Showing posts with label kematian. Show all posts
Showing posts with label kematian. Show all posts

Monday, November 16, 2015

#Lukisan “#Noah’s Offering” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) Lukisan “Noah’s Offering” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Seperti suatu radio statis tinggi yang kadang-kadang menerima dua sinyal yang berbeda sekaligus, orang-orang kudus Perjanjian Lama mendengarkan baik Yahweh maupun Iblis, kadang-kadang secara bergantian dan kadang-kadang secara bersamaan. Tanpa Roh Kudus yang berdiam, mereka tidak bisa membedakan antara kedua suara!!

Bacalah artikel “Apakah Memang Allah yang Menenggelamkan Semua Anak-anak di Dunia dengan Air Bah Pembunuh?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh wallpaper ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

Joseph_Anton_Koch_006Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, November 7, 2015

Level 1 Pelaj. 13 – Allah Tidak Bersalah

Hari ini saya ingin berbagi salah satu hal yang paling penting yang pernah dilakukan Tuhan dalam hidup saya. Tampaknya orang secara otomatis percaya segala sesuatu yang terjadi kepada mereka adalah berasal dari Allah, bahwa Dia mengendalikan segala sesuatu. Alasan untuk ini adalah bahwa menurut definisinya, Allah adalah yang tertinggi dan berkuasa atas segala sesuatu, dan orang-orang begitu saja berasumsi bahwa Dia mengontrol segala sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka. Bahkan orang-orang di luar Kristus percaya demikian. Ada banyak orang Kristen yang mempromosikan doktrin ini, dan ini telah menjadi tertanam dalam kehidupan mereka. Saya percaya apa yang Alkitab ajarkan bertentangan dengan doktrin ini, dan adalah sangat penting bahwa Anda belajar mengenai pelajaran ini.

Yakobus 1:13-17 mengatakan, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”

james-1_17Ayat-ayat ini menggambarkan sangat jelas bahwa Allah adalah pengarang hal-hal yang baik. Yesus berkata dalam Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Jika itu sesuatu yang baik (bagi hidup), itu dari Allah; jika itu sesuatu yang buruk, itu dari setan. Itu adalah teologi yang sangat sederhana. Alasan mengapa ini begitu penting adalah karena Yakobus 4:7 mengatakan, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Ayat ini mengatakan kita harus tunduk atau menyerahkan kontrol kepada Allah dan melawan iblis. Kata “melawan” berarti secara aktif melakukan perlawanan.

Ketika orang percaya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup semuanya adalah dari Allah—misalnya penyakit, kegagalan dalam bisnis, kehilangan pekerjaan, anak-anak pemberontak, atau perceraian—itu menempatkan mereka dalam posisi yang pasif. Jika mereka benar-benar percaya bahwa Tuhan adalah perancang suatu situasi dan menggunakannya untuk menghukum mereka atau mengubah mereka, mereka akan berjuang melawan Dia jika mereka menolak situasi itu. Namun Yakobus 4:7 mengatakan kepada Anda untuk melawan Iblis, maka ia akan lari dari padamu. Anda harus menundukkan diri kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa hal-hal tertentu memang dari Allah dan hal-hal tertentu adalah dari setan. Ada kekuatan jahat di dunia ini, dan tidak segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda datang dari Allah. Jika Anda tidak mengerti itu, Anda akan berakhir dengan menundukkan diri kepada setan, dan benar-benar membuat Iblis berkuasa.

Saya ingin membahas sebuah bagian dalam kitab Roma karena itu begitu sering disalahgunakan. Saya sungguh sudah pernah ke pemakaman di mana orang-orang tidak tahu apa-apa tentang Tuhan, tidak pergi ke gereja, dan tahu hampir tidak satupun ayat Kitab Suci, tapi mereka tahu yang satu ini. Roma 8:28 mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ayat ini telah ditafsirkan untuk mengatakan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Tuhanlah yang melakukannya dan mempekerjakannya bersama-sama untuk kebaikan dalam beberapa cara. Saya benar-benar berada di sebuah pemakaman untuk anak laki-laki dan perempuan yang telah mencampur alkohol dan obat-obatan, masuk ke mobil, melaju terlalu cepat di jalan licin, selip di satu belokan, menabrak tiang telepon dan keduanya tewas. Pengkhotbahnya mengutip ayat Alkitab ini, “Kita tahu segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan,” dan mengatakan Tuhan mestinya memiliki suatu tujuan dalam melakukan hal ini. Tuhan tidaklah membunuh anak-anak remaja itu, dan dalam suatu pengertian, Anda bahkan tidak bisa mengatakan bahwa iblislah yang melakukannya. Remaja-remaja itu sendiri yang melakukannya. Saya memang yakin iblislah yang membujuk mereka untuk memberontak terhadap standar orang tua mereka dan orang lain telah mengajar mereka, tapi pada akhirnya itu adalah pilihan mereka. Merekalah orang-orang yang mencampur obat dan alkohol itu; merekalah orang-orang yang menabrak tiang telepon itu. Itu adalah hal yang jasmani, dan Tuhan bukanlah sumbernya.

Apa artinya ketika dikatakan “kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan”? Pertama-tama, itu tidak mengatakan kita tahu segala sesuatu berasal dari Allah dan bekerja sama untuk kebaikan. Itu memang mengatakan segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan tetapi dengan menempatkan kualifikasi-kualifikasi di atasnya: “bagi mereka yang mengasihi Allah.” Ayat Alkitab ini tidak bekerja untuk orang yang tidak mengasihi Allah. Itu sedemikian jelas sehingga itu seharusnya nyata tanpa dijelaskan, tapi menakjubkan bagaimana orang menerapkannya terhadap kasus orang-orang muda seperti ini yang melakukan obat-obatan narkotika dan alkohol dan berada dalam pemberontakan total terhadap Allah dan prinsip-prinsip-Nya. Ayat ini mengatakan bahwa itu hanya bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, dan kepada mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Dalam 1 Yohanes 3:8 mengatakan, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Allah menyatakan diri-Nya untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Itulah tujuan-Nya, dan itu hanya akan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah; yaitu mereka yang berjalan dalam panggilan ini, yang terus melawan setan, dan bertindak menghancurkan karya-karyanya. Mereka yang melawan setan dan hidup bagi Allah dapat mengatakan bahwa terlepas dari apa yang iblis lakukan dalam hidup mereka, Allah dapat memutarbalikkannya dan menggunakannya untuk kebaikan.

Ro8.28Kita harus mulai membedakan bahwa Allah tidak mengendalikan segala sesuatu dalam hidup kita. Ada musuh yang datang untuk membunuh, mencuri, dan menghancurkan, tetapi Yesus telah datang untuk memberi kita hidup. Kita harus memilih hidup dan dengan sengaja mengenali / mengakui bahwa Tuhan tidaklah bersalah atas segala sesuatu yang datang ke dalam hidup kita.

Jika saja Allah adalah seorang manusia fisik yang melakukan hal-hal yang dituduhkan kepada Dia, seperti menempatkan kanker, cacat, depresi, kesedihan, dan kesengsaraan pada orang-orang, saya jamin tidak ada satupun pemerintah di bumi yang tidak akan menangkap, memenjarakan, atau mencoba untuk menghentikan-Nya. Namun kita berpikir Allah, yang jauh lebih berbelas kasih daripada siapapun orang yang kita pernah temui atau bayangkan dalam hidup kita, sedang berjalan berkeliling memukuli orang-orang dan melakukan hal-hal itu. Ada beberapa hal yang merupakan serangan-serangan setan dan ada beberapa yang bersifat alami, dan tidak semua bencana ditakdirkan oleh Tuhan. Perusahaan-perusahaan asuransi menulis dalam kebijakan mereka “tindakan Tuhan, seperti gempa bumi dan wabah.” Tidak, Allah bukanlah perancang dari semua hal ini.

 

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

 

1. Bacalah Yakobus 1:13. Apakah Tuhan menyebabkan orang dicobai oleh yang jahat?

2. Bacalah Yakobus 1:17. Dari manakah datang pemberian-pemberian yang baik?

3. Bacalah Yohanes 10:10. Siapakah pencuri itu?

4. Bacalah Yohanes 10:10. Apa tujuannya?

5. Bacalah Yohanes 10:10. Apa alasan Yesus datang?

6. Bacalah Yakobus 4:7. Apakah hasil dari menundukkan diri kepada Allah dan melawan setan?

7. Bacalah Roma 8:28. Apakah dikatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah?

8. Bacalah Kisah 10:38. Apakah penyakit dari Tuhan?

9. Bacalah 1 Yohanes 3:8. Apakah tujuan Anak Allah menyatakan diri?

 

* ⁂ *

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Yakobus 1:13 – “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”

Yakobus 1:17 – ” Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Yakobus 4:7 – “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”

Roma 8:28 – “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Kisah Para Rasul 10:38 – “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

1 Yohanes 3:8b – “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.”

raze__1_john_3_8_by_symplearts-d659d8a

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 13.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Friday, May 8, 2015

“Usut TKP” #YERUSALEM: Siapa yang #Membunuh #Ananias dan #Safira?

investigateApakah Ananias dan Safira dibunuh oleh Roh Kudus sebagaimana banyak orang mengklaim (Kisah 5:1-11)? Nah, bagian itu bahkan tidak “secara harfiah” mengatakan bahwa Allahlah yang telah membunuh mereka, jadi kita harus melihat lebih dekat bagian tersiratnya untuk melakukan investigasi kejadian yang adil mengenai penyebab sebenarnya dari kematian mereka.

Petrus bertanya kepada Safira dalam bahasa Yunani literal di ayat 9, “Mengapa kalian berdua setuju untuk menekan Roh?” (Studi Kata Yunani-Inggris Perjanjian Baru, Paul R. McReynolds, Tyndall, hal. 441 (1999)). Dengan kata lain, mengapa kalian berdua mendorong pergi hadirat pelindung Allah? Implikasinya jelas kemudian bahwa Iblislah pelakunya di sini, bukan Tuhan. Iblis “memenuhi hati mereka” untuk berbohong, maka Ananias dan Safira memadamkan hadirat pelindung Allah dengan dosa mereka, lalu Iblis mengisi kekosongan dalam hati mereka dengan kutukan yang menindas, dan mereka berdua meninggal.

Terjemahan interlinear McReynolds dari 1 Korintus 10:9 menggambarkan dinamika yang sama. “Dan janganlah kita MENEKAN Tuhan, seperti TEKANAN yang telah dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.” Terjemahan Interlinear dapat sedikit canggung untuk telinga kita, namun sering memberi kita emas pemahaman teks Kitab Suci yang lebih baik.

Apakah Anda melihat apa yang bagian Kisah Para Rasul ini sekarang jelaskan? Pengabaian dan ketidakpercayaan yang merajalela oleh Ananias dan Safira kepada Allah, dikombinasikan dengan ketakutan mereka terhadap keadaan mereka, semua bergabung untuk melakukan hal berikut. Mereka telah menekan HADIRAT pelindung KRISTUS, DAN DIHANCURKAN OLEH IBLIS. Dan bagaimana Iblis begitu saja membunuh mereka? Di bawah ini, kita akan melihat bahwa Iblis menggunakan senjata favoritnya — ketakutan dan penuduhan – untuk membunuh kedua orang menyedihkan ini.

Tapi, bagaimana kita tahu bukan Tuhan yang membunuh mereka? Karena Ibrani 2:14-15 mengatakan Iblislah yang memiliki kuasa kematian, bukan Tuhan. Yohanes 10:10 mengatakan Iblislah yang membunuh manusia, bukan Tuhan. 1 Korintus 5:5 mengatakan Iblislah yang menghancurkan daging manusia, bukan Tuhan.

Dan sebenarnya, bagian ayat itu tidak mengatakan siapa yang benar-benar membunuh mereka, tapi mereka sendiri “menyerahkan nyawa” (spirit) SETELAH mendengar kata-kata penghukuman Petrus. Mungkin saja bahwa mereka sedemikian ketakutan akan kata-kata Petrus sehingga mereka begitu saja menyerah terhadap keinginan mereka untuk hidup.

Kita semua tahu atau telah mendengar tentang orang-orang yang menyerah dalam keputusasaan akan hidup, beberapa orang secara bertahap, beberapa orang lain dalam waktu singkat. Beberapa “menyerah akan roh mereka” karena patah hati, atau penyakit atau bencana yang akan datang. Mungkin mereka begitu khawatir tentang dosa mereka karena itu adalah salah satu dari masa awal gereja, dan mereka pikir itu mungkin tidak dapat dimaafkan.

Dengan kata lain, tampaknya Annanias dan Safira terhukum sampai mati. Tapi apakah ini kehendak Tuhan? Apakah itulah yang terbaik dari Tuhan? Apakah Petrus menunjukkan kepada mereka kasih karunia yang sama yang ia sendiri telah terima ketika ia mengkhianati Tuhan tiga kali dalam semalam? Bagaimana jika seseorang dalam otoritas kerasulan, Yakobus atau Yohanes misalnya, mengatakan kepada Petrus untuk pada dasarnya “jatuh mati” di tengah kesadaran dosanya, mungkinkah ia juga telah akan menyerah akan rohnya?

Apakah Petrus mengulurkan kasih karunia Allah kepada mereka untuk TIDAK memperhitungkan dosa ini ke atas mereka, seperti yang Yesus lakukan, seperti yang martir Stefanus lakukan, atau apakah ia bahkan mencoba untuk melayani mereka kepada pertobatan, untuk menasihati mereka, untuk berdoa bagi mereka, untuk bersyafaat bagi mereka, untuk meletakkan tangan mereka agar diampuni dan disembuhkan, atau salah satu dari praktek lain yang Kitab Suci dan kemudian Gereja sarankan?

Bagaimana dengan bagian ayat ini? Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Galatia 6:1.

Mengapa, dalam nama Yesus, kesempatan untuk bertobat TIDAK ditawarkan kepada Ananias dan Safira dalam situasi ini oleh Petrus?

Matius 18:15-17 memerintahkan kita bagaimana PERTAMA-TAMA pergi secara pribadi ke salah satu orang yang tertangkap dalam suatu pelanggaran, LALU untuk pergi bersama saksi lain jika koreksi pribadi tidak diterima oleh orang itu, dan hanya SETELAH ITU untuk membawanya kepada konfrontasi secara umum jika orang tersebut tetap tidak bertobat. Dan bahkan kemudian, hukuman yang lebih buruk adalah ekskomunikasi, BUKAN pembunuhan.

Apakah Anda mengerti? Cara Allah adalah untuk menghadapi suatu dosa DENGAN tujuan restorasi dan pertobatan dari orang berdosa itu, BUKAN eksekusi cepat. Mengapakah dinamika kasih karunia ini tidak diikuti?

Apakah roh dari bagian ayat-ayat pengampunan yang baru saja dikutip di atas ini diikuti oleh Petrus? Tidak, Petrus nampak dengan cepat dan segera menuduh mereka, setelah itu ia pada dasarnya melangkah keluar begitu saja dan membiarkan Iblis mendapat mereka. Jika berbohong kepada Roh Kudus dengan menahan beberapa sumber daya kita benar-benar mengamanatkan eksekusi langsung Roh Kudus, maka berapa banyak dari kita yang masih akan berdiri? Berapa banyak dari kita bukan seharusnya sudah lama akan dieksekusi? Mungkin inti moral dari bagian ayat ini adalah lebih mengenai kurangnya kasih karunia Petrus daripada mengenai kurangnya iman Annaias dan Safira.

Petrus tidak sempurna. Dia dikenal cepat terpicu ketika datang kepada kemarahan atau frustrasi. Dia dengan cepat menggunakan pedang fisik untuk memotong telinga seorang tentara yang mendekat. Dia juga cepat menggunakan pedang verbal, seperti ketika ia mengatakan kepada Simon si tukang sihir untuk binasa di tempat itu juga bersama-sama dengan uangnya. Mungkin, demikian juga Petrus di sini cepat untuk menusukkan dorongan pembunuhan di sini kepada Ananias dan Safira.

Galatians-2.11-13Jika Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus (Galatia 2:11) untuk kesalahan spiritual yang mungkin, bukankah seharusnya kita juga punya keberanian jika, tentu saja, Roh Kudus memimpin?

Tapi, bukankah ketakutan yang besar datang kepada gereja di dalam kesadaran akan kematian-kematian ini? Dapat diperdebatkan bahwa “ketakutan besar” yang datang pada gereja dalam kesadaran akan kejadian ini, dan penyembuhan orang sakit berikutnya dari bayangan Petrus, datang lebih dari orang-orang yang secara salah, secara berlebihan dan dengan takut meninggikan Petrus bukannya melalui pemberlakuan iman yang murni dalam Kristus.

Jika kita, sebagai bagian dari tubuh gereja muda dan tanpa pengalaman, melihat seorang pemimpin yang dihormati seperti Petrus muncul untuk menanamkan rasa takut sedemikian dimana orang-orang jatuh dan mati, benar-benar ketakutan dan terhukum sampai mati, maka kita juga mungkin mulai mengidolakan “bayangan” nya. Kehadiran, perkataan dan opininya mungkin menggantikan atau mengambil alih iman kita kepada Yesus. Kita mungkin mengubah Petrus menjadi seorang Paus duniawi, mencium cincinnya, menyembah bayangannya, dll. Jika orang mendapat kesembuhan yang sah dari pelayanan Petrus, itu adalah terlepas dari kemarahan Petrus, bukan karenanya.

Dan di sini ada pemikiran lain. Jika penafsiran umum itu benar bahwa Allah menyuruh Petrus mengecam Ananias dan Safira sampai mati karena menyembunyikan kebenaran dan sumber daya dari Roh Kudus, maka sejarah Gereja seharusnya penuh dengan orang-orang Kristen terkenal yang juga secara lisan menjatuhkan dan membunuh berjuta-juta orang yang telah, pada satu atau lain waktu, menahan kebenaran atau sumber daya dari Allah sejak kejadian Ananias dan Saphira. Bahkan, kita seharusnya masih melihat orang-orang secara rutin mengeksekusi sebagai bagian normal dari pertemuan-pertemuan dan disiplin Gereja.

Tapi, itu tidak terjadi.

Jadi sekali lagi, ketika Petrus muncul sedikit terlalu cepat menarik pelatuk untuk memberitahu orang-orang untuk “jatuh mati” karena pemberontakan mereka (Safira dan Simon dalam Kisah 5 dan 8), haruskah kita bersedia untuk menahan tindakannya jika hati nurani kita memaksa kita?

Apakah kita mengikuti Roh Kudus atau Petrus? Yesus atau Petrus? Jujur saja saya tidak bisa melihat Yesus berkata kepada siapa pun untuk jatuh mati di tempat. Itu bukan cara Dia bergerak. Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi mereka, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, berkatilah musuh Anda dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan Anda. Tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu.

the other cheekDan jangan salah paham, saya menyukai Petrus, tetapi apakah kita harus menganggap dia sempurna dalam setiap urusannya? Sudah pasti Paulus tidak.

Tak satu pun dari kita yang sudah sempurna dalam pelayanan kemurahan Allah. Setelah memberitahu Simon untuk “binasa” bersama uangnya, Simon meminta Petrus untuk berdoa baginya agar hal-hal yang Petrus katakan itu tidak terjadi padanya. Tapi, Alkitab diam, apakah Petrus memang kemudian berdoa untuknya. Saya harap dia melakukannya. Saya pasti akan menentang Petrus jika ia tidak melakukannya dalam perkara itu. Yesuslah model kita, bukan Petrus.

Dapat dimengerti bahwa Gereja yang masih bayi itu mungkin kurang dalam toleransi dan kesabaran dari pada kelompok orang percaya yang lebih matang dan berpengalaman. Saya tahu ketika saya baru saja lahir baru dan sungguh-sungguh dalam Roh, tingkat toleransi saya terhadap ketidakpercayaan orang lain itu kecil. Saya dulu pasti sama tegas dan garangnya seperti Petrus. Tapi, dengan waktu dan kedewasaan, dan setelah menderita melalui banyak kegagalan menyedihkan saya sendiri, kesabaran saya untuk kekurangan, dosa dan kegagalan orang telah meningkat secara eksponensial. Saya tidak lagi menarik pelatuk kecaman secepat saya dulu.

Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus ketika Petrus salah (Galatia 2:11). Mungkin KITA harus “berterus-terang menantang” Petrus dalam bagian ayat ini juga. Tapi terlepas dari itu, ada satu hal pasti. Bukan Tuhan yang membunuh Ananias dan Safira. Iblislah yang melakukannya. Iblis pasti mengerjakan kebohongan dan kutukan yang melumpuhkan dalam hati mereka, dan mungkin dalam pengerasan hati Petrus terhadap mereka juga yang menahannya dari memberikan pelayanan kasih karunia pelindung. Tapi, Iblislah pembunuh sejati di sini dalam cara apapun Anda melihatnya.

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: “CSI” Jerusalem: Who Murdered Ananias and Sapphira?

Dapatkanlah juga dua pengajaran audio (bahasa Inggris) gratis dari Richard yang pantas untuk didengarkan mengenai masalah Ananias dan Safira:
– Bagian pertama dimulai pada tanda 07:50 rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C4
– Bagian kedua dimulai segera pada rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C6


Wednesday, May 6, 2015

Haruskah Orang #Kristen Menggunakan #Kekerasan untuk Membela Diri?

“Apa yang akan Anda lakukan jika penyusup menyerang Anda dan keluarga Anda? Akankah Anda menggunakan kekuatan mematikan untuk melindungi mereka?”
Siapa yang tahu pasti apa yang akan mereka lakukan, sehingga pada suatu tingkatan, itu adalah hipotesis yang tidak diketahui.
“Tapi bukankah kita harus membela diri dan orang lain dari para penyerang?”
Nah, Yesus diserang oleh massa rajam beberapa kali, tetapi secara supranatural Dia hanya menyelinap lewat di tengah-tengah mereka setiap kali tanpa pernah menyerang balik. Dia juga melakukan intervensi untuk menjaga orang lain tidak dilempari batu sampai mati oleh massa pembunuhan, tetapi tanpa melakukan kekerasan sendiri. Dia mengatakan orang-orang yang hidup dengan pedang akan mati oleh pedang, sehingga sulit untuk menggunakan-Nya sebagai model positif untuk menganjurkan kekerasan.
no violence

Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts