Showing posts with label Andrew Wommack. Show all posts
Showing posts with label Andrew Wommack. Show all posts

Saturday, October 10, 2015

Level 1 Pelaj. 9 – Identitas Dalam Kristus (Bagian 1)

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ungkapan “di dalam Kristus” adalah istilah yang digunakan lebih dari 300 kali dalam Perjanjian Baru, selalu mengacu pada hubungan penyatuan vital dengan Allah. Begitu hal itu terjadi, Anda menjadi suatu [makhluk] ciptaan (creature) baru. Beberapa terjemahan benar-benar mengatakan “suatu [hasil pen]ciptaan (creation) baru.”

anotherflower6Ini mengarahkan kita ke persoalan kritis yang saya percaya sangat penting untuk memahami identitas baru Anda dalam Kristus: Ini tidak terjadi di alam fisik. Ini tidak berbicara tentang tubuh fisik Anda, untuk mengatakan bahwa tubuh Anda sepenuhnya berubah, bahwa penampilan Anda berubah. Jika seseorang gemuk sebelum mereka diselamatkan, mereka masih akan menjadi gemuk setelah itu, kecuali mereka melakukan diet. Ini juga tidak berbicara tentang bagian mental atau emosional Anda -apa yang kebanyakan orang anggap sebagai “diri mereka” yang nyata. Jika Anda tidak terlalu pintar sebelum Anda diselamatkan, Anda tidak akan menjadi terlalu pintar setelah Anda diselamatkan, tapi Anda masih akan memiliki banyak kenangan dan pikiran yang sama.

Ada suatu bagian ketiga, dan dengan proses pembersihan menurut ayat ini, itu seharusnya menjadi bagian dari diri kita yang berubah – roh manusia kita. Suatu ayat Alkitab yang memverifikasi hal ini adalah 1 Tesalonika 5:23 di mana Paulus berdoa untuk jemaat Tesalonika, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Ayat itu menunjukkan bahwa kita memiliki roh, jiwa, dan tubuh. Bagian tubuh sangat jelas. Ini adalah bagian dari kita yang terlihat, pribadi luaran kita. Kita semua menyadari bahwa ada bagian lain yang melampaui itu; emosional, bagian mental kita; yang Kitab Suci sebut sebagai jiwa (atau nyawa). Kita tahu bahwa meskipun seseorang mungkin tidak secara fisik menyentuh Anda, mereka dapat menyentuh Anda dengan kata-kata mereka, baik dengan cara yang positif ataupun negatif. Kebanyakan orang selaras dengan bagian fisik dan jiwani mereka, tetapi menurut Alkitab ada suatu bagian lain yaitu roh.

Roh adalah bagian dari kita yang berubah dan baru setelah saat keselamatan. Inilah sebenarnya bagian yang memberi hidup. Yakobus 2:26 mengatakan, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” Itu menunjukkan bahwa roh itulah sebenarnya yang meniupkan kehidupan ke dalam tubuh fisik kita. Ini adalah tempat dari mana hidup kita berasal. Dalam Kejadian 2 ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, tubuh Adam itu sudah selesai, tapi nanti kemudian Allah meniupkan nafas kehidupan ke dalam dia. Kata “bernapas” (atau meniup) dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ini adalah kata yang sama persis yang kita gunakan untuk napas, dan itu diterjemahkan sebagai “roh” di bagian-bagian lain. Allah menciptakan tubuh fisik dan jiwani pribadi Adam, tapi kemudian Dia meniupkan ke dalam dia nafas kehidupan dan ia menjadi suatu jiwa yang hidup. Roh adalah bagian dari kita yang memberi hidup.

Sebelum saat keselamatan, sebelum seseorang membuat suatu komitmen total hidup mereka dan Tuhan yang masuk ke dalam mereka, roh di dalam diri mereka mati. Efesus 2:1 (AV) mengatakan, “Kamu telah dibangkitkan [dibuat hidup], yang dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu (tanda kurung dari saya). Kita tahu bahwa kita masih hidup sebelum kita dilahirkan kembali, tetapi kata “mati” itu berbicara tentang spiritual.

Kematian dalam Alkitab tidak berarti berhenti untuk eksis, sebagaimana sebagian orang zaman ini berpikir begitu. Secara harfiah kematian berarti “pemisahan.” Ketika seseorang meninggal secara fisik, mereka tidak berhenti ada. Alkitab mengajarkan bahwa mereka akan pergi ke hadirat Tuhan atau ke hadirat neraka. Jiwa dan roh itu masih terus hidup, tapi ada pemisahan dari tubuh fisik yang mati dan membusuk.

Ketika Kejadian 2:17 mengatakan pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati,” itu tidak berarti mereka akan mati secara fisik melainkan secara spiritual, bahwa mereka menjadi terpisah dari Allah. Roh, bagian yang Tuhan nafaskan ke dalam diri kita, yang benar-benar memberikan kehidupan dan motivasi itu, menjadi terpisah dari kehidupan supernatural Allah … hidup-Nya yang kudus dan lengkap … apa yang Alkitab sebut sebagai hidup “zoe” atau “hidup dalam suatu arti yang mutlak atau berkelimpahan.” Keberadaan manusia kemudian mulai merosot. Dia masih berfungsi, tapi ia berfungsi secara independen, terpisah dari Allah. Itulah apa yang benar-benar menyebabkan semua masalah dalam hidup kita … semua stres emosional kita.

Ketika seseorang datang kepada Tuhan, mereka menerima roh yang baru dan dilahirkan kembali, yang merupakan istilah yang digunakan Yesus dalam Yohanes 3:5. Dengan cara yang sama seseorang lahir secara fisik dengan suatu roh, jiwa, dan tubuh, ketika ia dilahirkan kembali, ia menerima Roh Kristus. Galatia 4:6 mengatakan, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” Allah secara harfiah menempatkan Roh-Nya ke dalam diri kita, dan kita sekarang memiliki suatu kualitas hidup baru, suatu identitas baru, dan merupakan seorang yang sama sekali baru dalam roh kita.

sons of GodKehidupan Kristen sesudah itu adalah belajar dalam bagian soulish (jiwani) Anda, di alam mental, apa yang telah terjadi dalam roh Anda. Kebenarannya adalah, sepertiga dari keselamatan diri Anda telah selesai ketika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Roh Anda menjadi benar-benar berubah. Ini adalah roh yang sama persis yang Anda akan miliki sepanjang kekekalan. Roh itu sudah memiliki kasih, sukacita, damai sejahtera, dan dipenuhi oleh kehadiran Allah. Tidak ada kekurangan atau ketidakcukupan dalam roh Anda, tetapi Anda harus memahaminya, itulah alasan mempelajari Firman Tuhan sangat penting untuk kehidupan Kristen. Anda adalah orang yang benar-benar baru, tapi sampai Anda mendapatkan pengetahuan itu, [jiwa] Anda tidak akan berubah. Kemenangan dalam kehidupan Kristen datang ketika Anda dapat memandang ke dalam Firman, yang adalah Roh dan kehidupan, melihat siapa diri Anda, melihat apa yang telah Allah selesai lakukan, dan mulai mempercayainya.

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah 2 Korintus 5:17. Jika seseorang berada di dalam Kristus, mereka adalah apa?

2. Bacalah 2 Korintus 5:17. Apa yang terjadi dengan hal-hal lama?

3. Bacalah 2 Korintus 5:17. Hal apa yang telah menjadi baru?

4. Bacalah Efesus 2:1. Apa kondisi Anda sebelum Anda dilahirkan kembali, atau dibuat menjadi hidup?

5. Bacalah Efesus 2:2. Sebagai seorang yang tidak percaya, bagaimana Anda berjalan, atau hidup?

6. Bacalah Efesus 2:3-5. Tuhan kaya akan apa?

7. Bacalah Efesus 2:4. Mengapa Tuhan begitu berbelas kasih?

8. Bacalah Efesus 2:5. Apa yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita masih mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa?

9. Bacalah Efesus 2:5. Bagaimana Allah menyelamatkan kita?

10. Bacalah 1 Korintus 6:9-10. Dapatkah Anda terhubung dengan salah satu deskripsi di daftar ini?

11. Bacalah 1 Korintus 6:11. Apakah kata “dahulu” itu adalah kondisi di masa lalu, sekarang, atau masa depan?

12. Bacalah 1 Korintus 6:11. Ketika Anda “dilahirkan kembali,” apa tiga hal yang terjadi padamu?

13. Bacalah 1 Korintus 6:11. Apakah ini adalah kondisi masa lalu, sekarang, atau masa depan?

14. Bacalah 1 Korintus 6:17. Dia yang menyatukan dirinya kepada Tuhan adalah ___________________ dengan Dia.”

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan

2 Korintus 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Efesus 2:1 – “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.”

Efesus 2:2 – “Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”

Efesus 2:3-5 – [3] Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. [4] Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, [5] telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  —  “.

1 Korintus 6:9-10 – [9] Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, [10] pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

1 Korintus 6:11 – “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”

1 Korintus 6:17 – “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (“But he that is joined unto the Lord is one spirit.”)
satu roh dg Kristus

♔  ✞  ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 9.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1 Yohanes 5: 11-12 – [11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Sunday, May 17, 2015

#Kuasa #Kemitraan

proverbs_18_16Amsal 18:16 mengatakan, “Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.” Namun itu tidak berbicara tentang keterampilan, bakat, kemampuan, atau bahkan urapan. Dulu saya pikir begitu, malahan saya menggunakan ayat itu dengan cara tepat begitu sampai saya mulai mempelajarinya secara lebih rinci. Pada artikel ini, saya akan mengajar apa artinya yang benar dan bagaimana pemahaman itu dapat mengubah hidup Anda.

Dalam dua album pengajaran saya, Kekuatan Kemitraan, saya mengajar tentang banyaknya manfaat yang Anda terima ketika bermitra dengan pelayanan yang menjangkau dengan berita yang hampir-terlalu-baik-untuk-menjadi-benar. Saya menggunakan contoh Raja Daud yang menetapkan preseden yang memberikan orang-orang yang menjaga harta rampasan bagian yang sama dengan mereka yang benar-benar melakukan pertempuran. Kita belajar bahwa Filipi 4:19, yang mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus,” ditulis untuk orang-orang yang bermitra dengan Paulus dalam Injil dan memberi kepada pelayanannya secara teratur. Paulus menegaskan itu dalam 1 Korintus 16:2, di mana ia menulis, “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu”.

Para mitra yang Paulus sedang bicarakan itu adalah pemberi-pemberi sistematik dan terencana. Saya juga mengajarkan bahwa alasan Allah memakmurkan Anda adalah agar Anda dapat membangun kerajaan-Nya di bumi ini, dan jika Anda mengusahakan untuk membangun kerajaan itu, maka Dia akan memberikan aliran ilahi supernatural yang akan memenuhi semua kebutuhan Anda. Saya bisa menjanjikan Anda bahwa ketika Anda berdoa dan meminta arahan Tuhan dalam pemberian Anda dan kemudian menanggapinya, Dia akan mengurus kebutuhan keuangan Anda lebih baik secara tanpa sengaja dari pada yang Anda pernah mampu lakukan dengan sengaja. Ini semua adalah kebenaran yang kuat, tapi saya ingin menunjukkan aspek kemitraan yang saya percayai sangat sedikit orang Kristen mengerti.

Apa yang Alkitab maksudkan dengan mengatakan hadiah kita akan membuat ruang bagi kita dan membawa kita ke hadapan orang-orang besar?

Kata Ibrani yang diterjemahkan “hadiah” dalam Amsal 18:16, 19:6, dan 21:14 secara harfiah berarti “hadir.” Ayat-ayat suci itu tidak meninggalkan keraguan bahwa mereka tidak sedang berbicara tentang urapan atau memiliki perkenanan tapi tentang hadiah yang satu orang berikan yang lain. Amsal 19:6 menjelaskan bahwa “setiap orang bersahabat dengan si pemberi,” dan dalam 21:14 kita membaca bahwa “Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.” The New International Version menerjemahkan Amsal 18:16 begini, “Suatu hadiah membuka jalan bagi si pemberi dan mengantar dia ke hadapan Sang Agung.” Saya percaya kitab suci ini menggambarkan aspek yang sangat penting dari apa yang terjadi ketika Anda masuk ke dalam kemitraan dengan suatu pelayanan.

Mari kita lihat contoh ini dalam 1 Raja-raja pasal 10 yang berbicara tentang Salomo, orang paling bijaksana di muka bumi. Salomo meminta dari Tuhan suatu hal yang sangat tidak egois, itulah kebijaksanaan, agar ia bisa menjadi raja yang baik. Tidak hanya Tuhan memberikan apa yang dia minta, tetapi Dia juga memberinya apa yang dia tidak minta dan membuatnya sangat kaya. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa ia begitu kaya sehingga segala yang ia miliki terbuat dari emas, dan mereka bahkan tidak menggunakan perak; itu hanya dilemparkan di jalan-jalan (1 Raj 10:21). Itu memang kaya.

Ketenaran Salomo menyebar ke seluruh negeri, dan dalam 1 Raja-raja pasal 10:1-3, kita membaca,

“Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.”

Ratu Sheba begitu kewalahan oleh kerajaan dan kebijaksanaan Salomo yang benar-benar menakjubkan (1 Raj 10:4-5).

Dalam 1 Raja-raja 10:24 kita juga membaca bahwa semua raja di bumi mencari Salomo untuk hikmat dan restunya. Pikirkan tentang hal itu; Salomo adalah orang yang paling terkenal di dunia pada zamannya. Dia adalah penguasa kerajaan yang paling kuat dan makmur di dunia pada zamannya, dan semua orang di bumi mencari Salomo untuk perhatiannya sehingga mereka bisa meminta kebijaksanaan, memperoleh pendapatnya, dan menerima perkenanannya. Jadi dengan semua orang-orang ini saling bersaing untuk mendapat waktunya, mengapa dia memindahkan Ratu Sheba ke antrean depan dan menghabiskan begitu banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaan itu? Saya percaya itu hadiahnyalah yang membuatkan ruangan untuk dirinya, seperti yang Amsal 18:16 katakan, dan itu membawanya ke hadapan si orang besar.

Kita membaca bahwa dia sangat siap dan datang dengan banyak hadiah. Dia memberi raja 120 talenta emas (itu sekitar 145.000 ons dan untuk harga saat ini akan menjadi sekitar $ 44.000.000 nilai emas). Itu belum termasuk sejumlah besar rempah-rempah, suatu kelimpahan yang belum pernah terlihat sebelumnya, dan batu-batu mulia. Bukan keahlian, bakat, atau kemampuannya tapi hadiahnya yang besar yang membuatkan ruangan untuk dia dan menempatkan dia di antrean depan.

Jadi apa yang Ratu Sheba dapatkan dari ini? Segala sesuatu yang dia inginkan dan lebih banyak lagi. 1 Raja-raja 10:13 mengatakan,

“Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo.”

Tidak ada ruang dalam artikel ini untuk membuktikan matematikanya, tapi hadiah yang ratu berikan kepada Salomo hanyalah sebesar sepersepuluh dari satu kali pendapatan tahunan raja. Ketika Alkitab mengatakan raja memberinya karunia kerajaan, tidakkah Anda berpikir hadiah Salomo lebih besar dari hadiahnya? Ketika ratu berangkat pulang ke rumah, dia pergi dengan kekayaan yang lebih besar, lebih banyak kebijaksanaan, dan perkenanan raja teragung di bumi. Hadiahnya membuka pintu untuk berkat-berkat besar.

Apakah Ratu Sheba nampak egois untuk Anda? Apakah Anda berpikir bahwa semua kekayaan itu seharusnya diberikan kepada orang miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan bukan kepada orang terkaya di bumi? Saya yakin beralasan untuk berpikir bahwa ada saja semacam raja atau penguasa atau suku yang datang kepadanya dan memohon bantuan saat ia dalam perjalanan. Mungkin butuh ratusan unta untuk membawa hadiah-hadiah ini, sehingga perjalanannya bukanlah merupakan rahasia apapun. Anda tahu, itu bisa saja menjadi suatu perjalanan dalam rasa bersalah yang nyata saat ia melewati semua orang yang membutuhkan, tapi Sang Ratu mengerti prinsip yang sangat penting yang juga berlaku terhadap dukungan bagi suatu pelayanan pada hari ini.

Bila Anda memberi kepada pelayanan, itu bukan hanya apa yang mereka butuhkan, itu adalah apa yang Anda butuhkan juga!

_KING_SOLOMON_RECIEVES_QUEEN_OF_SHEBA_Raja Salomo tidak memerlukan kekayaan Ratu, tapi Ratu itulah yang membutuhkan kebijaksanaan dan restunya, dan pemberiannya membukakan pintu kepada hal-hal persis yang ia butuhkan. Dia mungkin berangkat pulang dengan lebih banyak kekayaan dari pada yang dia telah bawa, dan hanya memikirkan berapa banyak lagi dari berkat yang dia mungkin ada untuk orang-orang miskin dalam perjalanannya kembali. Ini adalah contoh yang bagus tentang bagaimana hal-hal bekerja di kerajaan Allah.

Bila Anda memberi kepada pelayanan, Anda tidak hanya memberkati orang-orang yang disentuh oleh pelayanan itu, tapi Anda memulai aliran supranatural keuangan Anda, dan Anda mengambil bagian dalam pengurapan dan berkat yang ada dalam kehidupan pelayan itu. Tidaklah buruk untuk menginginkan urapan yang ada di hidup saya atau pelayan lain. Alkitab mengatakan bahwa kita perlu menginginkan karunia rohani. Saya benar-benar percaya bahwa hal-hal yang beroperasi dalam hidup saya telah datang, sebagian tidak sepenuhnya, karena saya telah mendukung hamba-hamba Tuhan besar. Saya memberi dengan tujuan sambil mengatakan, “Tuhan, saya ingin menjadi bagian dari itu. Saya akan menabur bagian dari kehidupan saya ke orang ini dan ke dalam pelayanan itu dan dengan demikian membuka pintu yang memungkinkan berkat mereka mengalir ke arahku”. Ini tidak terjadi begitu saja secara otomatis; Anda harus memiliki iman. Tapi saya percaya bahwa Anda dapat mulai melihat hal-hal ini terjadi dalam hidup Anda seperti yang saya lihat dalam hidup saya, jika Anda mau mencampur iman dengan pemberian Anda.

Beberapa teman sangat baik dari Jamie dan aku, yang sudah kami kenal sejak sekitar tahun 1980, memiliki kesaksian besar yang akan menggambarkan apa yang saya tulis. Charlie dan Jill LeBlanc adalah salah satu pasangan paling diurapi dalam musik yang pernah saya dengar. Meskipun mereka selalu memiliki urapan yang kuat, mereka berjuang secara finansial pada awal pelayanan mereka. Karena itu, mereka membangun hati yang nyata untuk pelayanan kualitas lainnya dalam posisi yang sama. Mereka mengambil semua persembahan mereka dan memberikannya ke pelayanan-pelayanan yang lebih kecil di mana mereka merasa pemberian mereka benar-benar bisa membuat perbedaan.

Pemberian-pemberian mereka tentunya membuat perbedaan dalam kehidupan para pelayan ini dan orang-orang yang pelayanan ini sedang jangkau. Mereka juga mengalami aliran supranatural kemakmuran ilahi Allah datang ke arah mereka, tapi mereka masih kehilangan satu elemen yang sangat penting-mereka membutuhkan impartasi pengurapan dan berkat yang tidak mampu diberikan oleh orang-orang yang kepadanya mereka memberi. Ratu Sheba membutuhkan sesuatu yang teman-temannya tidak mampu berikan, jadi dia pergi ke satu yang bisa, Raja Salomo. Itu bukanlah keinginan egois semata; itu penting sehingga dia bisa lebih baik dalam memenuhi perannya sebagai ratu.

Tuhan mulai meyakinkan Charlie dan Jill tentang hal ini, dengan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mulai memberi ke pelayanan yang memberi mereka makan dan memiliki urapan yang mereka butuhkan. Sudah waktunya untuk memulai mengambil bagian dari berkat dan urapan yang ada pada kehidupan pelayan-pelayan lainnya. Sebagai tanggapan, mereka mulai memberi kepada orang-orang seperti Kenneth Copeland, Kenneth Hagin, Joyce Meyer, dan saya, semua pelayan yang sedang menyampaikan urapan dan berkat bagi hidup mereka.

Dalam waktu sekitar enam bulan mereka menerima telepon dari Dave dan Joyce Meyer, yang mengajak mereka untuk makan malam. Selama makan malam, Joyce meminta mereka untuk memimpin pujian dan penyembahan dalam seminar Firman mereka yang dia lakukan di seluruh Amerika dan seluruh dunia. Betapa besar berkat itu! Mereka sekarang melayani secara teratur kepada ribuan orang, dan pengurapan mereka telah meningkat secara proporsional. Bukanlah kebetulan bahwa pintu ini dibuka untuk mereka setelah mereka mulai memberi, dalam harapan akan mendapat peningkatan berkat dan urapan. Ini bukan untuk mengatakan bahwa Allah tidak menuntun kita untuk melakukan pemberian penuh kebajikan tanpa mengharapkan pamrih apapun, karena Dia melakukannya. Sama seperti Ratu Sheba, Charlie dan Jill bisa saja teralihkan oleh kebutuhan semua orang yang berjuang, tapi mereka tahu bahwa apa yang akan mereka terima dalam peningkatan pengurapan dan berkat akan memungkinkan untuk orang di sekitar mereka mendapatkan keuntungan dengan cara yang jauh lebih besar.

Sangat penting untuk memahami kuasa yang tersedia dalam kemitraan dan kemudian menempatkan kuasa itu untuk bekerja untuk Anda. Saya berdoa agar mata pemahaman Anda tercerahkan dan bahwa Roh Kudus telah memberikan kesaksian mengenai ajaran ini di dalam hati Anda, dan saya melepaskan berkat dan urapan hidup saya kepada Anda, mitra-mitra saya.

    

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya.

You can also read the original English article “The Power Of Partnership”.


Saturday, May 16, 2015

Dimulai dengan suatu #Dasar yang #Pasti

Suatu pewahyuan yang benar akan Firman Tuhan adalah elemen yang paling penting dari kehidupan Kristen yang penuh kemenangan

Firman Allah sering menyebut dirinya sebagai benih. Ada total empat puluh empat ayat dalam Perjanjian Baru di mana kata Yunani sperma diterjemahkan “benih.”

Untuk menjadi hamil dan melahirkan, apakah itu untuk sebuah keajaiban yang Anda butuhkan dalam tubuh Anda atau pun visi yang Tuhan telah beri kepada Anda, Anda harus terlebih dahulu menanam Firman Tuhan seperti suatu benih di dalam hati Anda. Konsepsi, yang pada akhirnya menghasilkan buah, tidak dapat berlangsung tanpa terlebih dahulu menanam suatu benih.

Saya terus bertemu orang-orang Kristen yang berdoa dan percaya akan campur tangan Tuhan dalam hidup mereka, tapi tetap frustrasi dengan hasil-hasil mereka. Mengapa? Karena mereka tidak pernah mengandung mukjizat mereka dengan menanam benih Firman Allah dalam hati mereka. Itu seperti seorang wanita yang berdoa untuk hamil dan kemudian bingung ketika itu tidak terjadi meskipun dia tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang pria. Benih harus ditanam untuk konsepsi bisa terjadi.

Dalam Markus 4, Tuhan mengajarkan tiga perumpamaan yang menggambarkan bahwa Firman bagi Kerajaan Allah adalah persis apa suatu benih alami bagi panen. Yang pertama dari perumpamaan ini, cerita tentang penabur, adalah kunci untuk membuka semua yang lain (Mark 4:13). Jika kita tidak memahami kebenaran ini, Yesus berkata, kita akan tidak mengerti perumpamaan-Nya yang lain.

key knowledge

Kunci Pengenalan / Pengetahuan

Ada banyak kebenaran yang mengubah hidup di dalam perumpamaan ini, tapi satu fakta harus dipahami untuk mendapatkan manfaat penuh dari ajaran ini: Tuhan menggunakan perbandingan Firman-Nya terhadap suatu hukum alam, yang tidak dapat berubah, bukan terhadap suatu lembaga manusia.

Inilah yang saya maksud: Hampir semua sistem yang telah diciptakan manusia itu dapat ditipu atau dimanipulasi. Sistem hukum dapat dihajar, membiarkan yang bersalah pergi dengan bebas. Sistem pendidikan dapat dihajar, melewatkan siswa-siswa yang belum benar-benar mempelajari materinya. Tapi proses menabur dan menuai tidak dapat diubah.

Bagaimana jika seorang petani menunggu sampai ia melihat tetangganya menuai hasil panen mereka sebelum ia menabur benihnya? Terlepas dari bagaimana tulusnya atau pembenaran dia untuk tidak menabur benih pada saat yang tepat, dia tidak akan menuai panen dalam semalam. Hukum menabur dan menuai tidak bisa dilanggar.

Inilah sebabnya mengapa Tuhan memilih untuk membandingkan cara Firman-Nya bekerja dengan benih. Proses perkecambahan Firman Tuhan dalam hidup Anda membutuhkan waktu dan tidak dapat dihindari.

Dalam perumpamaan kedua Markus 4, Yesus berkata,

Jesus The Sower“Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” (Markus 4:26-29).

Benih adalah Firman Tuhan (Markus 4:14), dan tanah adalah hati kita (Markus 4:15). Hati kita diciptakan oleh Allah untuk menghasilkan buah ketika Firman-Nya ditanam di dalamnya. Sama seperti benih harus tetap di tanah dari waktu ke waktu untuk berkecambah, demikian juga Firman Tuhan harus tinggal di dalam kita.

Yesus berkata dalam Yohanes 15:7,

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Apa yang akan terjadi jika Anda menanam benih di kebun Anda dan kemudian menggalinya setiap pagi untuk melihat apakah ada sesuatu yang terjadi? Benih itu akan mati dan tidak pernah menghasilkan buah. Anda harus memiliki keyakinan bahwa benih itu sedang melakukan apa yang Tuhan menciptakannya untuk melakukan.

Beberapa orang menaruh Firman Allah dalam hati mereka selama satu atau dua hari, tetapi jika mereka tidak segera melihat buah, mereka menggali benih itu melalui kata-kata dan tindakan mereka dan bertanya-tanya mengapa itu tidak bekerja. Benih itu harus dibiarkan di tanah sepanjang waktu. Lalu ada juga berbagai tahap pertumbuhan.

growth stagesMarkus 4:28 mengatakan,
Mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Banyak orang yang tidak sabar, ingin memotong siklus pertumbuhan dan mendapatkan hasil penuh sekarang juga. Saya sudah benar-benar harus memberitahu orang-orang bahwa apa yang untuknya mereka percaya Tuhan itu tidak akan terjadi, bukan karena visi itu tidak baik, tetapi karena mereka mengharapkan hasil lengkap yang segera.

Misalnya, seorang mahasiswa Charis Bible College datang kepada saya, ia tidak pernah memegang pekerjaan, telah berada di rumah sakit jiwa, dan seluruh hidupnya telah hidup dari sumbangan kesejahteraan. Ketika ia mendengar pengajaran tentang kemakmuran dan visi, ia mulai bermimpi besar. Dia punya rencana untuk membeli dan merenovasi sebuah hotel tua. Total biaya akan lebih dari 4 juta dolar.

Itu benar-benar suatu rencana besar. Saya memuji dia untuk fakta bahwa ia sedang bermimpi dan menyuruhnya untuk terus bermimpi besar. Lalu saya mengatakan kepadanya bahwa itu mungkin bekerja untuk seseorang tetapi itu tidak akan bekerja untuk dia. Mengapa? Karena sebelumnya orang ini tidak pernah percaya Tuhan untuk sepeser pun. Harus ada mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Anda mungkin berpikir bahwa itu terlalu keras, tapi itulah kebenaran. Ada kemungkinan bahwa ia bisa memenangkan lotre. Itu mungkin, tapi itu akan merupakan bukan Allah. Kerajaan Allah beroperasi pada hukum-hukum, seperti hukum yang mengatur proses menghasilkan buah dari suatu benih. Tuhan tidak akan memberikan bulir-bulir jika Anda belum melihat tangkai terlebih dahulu. Itulah cara kerajaan Allah bekerja.

Inilah persis alasan kebanyakan orang tidak melihat yang terbaik dari Allah terwujud dalam hidup mereka. Mereka memiliki iman lotre. Mereka pikir bahwa karena Allah mengasihi mereka, Dia akan mengabulkan saja permintaan mereka terlepas dari apakah mereka mengijinkan keajaiban dari benih itu untuk bekerja atau tidak.

Jamie dan saya adalah contoh besar tentang itu. Ketika saya masih muda dan pemula dalam pelayanan, saya benci menerima persembahan. Saya berharap bahwa bagaimanapun, Tuhan akan memberi saja banyak uang kepada saya, dan saya bisa melayani tanpa pernah menerima persembahan. Nah, itu bukan cara Tuhan bekerja.

Allah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari Injil (1 Kor. 9:14). Bahkan para pelayan harus hidup dari buah apa yang mereka tabur. Selama bertahun-tahun, selagi saya mengajarkan Firman Tuhan kepada ratusan dan ribuan orang, benih Firman itu berakar. Buah Firman Allah dan usaha kita datang dalam bentuk kehidupan-kehidupan yang diubahkan dan keinginan dalam hati orang-orang yang mengalami perubahan ini untuk membantu orang lain.

Kemudian, ketika saya akhirnya mengerti bagaimana menabur dan menuai bekerja, saya berbagi dengan mereka apa yang Tuhan sedang lakukan melalui pelayanan kami dan memberi mereka kesempatan untuk memberi. Mereka menanggapi dan kami mampu menjangkau lebih banyak dan lebih banyak orang lagi dengan kabar baik. Melalui pemberian mereka, bukan hanya mereka menyentuh kehidupan orang lain, tetapi juga pada saat yang sama, mereka menanam benih keuangan untuk masa depan mereka sendiri.

Ketika saya membuat keputusan untuk melakukan pelayanan televisi pada bulan Januari 2000, Tuhan berbicara kepada saya. Dia mengatakan bahwa pelayanan saya baru saja dimulai, dan jika pelayanan itu berakhir sekarang, saya tidak akan pernah memenuhi apa yang Dia panggil untuk saya lakukan. Nah, itu cukup berkuasa mengingat bahwa pada saat itu saya telah berada dalam pelayanan selama lebih dari tiga puluh tahun. Semua yang telah kami lakukan, meskipun kami telah melihat buah dari ribuan jiwa diubahkan, baru merupakan penanaman benih. Tuhan ingin mengambil pelayanan ini ke suatu tingkat yang baru sehingga Dia bisa meneruskan pesan cinta dan rahmat tanpa syarat-Nya kepada dunia.

Sejak itu, pelayanan telah meledak. Saya percaya ini terjadi karena dua alasan: 1. Karena benih yang telah kita tanam, dan 2. Karena itulah waktu dalam sejarah ketika dunia sudah matang untuk pesan yang Allah telah tempatkan dalam hati saya. Tidak ada cara lain untuk mengatakan itu. Itu adalah waktu saya saja, sebagaimana itu adalah untuk Esther.

Dalam Ester 4:14, kita membaca,
“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Buah dari semua benih yang kami telah tanam dan yang Anda telah tanam akan dihasilkan terhadap tantangan besar untuk menjangkau dunia. Peluang berlimpah, pintu-pintu membuka, dan setiap orang dari kita akan perlu bekerja bersama-sama untuk melihat visi itu terpenuhi. Allah telah membangun fondasi yang kuat untuk pelayanan ini melalui Firman-Nya, dan kita sekarang membangun di atas dasar yang kuat itu.

Anda dapat menonton program televisi dan membaca newsletter kami atau kunjungi website kami. Namun, saya telah menemukan bahwa sebagian besar mitra dan teman-teman kami tidak tahu semua yang pelayanan ini lakukan untuk mencapai orang-orang di seluruh dunia. Tuhan mengatakan kepada saya bahwa saya harus mengubah itu. Saya perlu membuat pemaparan visi (Hab 2:2) sehingga orang lain dapat bergabung dengan kami untuk mencapai apa yang telah Tuhan berikan kepada kami untuk dilakukan.

Saya tahu Anda akan diberkati untuk belajar bagaimana pemberian Anda mempengaruhi kehidupan.

Hukum menabur dan menuai ini beroperasi di setiap bidang kehidupan kita. Jika kita mau menanam Firman Allah dalam hati kita, maka ijinkanlah benih itu berkecambah dan tanaman itu untuk bertumbuh hingga matang, kita akan menuai buah panenan. Itulah yang terbaik dari Tuhan!

Saya tidak bisa mengatakan dengan cukup kuat betapa pentingnya bahwa Anda mengenal Firman Tuhan dan bahwa Anda menanam benih Firman-Nya di dalam hati Anda jauh sebelum Anda membutuhkan buah panen. Ini bisa saja berarti perbedaan antara kemakmuran dan kemiskinan, atau bahkan hidup dan mati. Saya percaya ini sangat penting sehingga itulah kelas pertama yang saya ajar untuk siswa baru di CBC setiap tahun.

dont-judge-each-day-by-the-harvest-you-reap-but-by-the-seeds-that-you-plant-3

“Jangan menilai setiap hari dengan panen yang Anda tuai, melainkan dengan benih-benih yang Anda tanam”

Memahami kekuatan dan pentingnya Firman Tuhan dalam hidup Anda akan membantu Anda melampaui pemikiran “raba-rasa” yang berbasis emosi yang banyak orang kelirukan dengan iman. Ini bukan tentang apa yang Anda rasakan; ini tentang apa yang telah ditanam di dalam hati Anda dan apa yang akan berbuah secara penuh. Inilah dasar untuk menerima janji-janji Allah.

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya..

You can also read the original English article “It Begins with a Sure Foundation”.


Thursday, May 14, 2015

#Pelajaran Dari #Elia

Salah satu hal yang paling penting yang telah pernah Tuhan berbicara kepada saya diambil dari bagian Alkitab yang melibatkan nabi Elia. Setelah saya melihat apa yang ayat-ayat itu benar-benar katakan, itu terkait dengan banyak kebenaran lainnya bersama-sama dan membuat dampak besar pada hidup saya. Ini begitu sederhana sehingga setelah Anda melihatnya, Anda akan bertanya-tanya bagaimana sebelumnya Anda tidak pernah melihat itu.

Inilah yang dikatakan dalam 1 Raja-raja 17:2-4:

EliaKemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Penyediaan Elia tidak berada di mana dia tadinya berada; itu berada di tempat mana Allah telah menyuruhnya pergi! Ini sungguh dalam!

Beberapa dari Anda memperoleh kesan dari Allah untuk melakukan sesuatu. Mungkin Anda seharusnya memulai bisnis baru, membuat perubahan pekerjaan, pindah ke kota lain, pergi ke sekolah Alkitab, berbicara dengan seseorang, dll. Anda ingin melakukannya, tapi Anda menahan diri karena penyediaan belum ada. Anda mengatakan, “Tuhan, saya tidak bisa melakukan apa yang Engkau minta tanpa terlebih dahulu melihat penyediaan itu. Bagaimana saya bisa tahu semua hal ini akan berhasil.” Prinsip dalam 1 Raja-raja ini berlaku langsung ke situasi Anda. Allah mengirimkan penyediaan untuk kebutuhan Anda bukan di mana Anda sedang berada, tetapi ke tempat mana Dia menyuruh Anda untuk pergi! Pertanyaannya adalah, “Apakah Anda berada ‘disana’.” Beberapa dari Anda tidak mengalami penyediaan supranatural karena Anda tidak berada “disana.” Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda.

Dalam ayat 4, Tuhan berkata, “Aku telah memerintahkan gagak,” (penekanan saya), yang berarti Dia sudah berbicara kepada burung-burung gagak tersebut dan mereka sedang dalam perjalanan mereka ke tempat Elia seharusnya pergi.

I Raja-raja 17:5 mengatakan,

Lalu ia [Elia] pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
(Kurung dari saya)

Dengan kata lain, jika Elia tetap tinggal di mana dia berada, dia bisa saja berdoa dan berpuasa, sambil mengatakan, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menyediakan kebutuhan saya.” Tapi dia tidak akan melihat penyediaan Allah jika ia tidak pergi kemana Allah telah instruksikan.

Salah satu alasan kita tidak melihat penyediaan yang lebih besar dari Allah secara finansial, emosional, ataupun dalam keadaan-keadaan kita adalah karena kita tidak melakukan apa yang Tuhan telah katakan kepada kita untuk dilakukan. Kita memiliki perkataan dari Tuhan yang kita belum tindaki. Kita berada di tempat lain selain di tempat mana Dia telah menyuruh kita untuk berada.

Sekarang, ini adalah poin penting karena saya banyak berkhotbah tentang kasih karunia Allah. Saya berbicara bahwa bagaimana kasih karunia Allah adalah bagaimana Dia memberikan berbagai hal dan bahwa itu tidak didasarkan pada ketaatan atau kekudusan kita. Allah mengasihi kita tanpa bergantung pada kinerja kita – itu benar secara mutlak! Tapi apakah ini berarti menaati-Nya tidak penting. Justru sebaliknya. Saya percaya Tuhan memiliki rencana bagi hidup saya dan bahwa Dia memilih saya sejak dalam kandungan ibu saya dan menahbiskan saya untuk menjadi seorang nabi dan melayani. Saya percaya Dia memiliki hal-hal besar yang direncanakan bagi saya, hal-hal yang diperuntukkan bagi saya yang memiliki label nama saya padanya. Tapi jika saya tidak menaati, melangkah dan melakukan apa yang Dia katakan untuk saya lakukan, Tuhan masih akan menyediakan, tapi saya yang akan melewatkannya. Saya harus pergi ke “sana”. Saya tidak percaya Tuhan begitu saja membuat hal-hal menjadi terwujud; itu membutuhkan kerjasama dari pihak kita.

Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyakiti atau menuduh siapa pun, karena saya tahu bahwa beberapa dari Anda berpikir, Mungkin itu sebabnya hal-hal tidak berhasil dalam hidup saya saya belum menaati apa yang Tuhan katakan untuk saya lakukan! Yah … itu sama sekali benar! Ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak akan memberkati Anda karena Anda tidak mendengarkan-Nya; tapi bahwa berkat-Nya itu ada “disana”! Jika alasan Anda tidak akan melangkah keluar karena Anda memiliki semacam bentuk “keamanan” tapi Anda sengsara dan hal-hal tidak berjalan dengan benar, saya mendorong Anda untuk melakukan apa yang Tuhan katakan untuk Anda lakukan.

Saya bermain football di SMA, dan apa yang saya bicarakan ini mirip dengan bagaimana seorang quarterback melemparkan bola ke seorang penerima yang waspada. Seorang quarterback tidak membuang bola ke tempat penerima itu berada; ia melemparkannya ke tempat penerima itu harus berada. Jika ia tidak melakukan itu, ia akan melewatkan si penerima. Demikian juga, Allah sedang memenuhi semua kebutuhan Anda – Dia sedang mengirimkan pasokan-Nya ke tempat yang Dia suruh untuk Anda berada.

Contoh lain mengenai hal ini adalah tentang calon-calon mahasiswa Alkitab kita. Tuhan berfirman kepada mereka dan mengatakan untuk datang ke sekolah Alkitab, tetapi mereka bergumul dengan itu karena mereka punya pekerjaan yang baik, rumah bagus, keluarga, dan teman-teman yang mereka tidak ingin tinggalkan. Keamanan dari hal-hal itu menahan mereka dari mengambil langkah iman karena mereka tidak melihat bagaimana Tuhan akan menyediakan. Tapi saya sudah melihat bahwa apa yang saya berbagi menjadi inspirasi ratusan orang. Dan ketika mereka sampai ke tempat mereka yang disebut “di sana,” mereka menemukan diri mereka dengan pekerjaan yang lebih baik dan rumah yang lebih baik, dan hal-hal menjadi berhasil. Seluruh hidup mereka berubah. Dan tidak akan ada cara untuk mengantisipasi hal ini sebelum mereka mengambil langkah iman itu. Saya katakan, ketika Anda keluar dari keraguan dan menuju ke tempat Anda yang disebut “di sana,” ketika Anda mulai melakukan apa yang Tuhan panggil untuk Anda lakukan, ada penyediaan supranatural. Ini adalah salah satu pelajaran besar dari kehidupan Elia.

elijah-ravens_detailMari kita lihat 1 Raja-raja 17:6:

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya percaya bahwa karena Allah telah memerintahkan gagak-gagak itu, jika Elia tidak taat, Allah akan masih setia untuk mengirim penyediaan kemana Dia menyuruhnya pergi. Saya percaya bahwa gagak ini akan membawa roti dan daging setiap pagi dan sore tapi itu semua akan menumpuk di samping sungai dan menjadi sampah. Elia bisa mati kelaparan meskipun Allah telah setia menyediakan kebutuhannya.

Berikut ini sesuatu yang lain untuk dipertimbangkan: Bagaimana Elia tahu untuk pergi ke tempat mana di sepanjang sungai Kerit. Jika sungai itu sepuluh mil panjangnya, ia bisa saja lima atau sepuluh mil jauhnya dari tempat gagak yang membawakan dia makanan. Gagak bisa terbang lebih cepat dari pada yang Elia bisa berjalan atau berlari. Saya yakin bahwa salah satu cara ia tahu ia berada di tempat yang tepat itu karena gagak sudah “ada” dengan roti dan daging. Ketika Elia melihat penyediaan yang Allah telah janjikan, itu adalah salah satu tanda bahwa ia berada di tempat yang tepat.

Hal yang sama akan berlaku bagi Anda ketika Anda melangkah. Anda harus mengambil langkah iman tanpa jaminan bahwa hal-hal akan bekerja. Dan kemudian Anda akan mulai melihat penyediaan Tuhan. Ini akan mengkonfirmasi bahwa Anda sedang menuju ke arah yang benar dan melakukan apa yang Dia katakan untuk Anda lakukan. Anda akan mampu mengatakan, “Adalah Tuhan yang mengatakan kepada saya untuk melakukan hal ini.”

Inilah bagaimana itu bekerja dalam hidup saya. Saya belum melihat penyediaan Allah secara kebetulan. Saya telah menerapkan apa yang 1 Raja-raja 17 bicarakan dan mengambil langkah-langkah iman kemana saya berada. Dan saya akan terus mengambil langkah-langkah iman. Yang harus Anda lakukan untuk memulai adalah mengambil langkah iman. Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda. Ini tidak selalu adalah suatu lokasi; Anda mungkin tidak harus mengubah tempat Anda tinggal. Itu bisa saja berupa perubahan sikap atau keputusan yang Anda butuh buat. Tetapi ketika Anda mengambil langkah iman dan mulai mengikuti apa yang Allah beritahu Anda lakukan, ada aliran penyediaan supranatural – tidak hanya keuangan, tetapi juga damai, sukacita, berkat, urapan, pengaruh, kekuasaan, dan otoritas – yang Anda tidak bisa duplikasi dengan semua usaha manusia Anda. Semua hal-hal semacam ini mengikuti kepatuhan terhadap firman Tuhan.

Anda dapat melihat kehidupan Elia; ia bukanlah siapa-siapa sebelum ia mendengar firman dari Tuhan dan bertindak di atasnya. Tapi kemudian – boom – setelah ia melangkah keluar dalam iman, ia menjadi sosok yang dominan di bangsa itu. Dia diberkati, keajaiban-keajaiban mulai terjadi, seseorang dibangkitkan dari antara orang mati, dan suatu kebangunan rohani terjadi. Anda harus menemukan tempat Anda yang disebut “disana” dan kemudian berada di sana! Ini tidak boleh tidak. Saya beritahu Anda, ini bisa mengubah hidup Anda jika Anda mau bertindak di atasnya.

Elia mt-carmel

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya.

You can also read the original English article “Lessons From Elijah”.


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts