Showing posts with label pelayanan. Show all posts
Showing posts with label pelayanan. Show all posts

Saturday, November 28, 2015

Level 1 Pelaj. 16 – Manfaat Berbahasa Lidah

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu hal yang terjadi ketika baptisan Roh Kudus pertama kali terjadi adalah semua orang yang berada di sana berbicara dalam bahasa roh. Kisah Para Rasul 2:4 mengatakan bahwa pada hari Pentakosta, mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa lain sebagaimana ucapan yang Roh beri kepada mereka. Secara konsisten sepanjang kitab Kisah Para Rasul, itulah manifestasi dari kehadiran Allah ketika orang-orang menerima Roh Kudus.

1st evidence of HS'Tentu saja, ada lebih banyak lagi dari Roh Kudus selain daripada berbicara dalam bahasa roh, tetapi itu adalah salah satu manifestasi penting. 1 Korintus 14:13-14 mengatakan, “Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.” Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, roh Anda berdoa. Setelah Anda berbicara dalam bahasa roh, berdoalah agar Anda menafsirkannya sehingga pemahaman Anda akan menjadi berbuah-buah.

Saya bisa memberikan kesaksian pribadi saya sendiri bahwa ketika saya menerima baptisan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa roh, hal itu mengubah hidup saya secara dramatis. Saya percaya ketika saya dilahirkan kembali, Kristus datang untuk hidup dalam diri saya dan mendeposit segala sesuatu di dalam saya, tapi ketika Roh Kudus turun atas saya, itu mulai bermanifestasi kepada saya dan orang lain. Ada beberapa hal yang terjadi. Tahun pertama saya berdoa dalam bahasa roh, pikiran saya bilang itu gila, bahwa semua yang saya lakukan itu hanya membuang-buang waktu. Butuh iman bagi saya untuk berdoa dalam bahasa roh, yang menjadi alasan Yudas 20 untuk mengatakan agar Anda membangun diri Anda dalam imanmu yang paling suci. Ini membawa Anda keluar dari pemikiran dan penalaran alamiah dan menempatkan Anda ke dalam dunia iman yang supranatural.

Hal lain yang saya alami adalah bahwa ketika saya berdoa dalam bahasa roh, orang yang saya tidak pikirkan selama bertahun-tahun akan datang ke ingatan saya. Saya akan mulai berdoa untuk mereka, dan dalam satu atau dua hari, mereka akan menghubungi saya dan saya akan mendapati bahwa sesuatu yang ajaib telah terjadi. Hal ini terjadi berkali-kali sampai saya akhirnya mulai untuk memahami hal-hal ini bersama-sama dan menyadari bahwa ketika saya sedang berdoa bahasa roh, saya berdoa dengan kebijaksanaan yang melampaui kemampuan mental saya. Roh saya yang tahu semua hal dan memiliki pikiran Kristus berdoa bagi orang-orang dengan cara yang saya tidak pernah bisa lakukan dengan pemahaman fisik saya sendiri.

Suatu hari saya berdoa dalam bahasa roh—seperti yang saya katakan, butuh iman bagi saya untuk berdoa dalam bahasa roh—dan saya berjuang melawan beberapa pemikiran seperti, Kamu bisa saja berbicara dalam bahasa Inggrismu dan melakukan beberapa kebaikan bukannya berbicara meracau begini. Saya harus berurusan dengan pikiran-pikiran ini dan menundukkannya, dan saya hanya berdoa terus. Seorang pria yang selama empat tahun sudah tidak saya lihat mengetuk pintu. Dia masuk, tidak menyapa atau mengatakan apa pun, duduk, dan mulai menangis dan mencurahkan perasaan hatinya karena ia memiliki banyak masalah. Saya duduk di sana berpikir, Wah, harusnya saya berdoa dalam bahasa Inggrisku. Pikiran saya berikutnya adalah, Bagaimana saya tahu berdoa untuk dia sementara saya sudah tidak bertemu dengan dia dalam empat tahun? Akhirnya, saya tersadar bahwa saya memang telah sedang berdoa, dan Tuhan telah mempersiapkan saya. Saya telah menjadi perantara bagi dirinya dengan cara yang saya tidak bisa lakukan jika saya berdoa dengan pemahaman saya. Tiba-tiba, sebuah pewahyuan mulai datang kepada saya dan saya mengatakan kepadanya, “Saya dapat memberitahu Anda apa masalah Anda.” Saya menyelesaikan ceritanya kepada dia dan memberinya jawaban.

Anda harus memahami bahwa ini terjadi dulu ketika saya berada di sebuah gereja denominasi. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi kepada saya dan saya juga tidak yakin. Ini menakutkan kami berdua. Tapi itu adalah kuasa Tuhan dalam manifestasinya, dan Dia menggunakannya secara supranatural. Itulah hal yang berarti ini: Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, itu adalah roh Anda berdoa. Roh Anda telah dilahirkan kembali, memiliki pikiran Kristus, dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Roh ini memiliki dorongan (pengurapan) dari Allah sehingga Anda tahu segala sesuatu, dan tidak ada batasan dalam roh Anda. Jika Anda bisa berjalan dalam kuasa dan pewahyuan roh Anda, itu akan mengubahkan kehidupan fisik Anda. Salah satu cara untuk melakukan hal itu, meskipun ini bukanlah satu-satunya cara, adalah dengan mulai berbicara dalam bahasa roh saja. Kenalilah dan percayalah bahwa ketika Anda melakukannya, Anda sedang membangun diri dalam imanmu yang paling suci, bahwa roh Anda mendoakan hikmat Allah yang tersembunyi, dan pewahyuan Allah yang sempurna [akan] sedang datang. Kemudian, menurut 1 Korintus 14:13, berdoalah agar Anda dapat menafsirkannya. Itu tidak berarti Anda harus berhenti berdoa dalam bahasa roh dan berdoa dalam bahasa Anda untuk menafsirkannya; itu hanya berarti pemahaman Anda menjadi berbuah-buah.

Jika Anda memberikan pesan dalam bahasa roh dalam kebaktian gereja, Anda harus berhenti dan menafsirkannya dalam bahasa Anda. Ketika Anda berdoa sendiri, apa yang saya lakukan adalah berdoa dalam bahasa roh dan percaya bahwa Tuhan sedang memberikan saya pewahyuan. Kadang-kadang sikap saya saja yang mengalami perubahan. Saya tidak memiliki suatu kata tertentu, tapi tiba-tiba saya melihat hal-hal dengan jelas dan memperoleh perspektif yang berbeda. Mungkin diperlukan waktu seminggu sebelum saya mendapatkan pewahyuan itu sepenuhnya, tapi saya percaya dalam waktu yang dihabiskan berdoa dalam bahasa roh dan percaya bahwa saya menafsirkan adalah suatu bagian dari pewahyuan itu.

1 Cor 14 5'Berbicara dalam bahasa roh itu adalah hal penting karena banyak alasan, tentunya lebih dari untuk membuktikan bahwa Anda sudah menerima Roh Kudus. Ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara untuk berkomunikasi secara langsung dari hati Anda kepada Bapa, melampaui otak Anda yang memiliki keraguan dan ketakutan. Berbicara dalam bahasa roh membangun Anda dalam iman yang paling suci dan melepaskan kebijaksanaan Allah yang tersembunyi. Saya hanya berdoa agar kalian semua akan dapat mengalir dalam hal ini, merilis iman Anda, dan menerima manfaat dari berbahasa roh sepenuhnya.

 

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Yudas 20. Apa manfaat besar yang diterima dengan berdoa dalam Roh Kudus?

2. Bacalah Kisah 2:4. Berapa banyak dari orang-orang itu yang dipenuhi Roh Kudus?

3. Bacalah Kisah 2:4. Apa yang mereka lakukan sebagai hasil menjadi dipenuhi?

4. Bacalah 1 Korintus 14:14. Apa bagian dari diri Anda yang berdoa ketika Anda berdoa dalam bahasa yang tidak dikenal?

5. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika seseorang berbicara dalam suatu bahasa yang tidak dikenal kepada siapakah ia berbicara?

6. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika seseorang berdoa dalam suatu bahasa yang tidak dikenal, apakah orang memahami apa yang dikatakan?

7. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika Anda berdoa dalam bahasa yang tidak dikenal, roh Anda sedang berbicara tentang apa?

8. Bacalah 1 Korintus 14:4. Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, Anda sedang melakukan apa?

9. Bacalah 1 Korintus 14:16. Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh Anda sedang melakukan apa?

 

* ⁂ *

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Yudas 20 – “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

Kisah Para Rasul 2:4 – “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

1 Korintus 14:14 – “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.”

1 Korintus 14:2 – “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

1 Cor 14 21 Korintus 14:4 – “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.”

1 Korintus 14:16 – “Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?”

 

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 16.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Sunday, May 24, 2015

Wallpaper / #Lukisan “#Pentecost for All #Nations” – gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper / Lukisan “Pentecost for All Nations” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Kita menyalahkan Tuhan seolah-olah Dia hanya datang dalam gelombang-gelombang, mencurahkan kuasa-Nya kemudian mengundurkan diri dan mengijinkan suatu generasi hanya menjadi layu. Itu bukan cara Tuhan beroperasi. Tuhan ingin setiap orang berjalan dalam kepenuhan-Nya!!

Bacalah artikel “Kepercayaan-kepercayaan Yang Salah” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

pentecosti-kosmosSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:
Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, May 23, 2015

#Wallpaper “Api #Roh #Kudus” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper “Api Roh Kudus” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Roh Kudus benar-benar hanya mengingatkan kita betapa kita benar dalam Kristus, betapa tidak berdayanya Setan, dan Dia mengingatkan orang-orang kafir bahwa mereka harus percaya pada Yesus!!

Bacalah artikel “Apakah Dosa yang Tidak Terampuni?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

Holy SpiritSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Sunday, May 17, 2015

#Kuasa #Kemitraan

proverbs_18_16Amsal 18:16 mengatakan, “Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.” Namun itu tidak berbicara tentang keterampilan, bakat, kemampuan, atau bahkan urapan. Dulu saya pikir begitu, malahan saya menggunakan ayat itu dengan cara tepat begitu sampai saya mulai mempelajarinya secara lebih rinci. Pada artikel ini, saya akan mengajar apa artinya yang benar dan bagaimana pemahaman itu dapat mengubah hidup Anda.

Dalam dua album pengajaran saya, Kekuatan Kemitraan, saya mengajar tentang banyaknya manfaat yang Anda terima ketika bermitra dengan pelayanan yang menjangkau dengan berita yang hampir-terlalu-baik-untuk-menjadi-benar. Saya menggunakan contoh Raja Daud yang menetapkan preseden yang memberikan orang-orang yang menjaga harta rampasan bagian yang sama dengan mereka yang benar-benar melakukan pertempuran. Kita belajar bahwa Filipi 4:19, yang mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus,” ditulis untuk orang-orang yang bermitra dengan Paulus dalam Injil dan memberi kepada pelayanannya secara teratur. Paulus menegaskan itu dalam 1 Korintus 16:2, di mana ia menulis, “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu”.

Para mitra yang Paulus sedang bicarakan itu adalah pemberi-pemberi sistematik dan terencana. Saya juga mengajarkan bahwa alasan Allah memakmurkan Anda adalah agar Anda dapat membangun kerajaan-Nya di bumi ini, dan jika Anda mengusahakan untuk membangun kerajaan itu, maka Dia akan memberikan aliran ilahi supernatural yang akan memenuhi semua kebutuhan Anda. Saya bisa menjanjikan Anda bahwa ketika Anda berdoa dan meminta arahan Tuhan dalam pemberian Anda dan kemudian menanggapinya, Dia akan mengurus kebutuhan keuangan Anda lebih baik secara tanpa sengaja dari pada yang Anda pernah mampu lakukan dengan sengaja. Ini semua adalah kebenaran yang kuat, tapi saya ingin menunjukkan aspek kemitraan yang saya percayai sangat sedikit orang Kristen mengerti.

Apa yang Alkitab maksudkan dengan mengatakan hadiah kita akan membuat ruang bagi kita dan membawa kita ke hadapan orang-orang besar?

Kata Ibrani yang diterjemahkan “hadiah” dalam Amsal 18:16, 19:6, dan 21:14 secara harfiah berarti “hadir.” Ayat-ayat suci itu tidak meninggalkan keraguan bahwa mereka tidak sedang berbicara tentang urapan atau memiliki perkenanan tapi tentang hadiah yang satu orang berikan yang lain. Amsal 19:6 menjelaskan bahwa “setiap orang bersahabat dengan si pemberi,” dan dalam 21:14 kita membaca bahwa “Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.” The New International Version menerjemahkan Amsal 18:16 begini, “Suatu hadiah membuka jalan bagi si pemberi dan mengantar dia ke hadapan Sang Agung.” Saya percaya kitab suci ini menggambarkan aspek yang sangat penting dari apa yang terjadi ketika Anda masuk ke dalam kemitraan dengan suatu pelayanan.

Mari kita lihat contoh ini dalam 1 Raja-raja pasal 10 yang berbicara tentang Salomo, orang paling bijaksana di muka bumi. Salomo meminta dari Tuhan suatu hal yang sangat tidak egois, itulah kebijaksanaan, agar ia bisa menjadi raja yang baik. Tidak hanya Tuhan memberikan apa yang dia minta, tetapi Dia juga memberinya apa yang dia tidak minta dan membuatnya sangat kaya. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa ia begitu kaya sehingga segala yang ia miliki terbuat dari emas, dan mereka bahkan tidak menggunakan perak; itu hanya dilemparkan di jalan-jalan (1 Raj 10:21). Itu memang kaya.

Ketenaran Salomo menyebar ke seluruh negeri, dan dalam 1 Raja-raja pasal 10:1-3, kita membaca,

“Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.”

Ratu Sheba begitu kewalahan oleh kerajaan dan kebijaksanaan Salomo yang benar-benar menakjubkan (1 Raj 10:4-5).

Dalam 1 Raja-raja 10:24 kita juga membaca bahwa semua raja di bumi mencari Salomo untuk hikmat dan restunya. Pikirkan tentang hal itu; Salomo adalah orang yang paling terkenal di dunia pada zamannya. Dia adalah penguasa kerajaan yang paling kuat dan makmur di dunia pada zamannya, dan semua orang di bumi mencari Salomo untuk perhatiannya sehingga mereka bisa meminta kebijaksanaan, memperoleh pendapatnya, dan menerima perkenanannya. Jadi dengan semua orang-orang ini saling bersaing untuk mendapat waktunya, mengapa dia memindahkan Ratu Sheba ke antrean depan dan menghabiskan begitu banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaan itu? Saya percaya itu hadiahnyalah yang membuatkan ruangan untuk dirinya, seperti yang Amsal 18:16 katakan, dan itu membawanya ke hadapan si orang besar.

Kita membaca bahwa dia sangat siap dan datang dengan banyak hadiah. Dia memberi raja 120 talenta emas (itu sekitar 145.000 ons dan untuk harga saat ini akan menjadi sekitar $ 44.000.000 nilai emas). Itu belum termasuk sejumlah besar rempah-rempah, suatu kelimpahan yang belum pernah terlihat sebelumnya, dan batu-batu mulia. Bukan keahlian, bakat, atau kemampuannya tapi hadiahnya yang besar yang membuatkan ruangan untuk dia dan menempatkan dia di antrean depan.

Jadi apa yang Ratu Sheba dapatkan dari ini? Segala sesuatu yang dia inginkan dan lebih banyak lagi. 1 Raja-raja 10:13 mengatakan,

“Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo.”

Tidak ada ruang dalam artikel ini untuk membuktikan matematikanya, tapi hadiah yang ratu berikan kepada Salomo hanyalah sebesar sepersepuluh dari satu kali pendapatan tahunan raja. Ketika Alkitab mengatakan raja memberinya karunia kerajaan, tidakkah Anda berpikir hadiah Salomo lebih besar dari hadiahnya? Ketika ratu berangkat pulang ke rumah, dia pergi dengan kekayaan yang lebih besar, lebih banyak kebijaksanaan, dan perkenanan raja teragung di bumi. Hadiahnya membuka pintu untuk berkat-berkat besar.

Apakah Ratu Sheba nampak egois untuk Anda? Apakah Anda berpikir bahwa semua kekayaan itu seharusnya diberikan kepada orang miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan bukan kepada orang terkaya di bumi? Saya yakin beralasan untuk berpikir bahwa ada saja semacam raja atau penguasa atau suku yang datang kepadanya dan memohon bantuan saat ia dalam perjalanan. Mungkin butuh ratusan unta untuk membawa hadiah-hadiah ini, sehingga perjalanannya bukanlah merupakan rahasia apapun. Anda tahu, itu bisa saja menjadi suatu perjalanan dalam rasa bersalah yang nyata saat ia melewati semua orang yang membutuhkan, tapi Sang Ratu mengerti prinsip yang sangat penting yang juga berlaku terhadap dukungan bagi suatu pelayanan pada hari ini.

Bila Anda memberi kepada pelayanan, itu bukan hanya apa yang mereka butuhkan, itu adalah apa yang Anda butuhkan juga!

_KING_SOLOMON_RECIEVES_QUEEN_OF_SHEBA_Raja Salomo tidak memerlukan kekayaan Ratu, tapi Ratu itulah yang membutuhkan kebijaksanaan dan restunya, dan pemberiannya membukakan pintu kepada hal-hal persis yang ia butuhkan. Dia mungkin berangkat pulang dengan lebih banyak kekayaan dari pada yang dia telah bawa, dan hanya memikirkan berapa banyak lagi dari berkat yang dia mungkin ada untuk orang-orang miskin dalam perjalanannya kembali. Ini adalah contoh yang bagus tentang bagaimana hal-hal bekerja di kerajaan Allah.

Bila Anda memberi kepada pelayanan, Anda tidak hanya memberkati orang-orang yang disentuh oleh pelayanan itu, tapi Anda memulai aliran supranatural keuangan Anda, dan Anda mengambil bagian dalam pengurapan dan berkat yang ada dalam kehidupan pelayan itu. Tidaklah buruk untuk menginginkan urapan yang ada di hidup saya atau pelayan lain. Alkitab mengatakan bahwa kita perlu menginginkan karunia rohani. Saya benar-benar percaya bahwa hal-hal yang beroperasi dalam hidup saya telah datang, sebagian tidak sepenuhnya, karena saya telah mendukung hamba-hamba Tuhan besar. Saya memberi dengan tujuan sambil mengatakan, “Tuhan, saya ingin menjadi bagian dari itu. Saya akan menabur bagian dari kehidupan saya ke orang ini dan ke dalam pelayanan itu dan dengan demikian membuka pintu yang memungkinkan berkat mereka mengalir ke arahku”. Ini tidak terjadi begitu saja secara otomatis; Anda harus memiliki iman. Tapi saya percaya bahwa Anda dapat mulai melihat hal-hal ini terjadi dalam hidup Anda seperti yang saya lihat dalam hidup saya, jika Anda mau mencampur iman dengan pemberian Anda.

Beberapa teman sangat baik dari Jamie dan aku, yang sudah kami kenal sejak sekitar tahun 1980, memiliki kesaksian besar yang akan menggambarkan apa yang saya tulis. Charlie dan Jill LeBlanc adalah salah satu pasangan paling diurapi dalam musik yang pernah saya dengar. Meskipun mereka selalu memiliki urapan yang kuat, mereka berjuang secara finansial pada awal pelayanan mereka. Karena itu, mereka membangun hati yang nyata untuk pelayanan kualitas lainnya dalam posisi yang sama. Mereka mengambil semua persembahan mereka dan memberikannya ke pelayanan-pelayanan yang lebih kecil di mana mereka merasa pemberian mereka benar-benar bisa membuat perbedaan.

Pemberian-pemberian mereka tentunya membuat perbedaan dalam kehidupan para pelayan ini dan orang-orang yang pelayanan ini sedang jangkau. Mereka juga mengalami aliran supranatural kemakmuran ilahi Allah datang ke arah mereka, tapi mereka masih kehilangan satu elemen yang sangat penting-mereka membutuhkan impartasi pengurapan dan berkat yang tidak mampu diberikan oleh orang-orang yang kepadanya mereka memberi. Ratu Sheba membutuhkan sesuatu yang teman-temannya tidak mampu berikan, jadi dia pergi ke satu yang bisa, Raja Salomo. Itu bukanlah keinginan egois semata; itu penting sehingga dia bisa lebih baik dalam memenuhi perannya sebagai ratu.

Tuhan mulai meyakinkan Charlie dan Jill tentang hal ini, dengan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mulai memberi ke pelayanan yang memberi mereka makan dan memiliki urapan yang mereka butuhkan. Sudah waktunya untuk memulai mengambil bagian dari berkat dan urapan yang ada pada kehidupan pelayan-pelayan lainnya. Sebagai tanggapan, mereka mulai memberi kepada orang-orang seperti Kenneth Copeland, Kenneth Hagin, Joyce Meyer, dan saya, semua pelayan yang sedang menyampaikan urapan dan berkat bagi hidup mereka.

Dalam waktu sekitar enam bulan mereka menerima telepon dari Dave dan Joyce Meyer, yang mengajak mereka untuk makan malam. Selama makan malam, Joyce meminta mereka untuk memimpin pujian dan penyembahan dalam seminar Firman mereka yang dia lakukan di seluruh Amerika dan seluruh dunia. Betapa besar berkat itu! Mereka sekarang melayani secara teratur kepada ribuan orang, dan pengurapan mereka telah meningkat secara proporsional. Bukanlah kebetulan bahwa pintu ini dibuka untuk mereka setelah mereka mulai memberi, dalam harapan akan mendapat peningkatan berkat dan urapan. Ini bukan untuk mengatakan bahwa Allah tidak menuntun kita untuk melakukan pemberian penuh kebajikan tanpa mengharapkan pamrih apapun, karena Dia melakukannya. Sama seperti Ratu Sheba, Charlie dan Jill bisa saja teralihkan oleh kebutuhan semua orang yang berjuang, tapi mereka tahu bahwa apa yang akan mereka terima dalam peningkatan pengurapan dan berkat akan memungkinkan untuk orang di sekitar mereka mendapatkan keuntungan dengan cara yang jauh lebih besar.

Sangat penting untuk memahami kuasa yang tersedia dalam kemitraan dan kemudian menempatkan kuasa itu untuk bekerja untuk Anda. Saya berdoa agar mata pemahaman Anda tercerahkan dan bahwa Roh Kudus telah memberikan kesaksian mengenai ajaran ini di dalam hati Anda, dan saya melepaskan berkat dan urapan hidup saya kepada Anda, mitra-mitra saya.

    

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya.

You can also read the original English article “The Power Of Partnership”.


Thursday, May 14, 2015

#Pelajaran Dari #Elia

Salah satu hal yang paling penting yang telah pernah Tuhan berbicara kepada saya diambil dari bagian Alkitab yang melibatkan nabi Elia. Setelah saya melihat apa yang ayat-ayat itu benar-benar katakan, itu terkait dengan banyak kebenaran lainnya bersama-sama dan membuat dampak besar pada hidup saya. Ini begitu sederhana sehingga setelah Anda melihatnya, Anda akan bertanya-tanya bagaimana sebelumnya Anda tidak pernah melihat itu.

Inilah yang dikatakan dalam 1 Raja-raja 17:2-4:

EliaKemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Penyediaan Elia tidak berada di mana dia tadinya berada; itu berada di tempat mana Allah telah menyuruhnya pergi! Ini sungguh dalam!

Beberapa dari Anda memperoleh kesan dari Allah untuk melakukan sesuatu. Mungkin Anda seharusnya memulai bisnis baru, membuat perubahan pekerjaan, pindah ke kota lain, pergi ke sekolah Alkitab, berbicara dengan seseorang, dll. Anda ingin melakukannya, tapi Anda menahan diri karena penyediaan belum ada. Anda mengatakan, “Tuhan, saya tidak bisa melakukan apa yang Engkau minta tanpa terlebih dahulu melihat penyediaan itu. Bagaimana saya bisa tahu semua hal ini akan berhasil.” Prinsip dalam 1 Raja-raja ini berlaku langsung ke situasi Anda. Allah mengirimkan penyediaan untuk kebutuhan Anda bukan di mana Anda sedang berada, tetapi ke tempat mana Dia menyuruh Anda untuk pergi! Pertanyaannya adalah, “Apakah Anda berada ‘disana’.” Beberapa dari Anda tidak mengalami penyediaan supranatural karena Anda tidak berada “disana.” Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda.

Dalam ayat 4, Tuhan berkata, “Aku telah memerintahkan gagak,” (penekanan saya), yang berarti Dia sudah berbicara kepada burung-burung gagak tersebut dan mereka sedang dalam perjalanan mereka ke tempat Elia seharusnya pergi.

I Raja-raja 17:5 mengatakan,

Lalu ia [Elia] pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
(Kurung dari saya)

Dengan kata lain, jika Elia tetap tinggal di mana dia berada, dia bisa saja berdoa dan berpuasa, sambil mengatakan, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menyediakan kebutuhan saya.” Tapi dia tidak akan melihat penyediaan Allah jika ia tidak pergi kemana Allah telah instruksikan.

Salah satu alasan kita tidak melihat penyediaan yang lebih besar dari Allah secara finansial, emosional, ataupun dalam keadaan-keadaan kita adalah karena kita tidak melakukan apa yang Tuhan telah katakan kepada kita untuk dilakukan. Kita memiliki perkataan dari Tuhan yang kita belum tindaki. Kita berada di tempat lain selain di tempat mana Dia telah menyuruh kita untuk berada.

Sekarang, ini adalah poin penting karena saya banyak berkhotbah tentang kasih karunia Allah. Saya berbicara bahwa bagaimana kasih karunia Allah adalah bagaimana Dia memberikan berbagai hal dan bahwa itu tidak didasarkan pada ketaatan atau kekudusan kita. Allah mengasihi kita tanpa bergantung pada kinerja kita – itu benar secara mutlak! Tapi apakah ini berarti menaati-Nya tidak penting. Justru sebaliknya. Saya percaya Tuhan memiliki rencana bagi hidup saya dan bahwa Dia memilih saya sejak dalam kandungan ibu saya dan menahbiskan saya untuk menjadi seorang nabi dan melayani. Saya percaya Dia memiliki hal-hal besar yang direncanakan bagi saya, hal-hal yang diperuntukkan bagi saya yang memiliki label nama saya padanya. Tapi jika saya tidak menaati, melangkah dan melakukan apa yang Dia katakan untuk saya lakukan, Tuhan masih akan menyediakan, tapi saya yang akan melewatkannya. Saya harus pergi ke “sana”. Saya tidak percaya Tuhan begitu saja membuat hal-hal menjadi terwujud; itu membutuhkan kerjasama dari pihak kita.

Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyakiti atau menuduh siapa pun, karena saya tahu bahwa beberapa dari Anda berpikir, Mungkin itu sebabnya hal-hal tidak berhasil dalam hidup saya – saya belum menaati apa yang Tuhan katakan untuk saya lakukan! Yah … itu sama sekali benar! Ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak akan memberkati Anda karena Anda tidak mendengarkan-Nya; tapi bahwa berkat-Nya itu ada “disana”! Jika alasan Anda tidak akan melangkah keluar karena Anda memiliki semacam bentuk “keamanan” tapi Anda sengsara dan hal-hal tidak berjalan dengan benar, saya mendorong Anda untuk melakukan apa yang Tuhan katakan untuk Anda lakukan.

Saya bermain football di SMA, dan apa yang saya bicarakan ini mirip dengan bagaimana seorang quarterback melemparkan bola ke seorang penerima yang waspada. Seorang quarterback tidak membuang bola ke tempat penerima itu berada; ia melemparkannya ke tempat penerima itu harus berada. Jika ia tidak melakukan itu, ia akan melewatkan si penerima. Demikian juga, Allah sedang memenuhi semua kebutuhan Anda – Dia sedang mengirimkan pasokan-Nya ke tempat yang Dia suruh untuk Anda berada.

Contoh lain mengenai hal ini adalah tentang calon-calon mahasiswa Alkitab kita. Tuhan berfirman kepada mereka dan mengatakan untuk datang ke sekolah Alkitab, tetapi mereka bergumul dengan itu karena mereka punya pekerjaan yang baik, rumah bagus, keluarga, dan teman-teman yang mereka tidak ingin tinggalkan. Keamanan dari hal-hal itu menahan mereka dari mengambil langkah iman karena mereka tidak melihat bagaimana Tuhan akan menyediakan. Tapi saya sudah melihat bahwa apa yang saya berbagi menjadi inspirasi ratusan orang. Dan ketika mereka sampai ke tempat mereka yang disebut “di sana,” mereka menemukan diri mereka dengan pekerjaan yang lebih baik dan rumah yang lebih baik, dan hal-hal menjadi berhasil. Seluruh hidup mereka berubah. Dan tidak akan ada cara untuk mengantisipasi hal ini sebelum mereka mengambil langkah iman itu. Saya katakan, ketika Anda keluar dari keraguan dan menuju ke tempat Anda yang disebut “di sana,” ketika Anda mulai melakukan apa yang Tuhan panggil untuk Anda lakukan, ada penyediaan supranatural. Ini adalah salah satu pelajaran besar dari kehidupan Elia.

elijah-ravens_detailMari kita lihat 1 Raja-raja 17:6:

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya percaya bahwa karena Allah telah memerintahkan gagak-gagak itu, jika Elia tidak taat, Allah akan masih setia untuk mengirim penyediaan kemana Dia menyuruhnya pergi. Saya percaya bahwa gagak ini akan membawa roti dan daging setiap pagi dan sore tapi itu semua akan menumpuk di samping sungai dan menjadi sampah. Elia bisa mati kelaparan meskipun Allah telah setia menyediakan kebutuhannya.

Berikut ini sesuatu yang lain untuk dipertimbangkan: Bagaimana Elia tahu untuk pergi ke tempat mana di sepanjang sungai Kerit. Jika sungai itu sepuluh mil panjangnya, ia bisa saja lima atau sepuluh mil jauhnya dari tempat gagak yang membawakan dia makanan. Gagak bisa terbang lebih cepat dari pada yang Elia bisa berjalan atau berlari. Saya yakin bahwa salah satu cara ia tahu ia berada di tempat yang tepat itu karena gagak sudah “ada” dengan roti dan daging. Ketika Elia melihat penyediaan yang Allah telah janjikan, itu adalah salah satu tanda bahwa ia berada di tempat yang tepat.

Hal yang sama akan berlaku bagi Anda ketika Anda melangkah. Anda harus mengambil langkah iman tanpa jaminan bahwa hal-hal akan bekerja. Dan kemudian Anda akan mulai melihat penyediaan Tuhan. Ini akan mengkonfirmasi bahwa Anda sedang menuju ke arah yang benar dan melakukan apa yang Dia katakan untuk Anda lakukan. Anda akan mampu mengatakan, “Adalah Tuhan yang mengatakan kepada saya untuk melakukan hal ini.”

Inilah bagaimana itu bekerja dalam hidup saya. Saya belum melihat penyediaan Allah secara kebetulan. Saya telah menerapkan apa yang 1 Raja-raja 17 bicarakan dan mengambil langkah-langkah iman kemana saya berada. Dan saya akan terus mengambil langkah-langkah iman. Yang harus Anda lakukan untuk memulai adalah mengambil langkah iman. Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda. Ini tidak selalu adalah suatu lokasi; Anda mungkin tidak harus mengubah tempat Anda tinggal. Itu bisa saja berupa perubahan sikap atau keputusan yang Anda butuh buat. Tetapi ketika Anda mengambil langkah iman dan mulai mengikuti apa yang Allah beritahu Anda lakukan, ada aliran penyediaan supranatural – tidak hanya keuangan, tetapi juga damai, sukacita, berkat, urapan, pengaruh, kekuasaan, dan otoritas – yang Anda tidak bisa duplikasi dengan semua usaha manusia Anda. Semua hal-hal semacam ini mengikuti kepatuhan terhadap firman Tuhan.

Anda dapat melihat kehidupan Elia; ia bukanlah siapa-siapa sebelum ia mendengar firman dari Tuhan dan bertindak di atasnya. Tapi kemudian – boom – setelah ia melangkah keluar dalam iman, ia menjadi sosok yang dominan di bangsa itu. Dia diberkati, keajaiban-keajaiban mulai terjadi, seseorang dibangkitkan dari antara orang mati, dan suatu kebangunan rohani terjadi. Anda harus menemukan tempat Anda yang disebut “disana” dan kemudian berada di sana! Ini tidak boleh tidak. Saya beritahu Anda, ini bisa mengubah hidup Anda jika Anda mau bertindak di atasnya.

Elia mt-carmel

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya.

You can also read the original English article “Lessons From Elijah”.


Sunday, May 10, 2015

#Wallpaper / #Poster “Mat 28:19” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper / Poster “Mat 28:19” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Gereja berbasis anugerah tidaklah malas atau pasif tetapi sebaliknya kasih karunia Allah menyebabkan kita “bekerja lebih keras” (1 Kor 15:10). Pelayanan kita adalah untuk memberikan berita pendamaian kepada dunia bahwa “Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus.” [2 Kor 5:19]!!

Bacalah artikel “Beberapa Ciri Pemercaya Kasih Karunia” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

GO_0007_Group-1Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Friday, May 8, 2015

“Usut TKP” #YERUSALEM: Siapa yang #Membunuh #Ananias dan #Safira?

investigateApakah Ananias dan Safira dibunuh oleh Roh Kudus sebagaimana banyak orang mengklaim (Kisah 5:1-11)? Nah, bagian itu bahkan tidak “secara harfiah” mengatakan bahwa Allahlah yang telah membunuh mereka, jadi kita harus melihat lebih dekat bagian tersiratnya untuk melakukan investigasi kejadian yang adil mengenai penyebab sebenarnya dari kematian mereka.

Petrus bertanya kepada Safira dalam bahasa Yunani literal di ayat 9, “Mengapa kalian berdua setuju untuk menekan Roh?” (Studi Kata Yunani-Inggris Perjanjian Baru, Paul R. McReynolds, Tyndall, hal. 441 (1999)). Dengan kata lain, mengapa kalian berdua mendorong pergi hadirat pelindung Allah? Implikasinya jelas kemudian bahwa Iblislah pelakunya di sini, bukan Tuhan. Iblis “memenuhi hati mereka” untuk berbohong, maka Ananias dan Safira memadamkan hadirat pelindung Allah dengan dosa mereka, lalu Iblis mengisi kekosongan dalam hati mereka dengan kutukan yang menindas, dan mereka berdua meninggal.

Terjemahan interlinear McReynolds dari 1 Korintus 10:9 menggambarkan dinamika yang sama. “Dan janganlah kita MENEKAN Tuhan, seperti TEKANAN yang telah dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.” Terjemahan Interlinear dapat sedikit canggung untuk telinga kita, namun sering memberi kita emas pemahaman teks Kitab Suci yang lebih baik.

Apakah Anda melihat apa yang bagian Kisah Para Rasul ini sekarang jelaskan? Pengabaian dan ketidakpercayaan yang merajalela oleh Ananias dan Safira kepada Allah, dikombinasikan dengan ketakutan mereka terhadap keadaan mereka, semua bergabung untuk melakukan hal berikut. Mereka telah menekan HADIRAT pelindung KRISTUS, DAN DIHANCURKAN OLEH IBLIS. Dan bagaimana Iblis begitu saja membunuh mereka? Di bawah ini, kita akan melihat bahwa Iblis menggunakan senjata favoritnya — ketakutan dan penuduhan – untuk membunuh kedua orang menyedihkan ini.

Tapi, bagaimana kita tahu bukan Tuhan yang membunuh mereka? Karena Ibrani 2:14-15 mengatakan Iblislah yang memiliki kuasa kematian, bukan Tuhan. Yohanes 10:10 mengatakan Iblislah yang membunuh manusia, bukan Tuhan. 1 Korintus 5:5 mengatakan Iblislah yang menghancurkan daging manusia, bukan Tuhan.

Dan sebenarnya, bagian ayat itu tidak mengatakan siapa yang benar-benar membunuh mereka, tapi mereka sendiri “menyerahkan nyawa” (spirit) SETELAH mendengar kata-kata penghukuman Petrus. Mungkin saja bahwa mereka sedemikian ketakutan akan kata-kata Petrus sehingga mereka begitu saja menyerah terhadap keinginan mereka untuk hidup.

Kita semua tahu atau telah mendengar tentang orang-orang yang menyerah dalam keputusasaan akan hidup, beberapa orang secara bertahap, beberapa orang lain dalam waktu singkat. Beberapa “menyerah akan roh mereka” karena patah hati, atau penyakit atau bencana yang akan datang. Mungkin mereka begitu khawatir tentang dosa mereka karena itu adalah salah satu dari masa awal gereja, dan mereka pikir itu mungkin tidak dapat dimaafkan.

Dengan kata lain, tampaknya Annanias dan Safira terhukum sampai mati. Tapi apakah ini kehendak Tuhan? Apakah itulah yang terbaik dari Tuhan? Apakah Petrus menunjukkan kepada mereka kasih karunia yang sama yang ia sendiri telah terima ketika ia mengkhianati Tuhan tiga kali dalam semalam? Bagaimana jika seseorang dalam otoritas kerasulan, Yakobus atau Yohanes misalnya, mengatakan kepada Petrus untuk pada dasarnya “jatuh mati” di tengah kesadaran dosanya, mungkinkah ia juga telah akan menyerah akan rohnya?

Apakah Petrus mengulurkan kasih karunia Allah kepada mereka untuk TIDAK memperhitungkan dosa ini ke atas mereka, seperti yang Yesus lakukan, seperti yang martir Stefanus lakukan, atau apakah ia bahkan mencoba untuk melayani mereka kepada pertobatan, untuk menasihati mereka, untuk berdoa bagi mereka, untuk bersyafaat bagi mereka, untuk meletakkan tangan mereka agar diampuni dan disembuhkan, atau salah satu dari praktek lain yang Kitab Suci dan kemudian Gereja sarankan?

Bagaimana dengan bagian ayat ini? “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Galatia 6:1.

Mengapa, dalam nama Yesus, kesempatan untuk bertobat TIDAK ditawarkan kepada Ananias dan Safira dalam situasi ini oleh Petrus?

Matius 18:15-17 memerintahkan kita bagaimana PERTAMA-TAMA pergi secara pribadi ke salah satu orang yang tertangkap dalam suatu pelanggaran, LALU untuk pergi bersama saksi lain jika koreksi pribadi tidak diterima oleh orang itu, dan hanya SETELAH ITU untuk membawanya kepada konfrontasi secara umum jika orang tersebut tetap tidak bertobat. Dan bahkan kemudian, hukuman yang lebih buruk adalah ekskomunikasi, BUKAN pembunuhan.

Apakah Anda mengerti? Cara Allah adalah untuk menghadapi suatu dosa DENGAN tujuan restorasi dan pertobatan dari orang berdosa itu, BUKAN eksekusi cepat. Mengapakah dinamika kasih karunia ini tidak diikuti?

Apakah roh dari bagian ayat-ayat pengampunan yang baru saja dikutip di atas ini diikuti oleh Petrus? Tidak, Petrus nampak dengan cepat dan segera menuduh mereka, setelah itu ia pada dasarnya melangkah keluar begitu saja dan membiarkan Iblis mendapat mereka. Jika berbohong kepada Roh Kudus dengan menahan beberapa sumber daya kita benar-benar mengamanatkan eksekusi langsung Roh Kudus, maka berapa banyak dari kita yang masih akan berdiri? Berapa banyak dari kita bukan seharusnya sudah lama akan dieksekusi? Mungkin inti moral dari bagian ayat ini adalah lebih mengenai kurangnya kasih karunia Petrus daripada mengenai kurangnya iman Annaias dan Safira.

Petrus tidak sempurna. Dia dikenal cepat terpicu ketika datang kepada kemarahan atau frustrasi. Dia dengan cepat menggunakan pedang fisik untuk memotong telinga seorang tentara yang mendekat. Dia juga cepat menggunakan pedang verbal, seperti ketika ia mengatakan kepada Simon si tukang sihir untuk binasa di tempat itu juga bersama-sama dengan uangnya. Mungkin, demikian juga Petrus di sini cepat untuk menusukkan dorongan pembunuhan di sini kepada Ananias dan Safira.

Galatians-2.11-13Jika Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus (Galatia 2:11) untuk kesalahan spiritual yang mungkin, bukankah seharusnya kita juga punya keberanian jika, tentu saja, Roh Kudus memimpin?

Tapi, bukankah ketakutan yang besar datang kepada gereja di dalam kesadaran akan kematian-kematian ini? Dapat diperdebatkan bahwa “ketakutan besar” yang datang pada gereja dalam kesadaran akan kejadian ini, dan penyembuhan orang sakit berikutnya dari bayangan Petrus, datang lebih dari orang-orang yang secara salah, secara berlebihan dan dengan takut meninggikan Petrus bukannya melalui pemberlakuan iman yang murni dalam Kristus.

Jika kita, sebagai bagian dari tubuh gereja muda dan tanpa pengalaman, melihat seorang pemimpin yang dihormati seperti Petrus muncul untuk menanamkan rasa takut sedemikian dimana orang-orang jatuh dan mati, benar-benar ketakutan dan terhukum sampai mati, maka kita juga mungkin mulai mengidolakan “bayangan” nya. Kehadiran, perkataan dan opininya mungkin menggantikan atau mengambil alih iman kita kepada Yesus. Kita mungkin mengubah Petrus menjadi seorang Paus duniawi, mencium cincinnya, menyembah bayangannya, dll. Jika orang mendapat kesembuhan yang sah dari pelayanan Petrus, itu adalah terlepas dari kemarahan Petrus, bukan karenanya.

Dan di sini ada pemikiran lain. Jika penafsiran umum itu benar bahwa Allah menyuruh Petrus mengecam Ananias dan Safira sampai mati karena menyembunyikan kebenaran dan sumber daya dari Roh Kudus, maka sejarah Gereja seharusnya penuh dengan orang-orang Kristen terkenal yang juga secara lisan menjatuhkan dan membunuh berjuta-juta orang yang telah, pada satu atau lain waktu, menahan kebenaran atau sumber daya dari Allah sejak kejadian Ananias dan Saphira. Bahkan, kita seharusnya masih melihat orang-orang secara rutin mengeksekusi sebagai bagian normal dari pertemuan-pertemuan dan disiplin Gereja.

Tapi, itu tidak terjadi.

Jadi sekali lagi, ketika Petrus muncul sedikit terlalu cepat menarik pelatuk untuk memberitahu orang-orang untuk “jatuh mati” karena pemberontakan mereka (Safira dan Simon dalam Kisah 5 dan 8), haruskah kita bersedia untuk menahan tindakannya jika hati nurani kita memaksa kita?

Apakah kita mengikuti Roh Kudus atau Petrus? Yesus atau Petrus? Jujur saja saya tidak bisa melihat Yesus berkata kepada siapa pun untuk jatuh mati di tempat. Itu bukan cara Dia bergerak. Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi mereka, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, berkatilah musuh Anda dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan Anda. Tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu.

the other cheekDan jangan salah paham, saya menyukai Petrus, tetapi apakah kita harus menganggap dia sempurna dalam setiap urusannya? Sudah pasti Paulus tidak.

Tak satu pun dari kita yang sudah sempurna dalam pelayanan kemurahan Allah. Setelah memberitahu Simon untuk “binasa” bersama uangnya, Simon meminta Petrus untuk berdoa baginya agar hal-hal yang Petrus katakan itu tidak terjadi padanya. Tapi, Alkitab diam, apakah Petrus memang kemudian berdoa untuknya. Saya harap dia melakukannya. Saya pasti akan menentang Petrus jika ia tidak melakukannya dalam perkara itu. Yesuslah model kita, bukan Petrus.

Dapat dimengerti bahwa Gereja yang masih bayi itu mungkin kurang dalam toleransi dan kesabaran dari pada kelompok orang percaya yang lebih matang dan berpengalaman. Saya tahu ketika saya baru saja lahir baru dan sungguh-sungguh dalam Roh, tingkat toleransi saya terhadap ketidakpercayaan orang lain itu kecil. Saya dulu pasti sama tegas dan garangnya seperti Petrus. Tapi, dengan waktu dan kedewasaan, dan setelah menderita melalui banyak kegagalan menyedihkan saya sendiri, kesabaran saya untuk kekurangan, dosa dan kegagalan orang telah meningkat secara eksponensial. Saya tidak lagi menarik pelatuk kecaman secepat saya dulu.

Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus ketika Petrus salah (Galatia 2:11). Mungkin KITA harus “berterus-terang menantang” Petrus dalam bagian ayat ini juga. Tapi terlepas dari itu, ada satu hal pasti. Bukan Tuhan yang membunuh Ananias dan Safira. Iblislah yang melakukannya. Iblis pasti mengerjakan kebohongan dan kutukan yang melumpuhkan dalam hati mereka, dan mungkin dalam pengerasan hati Petrus terhadap mereka juga yang menahannya dari memberikan pelayanan kasih karunia pelindung. Tapi, Iblislah pembunuh sejati di sini dalam cara apapun Anda melihatnya.

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: “CSI” Jerusalem: Who Murdered Ananias and Sapphira?

Dapatkanlah juga dua pengajaran audio (bahasa Inggris) gratis dari Richard yang pantas untuk didengarkan mengenai masalah Ananias dan Safira:
– Bagian pertama dimulai pada tanda 07:50 rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C4
– Bagian kedua dimulai segera pada rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C6


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts