada Allah dari hati Anda “Tuhan kasihanilah aku, orang berdosa,” akankah Allah memperlakukan Anda dengan cara yang sama yang Ia perlakukan terhadap pemungut cukai?

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk digunakan dengan Pertanyaan

Lukas 18:9 – “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:”

Lukas 18:10 – “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.”

Lukas 18:11 – Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

Lukas 18:12 – “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”

Lukas 18:13 – “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”

Lukas 18:14 – “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Roma 10:13 – “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

1 Yohanes 1:8-9 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

 

 

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 2

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1 Yohanes 5: 11-12 – [11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 8, 2015

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap

Daftar Pelajaran Level 1 :

  1. da2Hidup Kekal
  2. Keselamatan oleh Kasih Karunia
  3. Kebenaran oleh Kasih Karunia
  4. Hubungan dengan Tuhan
  5. Sifat Allah
  6. Pertobatan
  7. Komitmen
  8. Baptisan Air
  9. Identitas dalam Kristus (Bagian 1)
  10. Identitas dalam Kristus (Bagian 2)
  11. Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa
  12. Integritas Firman Allah
  13. Tuhan Tidak Bersalah
  14. Kuasa Kehidupan yang Dipenuhi Roh
  15. Cara Menerima Roh Kudus
  16. Manfaat Berbicara Dalam Bahasa Lidah


Daftar Pelajaran Level 2:

  1. Keberpusatan Diri Sendiri: Sumber Segala Duka
  2. Cara Merenungkan Firman Tuhan
  3. Pembaharuan Pikiran
  4. Pentingnya Gereja Kristus
  5. Pelepasan
  6. Wewenang Orang Percaya
  7. Penyembuhan ada dalam Penebusan
  8. Hambatan terhadap Penyembuhan
  9. Mengampuni Orang Lain
  10. Pernikahan (Bagian 1)
  11. Pernikahan (Bagian 2)
  12. Jenis Cinta Allah (Bagian 1)
  13. Jenis Cinta Allah (Bagian 2)
  14. Keuangan (Bagian 1)
  15. Keuangan (Bagian 2)
  16. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Doa Anda Tampak Tidak Terjawab

 

Daftar Pelajaran Level 3:

  1. Aliran Ilahi
  2. Menggunakan Karunia Untuk Melayani
  3. Mujizat-mujizat Memuliakan Tuhan
  4. Kuasa Hubungan-hubungan yang Ilahi
  5. Penganiayaan
  6. Sang Raja dan Kerajaan-Nya
  7. Objek Iman yang Menyelamatkan
  8. Penggunaan yang Tepat akan Hukum Allah
  9. Tidak Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia
  10. Bukan Kesadaran Dosa Lagi
  11. Saya Dikasihi, Saya Indah
  12. Buah Keselamatan (Bagian 1)
  13. Buah Keselamatan (Bagian 2)
  14. Panggilan Untuk Pemuridan
  15. Cara Menggunakan Kesaksian Anda
  16. Menggunakan Karunia-karunia Setiap Orang Untuk Memuridkan

Discipleship

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

 


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts