Showing posts with label Injil. Show all posts
Showing posts with label Injil. Show all posts

Saturday, October 10, 2015

Level 1 Pelaj. 9 – Identitas Dalam Kristus (Bagian 1)

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ungkapan “di dalam Kristus” adalah istilah yang digunakan lebih dari 300 kali dalam Perjanjian Baru, selalu mengacu pada hubungan penyatuan vital dengan Allah. Begitu hal itu terjadi, Anda menjadi suatu [makhluk] ciptaan (creature) baru. Beberapa terjemahan benar-benar mengatakan “suatu [hasil pen]ciptaan (creation) baru.”

anotherflower6Ini mengarahkan kita ke persoalan kritis yang saya percaya sangat penting untuk memahami identitas baru Anda dalam Kristus: Ini tidak terjadi di alam fisik. Ini tidak berbicara tentang tubuh fisik Anda, untuk mengatakan bahwa tubuh Anda sepenuhnya berubah, bahwa penampilan Anda berubah. Jika seseorang gemuk sebelum mereka diselamatkan, mereka masih akan menjadi gemuk setelah itu, kecuali mereka melakukan diet. Ini juga tidak berbicara tentang bagian mental atau emosional Anda -apa yang kebanyakan orang anggap sebagai “diri mereka” yang nyata. Jika Anda tidak terlalu pintar sebelum Anda diselamatkan, Anda tidak akan menjadi terlalu pintar setelah Anda diselamatkan, tapi Anda masih akan memiliki banyak kenangan dan pikiran yang sama.

Ada suatu bagian ketiga, dan dengan proses pembersihan menurut ayat ini, itu seharusnya menjadi bagian dari diri kita yang berubah – roh manusia kita. Suatu ayat Alkitab yang memverifikasi hal ini adalah 1 Tesalonika 5:23 di mana Paulus berdoa untuk jemaat Tesalonika, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Ayat itu menunjukkan bahwa kita memiliki roh, jiwa, dan tubuh. Bagian tubuh sangat jelas. Ini adalah bagian dari kita yang terlihat, pribadi luaran kita. Kita semua menyadari bahwa ada bagian lain yang melampaui itu; emosional, bagian mental kita; yang Kitab Suci sebut sebagai jiwa (atau nyawa). Kita tahu bahwa meskipun seseorang mungkin tidak secara fisik menyentuh Anda, mereka dapat menyentuh Anda dengan kata-kata mereka, baik dengan cara yang positif ataupun negatif. Kebanyakan orang selaras dengan bagian fisik dan jiwani mereka, tetapi menurut Alkitab ada suatu bagian lain yaitu roh.

Roh adalah bagian dari kita yang berubah dan baru setelah saat keselamatan. Inilah sebenarnya bagian yang memberi hidup. Yakobus 2:26 mengatakan, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” Itu menunjukkan bahwa roh itulah sebenarnya yang meniupkan kehidupan ke dalam tubuh fisik kita. Ini adalah tempat dari mana hidup kita berasal. Dalam Kejadian 2 ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, tubuh Adam itu sudah selesai, tapi nanti kemudian Allah meniupkan nafas kehidupan ke dalam dia. Kata “bernapas” (atau meniup) dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama ini adalah kata yang sama persis yang kita gunakan untuk napas, dan itu diterjemahkan sebagai “roh” di bagian-bagian lain. Allah menciptakan tubuh fisik dan jiwani pribadi Adam, tapi kemudian Dia meniupkan ke dalam dia nafas kehidupan dan ia menjadi suatu jiwa yang hidup. Roh adalah bagian dari kita yang memberi hidup.

Sebelum saat keselamatan, sebelum seseorang membuat suatu komitmen total hidup mereka dan Tuhan yang masuk ke dalam mereka, roh di dalam diri mereka mati. Efesus 2:1 (AV) mengatakan, “Kamu telah dibangkitkan [dibuat hidup], yang dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu (tanda kurung dari saya). Kita tahu bahwa kita masih hidup sebelum kita dilahirkan kembali, tetapi kata “mati” itu berbicara tentang spiritual.

Kematian dalam Alkitab tidak berarti berhenti untuk eksis, sebagaimana sebagian orang zaman ini berpikir begitu. Secara harfiah kematian berarti “pemisahan.” Ketika seseorang meninggal secara fisik, mereka tidak berhenti ada. Alkitab mengajarkan bahwa mereka akan pergi ke hadirat Tuhan atau ke hadirat neraka. Jiwa dan roh itu masih terus hidup, tapi ada pemisahan dari tubuh fisik yang mati dan membusuk.

Ketika Kejadian 2:17 mengatakan pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati,” itu tidak berarti mereka akan mati secara fisik melainkan secara spiritual, bahwa mereka menjadi terpisah dari Allah. Roh, bagian yang Tuhan nafaskan ke dalam diri kita, yang benar-benar memberikan kehidupan dan motivasi itu, menjadi terpisah dari kehidupan supernatural Allah … hidup-Nya yang kudus dan lengkap … apa yang Alkitab sebut sebagai hidup “zoe” atau “hidup dalam suatu arti yang mutlak atau berkelimpahan.” Keberadaan manusia kemudian mulai merosot. Dia masih berfungsi, tapi ia berfungsi secara independen, terpisah dari Allah. Itulah apa yang benar-benar menyebabkan semua masalah dalam hidup kita … semua stres emosional kita.

Ketika seseorang datang kepada Tuhan, mereka menerima roh yang baru dan dilahirkan kembali, yang merupakan istilah yang digunakan Yesus dalam Yohanes 3:5. Dengan cara yang sama seseorang lahir secara fisik dengan suatu roh, jiwa, dan tubuh, ketika ia dilahirkan kembali, ia menerima Roh Kristus. Galatia 4:6 mengatakan, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” Allah secara harfiah menempatkan Roh-Nya ke dalam diri kita, dan kita sekarang memiliki suatu kualitas hidup baru, suatu identitas baru, dan merupakan seorang yang sama sekali baru dalam roh kita.

sons of GodKehidupan Kristen sesudah itu adalah belajar dalam bagian soulish (jiwani) Anda, di alam mental, apa yang telah terjadi dalam roh Anda. Kebenarannya adalah, sepertiga dari keselamatan diri Anda telah selesai ketika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Roh Anda menjadi benar-benar berubah. Ini adalah roh yang sama persis yang Anda akan miliki sepanjang kekekalan. Roh itu sudah memiliki kasih, sukacita, damai sejahtera, dan dipenuhi oleh kehadiran Allah. Tidak ada kekurangan atau ketidakcukupan dalam roh Anda, tetapi Anda harus memahaminya, itulah alasan mempelajari Firman Tuhan sangat penting untuk kehidupan Kristen. Anda adalah orang yang benar-benar baru, tapi sampai Anda mendapatkan pengetahuan itu, [jiwa] Anda tidak akan berubah. Kemenangan dalam kehidupan Kristen datang ketika Anda dapat memandang ke dalam Firman, yang adalah Roh dan kehidupan, melihat siapa diri Anda, melihat apa yang telah Allah selesai lakukan, dan mulai mempercayainya.

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah 2 Korintus 5:17. Jika seseorang berada di dalam Kristus, mereka adalah apa?

2. Bacalah 2 Korintus 5:17. Apa yang terjadi dengan hal-hal lama?

3. Bacalah 2 Korintus 5:17. Hal apa yang telah menjadi baru?

4. Bacalah Efesus 2:1. Apa kondisi Anda sebelum Anda dilahirkan kembali, atau dibuat menjadi hidup?

5. Bacalah Efesus 2:2. Sebagai seorang yang tidak percaya, bagaimana Anda berjalan, atau hidup?

6. Bacalah Efesus 2:3-5. Tuhan kaya akan apa?

7. Bacalah Efesus 2:4. Mengapa Tuhan begitu berbelas kasih?

8. Bacalah Efesus 2:5. Apa yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita masih mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa?

9. Bacalah Efesus 2:5. Bagaimana Allah menyelamatkan kita?

10. Bacalah 1 Korintus 6:9-10. Dapatkah Anda terhubung dengan salah satu deskripsi di daftar ini?

11. Bacalah 1 Korintus 6:11. Apakah kata “dahulu” itu adalah kondisi di masa lalu, sekarang, atau masa depan?

12. Bacalah 1 Korintus 6:11. Ketika Anda “dilahirkan kembali,” apa tiga hal yang terjadi padamu?

13. Bacalah 1 Korintus 6:11. Apakah ini adalah kondisi masa lalu, sekarang, atau masa depan?

14. Bacalah 1 Korintus 6:17. Dia yang menyatukan dirinya kepada Tuhan adalah ___________________ dengan Dia.”

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan

2 Korintus 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Efesus 2:1 – “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.”

Efesus 2:2 – “Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”

Efesus 2:3-5 – [3] Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. [4] Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, [5] telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  —  “.

1 Korintus 6:9-10 – [9] Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, [10] pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

1 Korintus 6:11 – “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”

1 Korintus 6:17 – “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (“But he that is joined unto the Lord is one spirit.”)
satu roh dg Kristus

♔  ✞  ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 9.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1 Yohanes 5: 11-12 – [11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 8, 2015

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap

Daftar Pelajaran Level 1 :

  1. da2Hidup Kekal
  2. Keselamatan oleh Kasih Karunia
  3. Kebenaran oleh Kasih Karunia
  4. Hubungan dengan Tuhan
  5. Sifat Allah
  6. Pertobatan
  7. Komitmen
  8. Baptisan Air
  9. Identitas dalam Kristus (Bagian 1)
  10. Identitas dalam Kristus (Bagian 2)
  11. Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa
  12. Integritas Firman Allah
  13. Tuhan Tidak Bersalah
  14. Kuasa Kehidupan yang Dipenuhi Roh
  15. Cara Menerima Roh Kudus
  16. Manfaat Berbicara Dalam Bahasa Lidah


Daftar Pelajaran Level 2:

  1. Keberpusatan Diri Sendiri: Sumber Segala Duka
  2. Cara Merenungkan Firman Tuhan
  3. Pembaharuan Pikiran
  4. Pentingnya Gereja Kristus
  5. Pelepasan
  6. Wewenang Orang Percaya
  7. Penyembuhan ada dalam Penebusan
  8. Hambatan terhadap Penyembuhan
  9. Mengampuni Orang Lain
  10. Pernikahan (Bagian 1)
  11. Pernikahan (Bagian 2)
  12. Jenis Cinta Allah (Bagian 1)
  13. Jenis Cinta Allah (Bagian 2)
  14. Keuangan (Bagian 1)
  15. Keuangan (Bagian 2)
  16. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Doa Anda Tampak Tidak Terjawab

 

Daftar Pelajaran Level 3:

  1. Aliran Ilahi
  2. Menggunakan Karunia Untuk Melayani
  3. Mujizat-mujizat Memuliakan Tuhan
  4. Kuasa Hubungan-hubungan yang Ilahi
  5. Penganiayaan
  6. Sang Raja dan Kerajaan-Nya
  7. Objek Iman yang Menyelamatkan
  8. Penggunaan yang Tepat akan Hukum Allah
  9. Tidak Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia
  10. Bukan Kesadaran Dosa Lagi
  11. Saya Dikasihi, Saya Indah
  12. Buah Keselamatan (Bagian 1)
  13. Buah Keselamatan (Bagian 2)
  14. Panggilan Untuk Pemuridan
  15. Cara Menggunakan Kesaksian Anda
  16. Menggunakan Karunia-karunia Setiap Orang Untuk Memuridkan

Discipleship

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

 


Tuesday, May 19, 2015

Implikasi dari #Waktu

Mari kita bergembira dalam spekulasi yang mencengangkan tentang implikasi dari “waktu.”
Mari saya mulai dengan pertanyaan.
Dari sudut pandang Allah:
– Kapan Adam berjalan dengan Tuhan?
– Kapan Abraham mengenali Allah adalah sahabat-Nya?
– Kapan Musa bertemu Tuhan dalam semak yang terbakar?
– Kapan Daud menari di depan tabut kehadiran Tuhan?
– Kapan Yesus dibangkitkan oleh kehadiran Tuhan?
– Kapan Anda pertama kali mengenal Allah sebagai Abba Anda?

Jawabannya adalah bagi Allah, semua peristiwa ini terjadi ….. SEKARANG. Atau dengan cara yang lebih baik, mereka semua sedang terjadi SEKARANG.
Untuk Tuhan, SEMUA peristiwa terjadi secara bersamaan. Mengapa? Karena dengan menggunakan frase Kurt Vonnegut, Allah “tidak mandek dalam waktu.”

time-eyeInilah sebabnya mengapa kita diperingatkan, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.” 2 Petrus 3:8. Waktu untuk Allah semata-mata BUKANLAH hal yang sama seperti waktu untuk manusia.

Ini juga menjelaskan mengapa Yesus, sebagai Anak Domba Allah, telah disembelih sejak penciptaan dasar bumi. Alkitab mengatakan Allah berhenti pada hari ketujuh dari SEMUA pekerjaan-Nya KARENA Dia mengalami semua manusia untuk semua waktu dan semua peristiwa secara bersamaan.

“Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih sejak dunia dijadikan. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Wahyu 13:8-9, NKJV.

“Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.” Ibrani 4:3.

Game over, bung.

Ini seperti permainan catur di mana Tuhan membuat semua gerakan-Nya dalam satu giliran. Apa yang tampaknya seperti satu linier, “satu-langkah-dalam-satu-waktu,” permainan di mana Allah bergerak pertama, KEMUDIAN kita bergerak, KEMUDIAN Dia bergerak, adalah sebenarnya satu gerakan permainan tunggal bagi Tuhan.

Inilah prinsip simultanitas. Ini benar-benar memperlihatkan predestinasi linear sebagai suatu cacat karena Allah tidak bergerak dalam waktu linier. Seperti lintasan lari dengan jalur yang berdekatan, kita tidak berjalan di depan Abraham atau Musa, tetapi di samping mereka, setidaknya dari perspektif Allah. Gunung transfigurasi mengungkapkan lintasan lari ini ketika Musa dan Elia secara bersamaan muncul di sebelah Yesus dalam bentuk fisik.

Jadi, itu bukan soal pra-tujuan melainkan pasca-tujuan. Permainan ini “mulai” maupun “selesai” pada saat yang sama. Allah sedang membimbing semua ciptaan kembali kepada-Nya, beberapa mengambil rute waktu lebih lama dan beberapa lebih pendek berdasarkan respon masing-masing, tapi semua juga di mata Tuhan SUDAH duduk dengan Dia SEKARANG di sorga. Jadi, Allah secara bersamaan mengalami kejatuhan kita, pembaharuan kita dan pemuliaan kita semua pada saat yang bersamaan.

“Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,” Yesaya 46:9-10.

isaiah-46-9-10-religion-hd-wallpaper-1920x1200-3641Sementara beberapa teolog tidak setuju dengan pemahaman terhadap waktu yang ini, beberapa teolog terkenal sudah pasti setuju.

“Tuhan tahu semua kejadian dalam satu tindakan kohesif tunggal kesadaran, yang kontras dengan bentuk-bentuk terbatas yang diketahui mungkin bagi makhluk ciptaan yang berada di bawah persyaratan waktu (Yohanes 17:24; Efesus 1:4; 2 Timotius 1:9). Kemahatahuan Ilahi berarti bahwa Allah menggenggam semua waktu seolah-olah itu adalah satu keutuhan – sekarang: ‘Bagi Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari’ (2 Petrus 3:8; Mazmur 90:4). Cara Tuhan dalam mengalami waktu adalah dalam simultanitas radikal di mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan saling berpadu tanpa dipenjarakan sebagai pikiran-pikiran yang terbatas dalam iring-iringan gerakan dari masa lalu ke masa kini ke masa depan.

Tidak seperti manusia fana yang hidup dalam waktu, Tuhan selalu telah ada (Kejadian 21:23) dan akan ada (Ulangan 5:23). Tetapnya Tuhan “tidak berubah seperti pergeseran bayangan” (Yakobus 1:17). Allah merangkul waktu dalam pemahaman sepenuhnya, sedangkan kita mengalami waktu hanya dalam mode berlalunya yang menghilang secara konstan. Melalui doa oleh kasih karunia orang percaya berpartisipasi dalam pelukan pengetahuan Allah akan waktu.

Waktu adalah bagian dari susunan yang telah diciptakan, yang berbeda dengan esensi ilahi. Dengan dunia, waktu diciptakan. Sebelum ada waktu, tidak ada satupun selain Allah. Oleh karena itu tidak ada waktu ketika Engkau belum menciptakan apa-apa, karena Engkaulah yang menciptakan waktu sendiri” (Agustinus, Conf. 11.14). Kehidupan kekal menunjuk kepada suatu kehidupan yang beregenerasi untuk pantas hidup di hadapan Allah yang hidup dan kekal (Yohanes 5:24) Thomas C. Oden, A CLASSIC KEKRISTENAN: A SYSTEMATIC THEOLOGY, HarperOne, pp 825-826 (1992).

“Karena Allah hidup dalam suatu masa kini yang kekal, Dia tidak memiliki masa lalu dan masa depan. Ketika kata-kata penunjuk waktu muncul dalam Kitab Suci, kata-kata itu merujuk ke waktu kita, tidak ke waktu-Nya. Ketika keempat makhluk di hadapan tahta itu berseru siang dan malam, “Kudus, kudus, kudus, Tuhan Allah Yang Mahakuasa, yang telah ada, dan yang ada, dan yang akan datang,” mereka mengidentifikasi Allah dengan aliran kehidupan makhluk ciptaan dengan tiga bentukan kata waktu yang akrab; dan ini adalah benar dan baik, karena Allah telah secara berdaulat menghendaki demikian untuk mengidentifikasi diri-Nya. Tapi karena Allah tidak diciptakan, Dia sendiri tidak dipengaruhi oleh rangkaian perubahan berturut-turut yang kita sebut waktu.” AW Tozer, THE KNOWLEDGE OF THE HOLY (PENGETAHUAN DARI YANG KUDUS).

“..Akulah Allah .. yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,” Yesaya 46:9-10.

“Nunc fluens facit tempus, nunc Stans facit aeternitatem. Masa kini yang berlalu menghasilkan waktu, masa kini yang bertahan menghasilkan keabadian.” Boethius (c. 475 – 525).

“Di mata Tuhan, tidak ada sebelum dan sesudah. ​​Setiap saat dari waktu terjadi simultan bagi Allah.” Michael Novak, Teolog Katolik.

Apakah pikiran Anda sudah mengembang? Saya tahu pikiran saya sudah.

Catatan:

Ini terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: The Implications of “Time.”


Saturday, May 16, 2015

Dimulai dengan suatu #Dasar yang #Pasti

Suatu pewahyuan yang benar akan Firman Tuhan adalah elemen yang paling penting dari kehidupan Kristen yang penuh kemenangan

Firman Allah sering menyebut dirinya sebagai benih. Ada total empat puluh empat ayat dalam Perjanjian Baru di mana kata Yunani sperma diterjemahkan “benih.”

Untuk menjadi hamil dan melahirkan, apakah itu untuk sebuah keajaiban yang Anda butuhkan dalam tubuh Anda atau pun visi yang Tuhan telah beri kepada Anda, Anda harus terlebih dahulu menanam Firman Tuhan seperti suatu benih di dalam hati Anda. Konsepsi, yang pada akhirnya menghasilkan buah, tidak dapat berlangsung tanpa terlebih dahulu menanam suatu benih.

Saya terus bertemu orang-orang Kristen yang berdoa dan percaya akan campur tangan Tuhan dalam hidup mereka, tapi tetap frustrasi dengan hasil-hasil mereka. Mengapa? Karena mereka tidak pernah mengandung mukjizat mereka dengan menanam benih Firman Allah dalam hati mereka. Itu seperti seorang wanita yang berdoa untuk hamil dan kemudian bingung ketika itu tidak terjadi meskipun dia tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang pria. Benih harus ditanam untuk konsepsi bisa terjadi.

Dalam Markus 4, Tuhan mengajarkan tiga perumpamaan yang menggambarkan bahwa Firman bagi Kerajaan Allah adalah persis apa suatu benih alami bagi panen. Yang pertama dari perumpamaan ini, cerita tentang penabur, adalah kunci untuk membuka semua yang lain (Mark 4:13). Jika kita tidak memahami kebenaran ini, Yesus berkata, kita akan tidak mengerti perumpamaan-Nya yang lain.

key knowledge

Kunci Pengenalan / Pengetahuan

Ada banyak kebenaran yang mengubah hidup di dalam perumpamaan ini, tapi satu fakta harus dipahami untuk mendapatkan manfaat penuh dari ajaran ini: Tuhan menggunakan perbandingan Firman-Nya terhadap suatu hukum alam, yang tidak dapat berubah, bukan terhadap suatu lembaga manusia.

Inilah yang saya maksud: Hampir semua sistem yang telah diciptakan manusia itu dapat ditipu atau dimanipulasi. Sistem hukum dapat dihajar, membiarkan yang bersalah pergi dengan bebas. Sistem pendidikan dapat dihajar, melewatkan siswa-siswa yang belum benar-benar mempelajari materinya. Tapi proses menabur dan menuai tidak dapat diubah.

Bagaimana jika seorang petani menunggu sampai ia melihat tetangganya menuai hasil panen mereka sebelum ia menabur benihnya? Terlepas dari bagaimana tulusnya atau pembenaran dia untuk tidak menabur benih pada saat yang tepat, dia tidak akan menuai panen dalam semalam. Hukum menabur dan menuai tidak bisa dilanggar.

Inilah sebabnya mengapa Tuhan memilih untuk membandingkan cara Firman-Nya bekerja dengan benih. Proses perkecambahan Firman Tuhan dalam hidup Anda membutuhkan waktu dan tidak dapat dihindari.

Dalam perumpamaan kedua Markus 4, Yesus berkata,

Jesus The Sower“Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” (Markus 4:26-29).

Benih adalah Firman Tuhan (Markus 4:14), dan tanah adalah hati kita (Markus 4:15). Hati kita diciptakan oleh Allah untuk menghasilkan buah ketika Firman-Nya ditanam di dalamnya. Sama seperti benih harus tetap di tanah dari waktu ke waktu untuk berkecambah, demikian juga Firman Tuhan harus tinggal di dalam kita.

Yesus berkata dalam Yohanes 15:7,

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Apa yang akan terjadi jika Anda menanam benih di kebun Anda dan kemudian menggalinya setiap pagi untuk melihat apakah ada sesuatu yang terjadi? Benih itu akan mati dan tidak pernah menghasilkan buah. Anda harus memiliki keyakinan bahwa benih itu sedang melakukan apa yang Tuhan menciptakannya untuk melakukan.

Beberapa orang menaruh Firman Allah dalam hati mereka selama satu atau dua hari, tetapi jika mereka tidak segera melihat buah, mereka menggali benih itu melalui kata-kata dan tindakan mereka dan bertanya-tanya mengapa itu tidak bekerja. Benih itu harus dibiarkan di tanah sepanjang waktu. Lalu ada juga berbagai tahap pertumbuhan.

growth stagesMarkus 4:28 mengatakan,
Mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Banyak orang yang tidak sabar, ingin memotong siklus pertumbuhan dan mendapatkan hasil penuh sekarang juga. Saya sudah benar-benar harus memberitahu orang-orang bahwa apa yang untuknya mereka percaya Tuhan itu tidak akan terjadi, bukan karena visi itu tidak baik, tetapi karena mereka mengharapkan hasil lengkap yang segera.

Misalnya, seorang mahasiswa Charis Bible College datang kepada saya, ia tidak pernah memegang pekerjaan, telah berada di rumah sakit jiwa, dan seluruh hidupnya telah hidup dari sumbangan kesejahteraan. Ketika ia mendengar pengajaran tentang kemakmuran dan visi, ia mulai bermimpi besar. Dia punya rencana untuk membeli dan merenovasi sebuah hotel tua. Total biaya akan lebih dari 4 juta dolar.

Itu benar-benar suatu rencana besar. Saya memuji dia untuk fakta bahwa ia sedang bermimpi dan menyuruhnya untuk terus bermimpi besar. Lalu saya mengatakan kepadanya bahwa itu mungkin bekerja untuk seseorang tetapi itu tidak akan bekerja untuk dia. Mengapa? Karena sebelumnya orang ini tidak pernah percaya Tuhan untuk sepeser pun. Harus ada mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Anda mungkin berpikir bahwa itu terlalu keras, tapi itulah kebenaran. Ada kemungkinan bahwa ia bisa memenangkan lotre. Itu mungkin, tapi itu akan merupakan bukan Allah. Kerajaan Allah beroperasi pada hukum-hukum, seperti hukum yang mengatur proses menghasilkan buah dari suatu benih. Tuhan tidak akan memberikan bulir-bulir jika Anda belum melihat tangkai terlebih dahulu. Itulah cara kerajaan Allah bekerja.

Inilah persis alasan kebanyakan orang tidak melihat yang terbaik dari Allah terwujud dalam hidup mereka. Mereka memiliki iman lotre. Mereka pikir bahwa karena Allah mengasihi mereka, Dia akan mengabulkan saja permintaan mereka terlepas dari apakah mereka mengijinkan keajaiban dari benih itu untuk bekerja atau tidak.

Jamie dan saya adalah contoh besar tentang itu. Ketika saya masih muda dan pemula dalam pelayanan, saya benci menerima persembahan. Saya berharap bahwa bagaimanapun, Tuhan akan memberi saja banyak uang kepada saya, dan saya bisa melayani tanpa pernah menerima persembahan. Nah, itu bukan cara Tuhan bekerja.

Allah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari Injil (1 Kor. 9:14). Bahkan para pelayan harus hidup dari buah apa yang mereka tabur. Selama bertahun-tahun, selagi saya mengajarkan Firman Tuhan kepada ratusan dan ribuan orang, benih Firman itu berakar. Buah Firman Allah dan usaha kita datang dalam bentuk kehidupan-kehidupan yang diubahkan dan keinginan dalam hati orang-orang yang mengalami perubahan ini untuk membantu orang lain.

Kemudian, ketika saya akhirnya mengerti bagaimana menabur dan menuai bekerja, saya berbagi dengan mereka apa yang Tuhan sedang lakukan melalui pelayanan kami dan memberi mereka kesempatan untuk memberi. Mereka menanggapi dan kami mampu menjangkau lebih banyak dan lebih banyak orang lagi dengan kabar baik. Melalui pemberian mereka, bukan hanya mereka menyentuh kehidupan orang lain, tetapi juga pada saat yang sama, mereka menanam benih keuangan untuk masa depan mereka sendiri.

Ketika saya membuat keputusan untuk melakukan pelayanan televisi pada bulan Januari 2000, Tuhan berbicara kepada saya. Dia mengatakan bahwa pelayanan saya baru saja dimulai, dan jika pelayanan itu berakhir sekarang, saya tidak akan pernah memenuhi apa yang Dia panggil untuk saya lakukan. Nah, itu cukup berkuasa mengingat bahwa pada saat itu saya telah berada dalam pelayanan selama lebih dari tiga puluh tahun. Semua yang telah kami lakukan, meskipun kami telah melihat buah dari ribuan jiwa diubahkan, baru merupakan penanaman benih. Tuhan ingin mengambil pelayanan ini ke suatu tingkat yang baru sehingga Dia bisa meneruskan pesan cinta dan rahmat tanpa syarat-Nya kepada dunia.

Sejak itu, pelayanan telah meledak. Saya percaya ini terjadi karena dua alasan: 1. Karena benih yang telah kita tanam, dan 2. Karena itulah waktu dalam sejarah ketika dunia sudah matang untuk pesan yang Allah telah tempatkan dalam hati saya. Tidak ada cara lain untuk mengatakan itu. Itu adalah waktu saya saja, sebagaimana itu adalah untuk Esther.

Dalam Ester 4:14, kita membaca,
“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Buah dari semua benih yang kami telah tanam dan yang Anda telah tanam akan dihasilkan terhadap tantangan besar untuk menjangkau dunia. Peluang berlimpah, pintu-pintu membuka, dan setiap orang dari kita akan perlu bekerja bersama-sama untuk melihat visi itu terpenuhi. Allah telah membangun fondasi yang kuat untuk pelayanan ini melalui Firman-Nya, dan kita sekarang membangun di atas dasar yang kuat itu.

Anda dapat menonton program televisi dan membaca newsletter kami atau kunjungi website kami. Namun, saya telah menemukan bahwa sebagian besar mitra dan teman-teman kami tidak tahu semua yang pelayanan ini lakukan untuk mencapai orang-orang di seluruh dunia. Tuhan mengatakan kepada saya bahwa saya harus mengubah itu. Saya perlu membuat pemaparan visi (Hab 2:2) sehingga orang lain dapat bergabung dengan kami untuk mencapai apa yang telah Tuhan berikan kepada kami untuk dilakukan.

Saya tahu Anda akan diberkati untuk belajar bagaimana pemberian Anda mempengaruhi kehidupan.

Hukum menabur dan menuai ini beroperasi di setiap bidang kehidupan kita. Jika kita mau menanam Firman Allah dalam hati kita, maka ijinkanlah benih itu berkecambah dan tanaman itu untuk bertumbuh hingga matang, kita akan menuai buah panenan. Itulah yang terbaik dari Tuhan!

Saya tidak bisa mengatakan dengan cukup kuat betapa pentingnya bahwa Anda mengenal Firman Tuhan dan bahwa Anda menanam benih Firman-Nya di dalam hati Anda jauh sebelum Anda membutuhkan buah panen. Ini bisa saja berarti perbedaan antara kemakmuran dan kemiskinan, atau bahkan hidup dan mati. Saya percaya ini sangat penting sehingga itulah kelas pertama yang saya ajar untuk siswa baru di CBC setiap tahun.

dont-judge-each-day-by-the-harvest-you-reap-but-by-the-seeds-that-you-plant-3

“Jangan menilai setiap hari dengan panen yang Anda tuai, melainkan dengan benih-benih yang Anda tanam”

Memahami kekuatan dan pentingnya Firman Tuhan dalam hidup Anda akan membantu Anda melampaui pemikiran “raba-rasa” yang berbasis emosi yang banyak orang kelirukan dengan iman. Ini bukan tentang apa yang Anda rasakan; ini tentang apa yang telah ditanam di dalam hati Anda dan apa yang akan berbuah secara penuh. Inilah dasar untuk menerima janji-janji Allah.

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya..

You can also read the original English article “It Begins with a Sure Foundation”.


Tuesday, May 12, 2015

Mengapa #Yohanes Pembaptis Sedemikian #Spesial?

St__John_the_Baptist__1“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” Matius 11:11

Yesus memberi Yohanes pujian sini — semacam itu. Dua misteri disajikan dalam ayat yang luar biasa ini. Pertama, mengapa Yohanes Pembaptis yang terbesar dari semua orang percaya Perjanjian Lama? Ingat, Yohanes meninggal sebelum Yesus pergi ke kayu salib untuk memulai Perjanjian Baru. Dengan demikian, Yohanes adalah seorang nabi yang masih di bawah Perjanjian Lama. Bagi Yesus untuk mengatakan tidak ada yang lebih besar dari Yohanes adalah signifikan dan kita harus dengan sikap doa mempertimbangkan mengapa. Misteri kedua di sini adalah mengapa Yohanes, sebagaimana ia begitu besar, masih kurang dari yang terkecil dalam Kerajaan Sorga? Dengan kata lain, mengapa orang percaya terkecil dalam Perjanjian Baru lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis?

Mengapa Yohanes adalah orang percaya Perjanjian Lama terbesar? Nah, saya percaya itu adalah karena ia memiliki pandangan paling sedikit terdistorsi mengenai kebaikan Allah. Ajarannya sering diabaikan, namun ia berfokus pada memberikan pakaian kepada orang miskin dan makanan untuk yang lapar. Dia mengajarkan pemungut pajak untuk mengambil hanya apa yang pantas. Dia mengajar tentara untuk tidak mengintimidasi orang dan harus puas dengan upah mereka. Singkatnya, ia mengajarkan kita untuk tidak menyakiti satu sama lain (Lukas 3:11-18). Isu-isu ini, bersama dengan baptisan air, pertobatan dan persiapan hati untuk Mesias, membentuk pesannya, suatu pesan yang sepenuhnya memiliki ketiadaan dalam mempromosikan kekerasan dan amarah di kalangan manusia.

Yohanes memiliki kerendahan hati Ilahi Musa tanpa amarah Musa. Dia memiliki semangat saleh Daud tanpa kekerasan beruntun Daud. Dia memiliki kekuatan kenabian Elia tanpa kemauan memanggil api pembunuh Elia terhadap musuh-musuhnya. Yohanes tidak sempurna karena ia masih hidup oleh kebenaran sendiri daripada kebenaran karena Allah. Inilah alasan dia masih kurang dari pada yang terkecil dari semua orang percaya Perjanjian Baru, karena kita hidup oleh kebenaran Allah bukan oleh kebenaran kita sendiri di bawah hukum Taurat. Tapi “orbit” Yohanes Pembaptis di hati Allah adalah lebih erat dan lebih dekat dari pada semua orang kudus Perjanjian Lama lainnya.

Saya pikir konsep “orbit” menjelaskan secara mengagumkan berbagai posisi orang-orang kudus Perjanjian Lama di alam semesta pewahyuan alkitabiah. Ini juga membantu kita memvisualisasikan Alkitab dengan cara yang sehat. Dalam setiap sistem tata surya, planet-planet mengorbit matahari pada sudut dan jarak tertentu. Orbit yang jauh menyebabkan planet yang beku dan lebih ramah-kematian, seperti Pluto. Orbit yang lebih dekat dan lebih intim memungkinkan untuk planet-planet yang lebih hangat dan lebih ramah-hidup, seperti bumi yang subur.

Saya memikirkan tentang orang-orang percaya Perjanjian Lama dengan cara yang sama. Seberapa dekat orbit mereka ke jantung Anak Allah? Alih-alih mengukur secara fisik seberapa dekat sebuah planet mengorbit Matahari, kita mengukur secara rohani seberapa dekat seorang kudus Perjanjian Lama mengorbit sekitar Anak Allah. Yesus memberitahukan kita dalam ayat di atas bahwa Yohanes Pembaptis mengorbit lebih dekat kepada-Nya daripada tokoh Perjanjian Lama lainnya, namun Yohanes juga mengorbit lebih jauh daripada orang percaya Perjanjian Baru manapun lainnya.

Seolah-olah orang-orang percaya Perjanjian Baru yang dipenuhi Roh, yaitu mereka yang berada dalam “kerajaan surga,” memiliki orbit seperti Bumi yang lebih dekat yang menghasilkan kehidupan yang hangat dan subur dari Allah bagi kita yang percaya. Orbit kita lebih baik, namun bukan karena usaha kita tetapi dengan cara yang lebih baik yang terungkap dalam dan oleh kehidupan Yesus Kristus. Orbit yang lebih baik ini, yang orang-orang Ibrani sebut “perjanjian yang lebih baik dengan janji-janji yang lebih baik” kita, memberikan kita akses ke wawasan-wawasan akurat, titik-titik pandang dan kesimpulan-kesimpulan tentang Tuhan yang lebih intim.

Tapi orang-orang kudus Perjanjian Lama memiliki orbit yang lebih jauh dengan persepsi, pemahaman dan pengertian tentang Tuhan yang lebih jauh. Hal ini dapat mengakibatkan teologi dan pandangan Allah yang lebih “dingin” dan “keras”. Inilah sebabnya mengapa Daud dapat mengasihi Allah, tetapi masih merasa dibenarkan dalam membunuh tidak hanya musuh-musuhnya, tetapi anak-anak dari musuh-musuhnya. Inilah sebabnya mengapa Musa dapat mengasihi Allah, tetapi masih membunuh rakyatnya sendiri dengan pedang dalam nama Tuhan dan merasa dibenarkan. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang kudus Perjanjian Lama “membunuh” sebagai bagian dari perjalanan iman mereka. Inilah juga mengapa orang-orang saat ini yang masih memilih untuk tinggal di orbit Perjanjian Lama berpikir adalah secara sempurna diperbolehkan untuk membenci dan menyakiti musuh-musuh mereka dalam nama Tuhan.

Saya tidak berbicara tentang dosa di sini. Orang-orang percaya Perjanjian Lama dan Baru jatuh ke perangkap itu ketika mereka mengabaikan keselamatan mereka. Sebaliknya, saya sedang berbicara tentang apa yang orang-orang kudus Perjanjian Lama anggap sebagai bagian yang sah dari sifat Allah dan bagian yang sah dari sifat mereka sendiri —— kemarahan, kebencian, amarah, dendam dan pembunuhan. Hal-hal ini tidak berada dalam orbit intim sifat Yesus dan di mana pun hal-hal itu ada saya jamin yang sedang digunakan adalah orbit Perjanjian Lama.

Orbit Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi dan memberkati musuh kita setiap saat dan untuk mengatasi semua kejahatan dengan kebaikan, memaafkan semuanya tujuh kali tujuh puluh dan tidak pernah melakukan pembalasan dendam diri kita sendiri. Namun, orbit-orbit Perjanjian Lama secara rutin mempercayai perlakuan kekerasan terhadap musuh dan dinamika balas dendam mata-ganti-mata yang meresap ke ayat-ayat suci Perjanjian Lama.

Sebagai pengacara, saya selalu mengevaluasi keandalan pernyataan saksi mata sebagai berikut. Seberapa dekat mereka dengan apa yang mereka klain telah mereka lihat, seberapa baik mereka mengenali orang-orang yang mereka klaim telah mereka lihat, dan seberapa rinci deskripsi mereka? Jika mereka berada jauh, maka akurasi menjadi suatu pertanyaan nyata. Jika mereka tidak mengenali orang yang terlibat itu melalui penglihatan, ini lebih mengacaukan kehandalan mereka.

Terakhir, jika mereka tidak bisa melihat cukup jelas untuk mendapatkan gambaran yang tepat dari pakaian dan rincian fisik seperti ukuran, fitur wajah, warna rambut, dll, maka pernyataan mereka harus diandalkan secara sangat longgar. Itu masih bisa sangat berguna dalam membangun kasus secara keseluruhan, namun pernyataan saksi itu harus dinilai dan dirangkai ke dalam fakta-fakta yang dapat dibuktikan, dengan mengijinkan semacam tingkat distorsi manusia selagi masih memberikan kredibilitasnya.

Demikian juga, pandangan-pandangan Perjanjian Lama Allah bersifat parsial, jauh dan kurang dalam detail karakter. Bagian terbaik tentang ini adalah Keluaran 33:18-23. Di sini, Musa meminta Tuhan untuk menunjukkan kebaikan-Nya yang mulia. Allah menyembunyikan Musa dalam celah batu dan memberitahunya ia hanya bisa melihat “kebaikan” Allah dari belakang dan pada suatu jarak. Musa kemudian melihat kebaikan Tuhan dari belakang setelah Dia lewat. Sungguh suatu bagian ayat yang secara mengagumkan aneh untuk menunjukkan bahwa manusia yang terbaik Perjanjian Lama pada zamannya itu tidak bisa mencapai orbit yang diperlukan untuk melihat kebaikan Allah dari depan.

Intinya adalah bahwa orang-orang percaya Perjanjian Baru sungguh-sungguh memiliki pandangan yang lebih baik, orbit yang lebih baik, sudut pandang yang lebih dapat diandalkan ke dalam PANDANGAN FRONTAL SEPENUHNYA AKAN KEBAIKAN TUHAN. Inilah sebabnya mengapa orbit Yohanes Pembaptis lebih jauh dari siapapun yang berada dalam kerajaan Perjanjian Baru dari surga. Dia belum menerima pandangan frontal yang tersedia hanya setelah Yesus bangkit dari antara orang mati dan mencurahkan Roh-Nya pada hari Pentakosta untuk hidup di dalam semua orang percaya.

Yohanes, Musa dan semua orang percaya Perjanjian Lama lainnya sudah pasti SEKARANG memiliki pandangan frontal penuh akan Yesus, tetapi mereka tidak memilikinya pada saat pengalaman alkitabiah mereka dicatat. Untuk alasan ini, pernyataan kesaksian mereka harus disesuaikan oleh kita melalui pimpinan Roh Kudus dengan melihat sudut pandang mereka yang parsial, jauh dan terbatas. Tuhan tidak ingin kita pergi ke belakang untuk melihat sesuatu dari orbit mereka yang lebih dingin, keras dan terpencil. Dia ingin orbit kita menyala-nyala panas dengan kebaikan dan kasih Tuhan Perjanjian Baru!

look-to-god12Tuhan ingin kita merangkul orbit kita yang lebih baik dan kemudian menggunakannya untuk merenovasi dinginnya Perjanjian Lama ke dalam kehangatan Perjanjian Baru. Orbit Daud mungkin sedikit lebih dekat daripada Musa. Orbit Yohanes Pembaptis mungkin sedikit lebih dekat daripada Daud. Tapi keintiman orbit Yesus melebihi mereka semua dengan jarak tahun cahaya. Setelah kita memperhitungkan distorsi orbit ini, kita akan melihat kebenaran luar biasa bahwa setiap orang suci Perjanjian Lama memainkan peran penting dalam warisan rohani kita. Seperti batu loncatan, kita semua melompat dari orbit ke orbit melalui semua orang kudus Perjanjian Lama, semakin dekat dan dekat kepada kedatangan Yesus dalam Perjanjian Baru.

Yohanes Pembaptis adalah batu loncatan terakhir. Yohanes tidak memiliki gambaran sempurna mengenai Mesias yang akan datang, dan dalam beberapa hal ia melihat samar-samar dan mungkin diwarnai dengan semacam pengharapan murka masa depan yang berlebihan. Tapi dia juga tahu semua orang memerlukan pertobatan dan pengampunan, dan bahwa Allah menyediakan “Anak Domba yang akan menghapus dosa dunia.” Yohanes 1:29. Bukan dosa orang-orang Yahudi saja, tetapi DUNIA! Itu pergi jauh melampaui orbit Perjanjian Lama manapun yang sebelumnya. Dan untuk kebanggaan kekalnya, ia mengenali Mesias ketika ia melihat-Nya. YOHANES MENGENALI YESUS SEBAGAI KRISTUS (MESIAS)! Yohanes mengetahui terlebih dahulu apa yang harus dicari dalam Mesias. Dia tahu Yesus akan memiliki meterai Roh Kudus yang turun dan menetap pada-Nya (Yohanes 1:32-33).

Meterai persetujuan Roh Kudus hampir sepenuhnya terlupakan pada hari ini. Namun, Yohanes tahu bahwa hanya pewartaan mutlak Roh Kudus yang bisa mengantarkan Kristus. Dia juga tahu bahwa Yesus datang untuk membaptis KITA dengan Roh Kudus dan api (Lukas 3:16). Tidak ada orang lain manapun yang melihat kedatangan ITU. Yohanes adalah semua mengenai Roh Kudus, baik sebagai meterai Yesus maupun meterai kita. YOHANES MENGAKUI ROH KUDUS!

Yohanes begitu rendah hati, ia bahkan mendorong murid-muridnya sendiri untuk meninggalkan dia untuk mengikuti Yesus. Ia tidak mengakui kehormatan atau titel untuk dirinya sendiri, dengan menyebut dirinya hanya sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun.” Dalam satu zaman ketika orang menerjang untuk memperoleh titel-titel kehormatan seperti merpati-merpati terhadap remah-remah roti, adalah menyegarkan untuk melihat seorang manusia membiarkan hadiahnya berbicara sendiri. Dia menolak kehormatan manusia, sebaliknya mencari kehormatan Allah saja. Dan dia mendapatkannya.

Apa pesan batu loncatan terakhir penting dari Yohanes Pembaptis? Hanya ini semata —- luruskanlah jalan KEPADA dan UNTUK Tuhan yang sedang datang sekarang. Pesan ini masih bergema saat ini. Yohanes mengatakan ia harus semakin berkurang sementara Yesus harus semakin bertambah. Atau dengan kata lain, semua orang perlu meninggalkan orbit-orbit mereka saat ini dan melompat ke orbit Yesus.

VoiceCries-1280x1024-calendarSaya tahu Yohanes, Musa dan Daud semuanya akan berbicara kepada kita sekarang dan menasihati kita untuk datang lebih dekat kepada Allah daripada yang telah mereka lakukan. Mereka akan memberitahu kita untuk MENGGUNAKAN hal-hal yang lebih baik yang telah diberikan kepada kita sehingga kita dapat sepenuhnya tahu kebaikan frontal Allah. Mereka telah setia kepada pandangan terbatas mereka, tapi sekarang mereka tahu sepenuhnya sebagaimana mereka sendiri dikenal. Mereka sendiri sudah lama melompat dari orbit Perjanjian Lama untuk melihat Tuhan muka dengan muka sekarang karena mereka tidak pernah melakukannya selama hidup mereka. Kabar baiknya adalah kita tidak harus menunggu sampai kita mati untuk melihat kebaikan frontal Allah. Kita memiliki akses penuh SEKARANG!

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari artikel yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the full original English: REFLECTION 5:  WHY WAS JOHN THE BAPTIST SO SPECIAL?


Sunday, May 10, 2015

#Wallpaper / #Poster “Mat 28:19” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper / Poster “Mat 28:19” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Gereja berbasis anugerah tidaklah malas atau pasif tetapi sebaliknya kasih karunia Allah menyebabkan kita “bekerja lebih keras” (1 Kor 15:10). Pelayanan kita adalah untuk memberikan berita pendamaian kepada dunia bahwa “Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus.” [2 Kor 5:19]!!

Bacalah artikel “Beberapa Ciri Pemercaya Kasih Karunia” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

GO_0007_Group-1Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Friday, May 8, 2015

Apakah #Tuhan Benar-benar Menyuruh #Abraham #Menggorok Leher #Ishak dan Membakar #Jenazahnya?

Rembrandt_Harmensz._van_Rijn_035

“Sacrifice of Isaac” by Rembrandt

“Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”” (TB) ~ “Dan Dia berfirman, Aku bertanya kepadamu, ambillah anakmu yang satu-satunya itu, yang engkau cintai, yaitu Isaac, dan pergilah untuk dirimu ke tanah Moria, dan buatlah dia naik ke sana untuk korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Young Literal Translation) – Kejadian 22:2.

Saya ingin menjawab pertanyaan itu dengan terlebih dahulu mengajukan suatu pertanyaan. Setelah membaca bagian ayat di bawah ini, silahkan menjawab dua pertanyaan berikut:

  1. APAKAH YESUS MENGATAKAN DI BAWAH INI BAHWA DIA DATANG UNTUK MEMBAWA KEPADA KITA SUATU PEDANG FISIK HARAFIAH UNTUK MEMUSNAHKAN DAN MEMBUNUH SEMUA KELUARGA DAN TEMAN KITA YANG OLEH SIAPA KITA MUNGKIN BERADA DALAM BAHAYA MENCINTAI MEREKA LEBIH DARI PADA CINTA KITA KEPADA ALLAH?
  2. ATAU, APAKAH YESUS BERBICARA DI BAWAH INI TENTANG PEDANG SPIRITUAL YANG AKAN MENGHANCURKAN SEMUA BERHALA YANG TERKAIT DENGAN HUBUNGAN YANG KITA SECARA SALAH TELAH PRIORITASKAN MENDAHULUI CINTA KITA KEPADA ALLAH?

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10:34-38.

Saya harap ini pertanyaan yang tidak membutuhkan pemikiran. Opsi 2 di atas adalah jawaban yang jelas. Jika tidak, pembunuhan ayah, pembunuhan saudara dan pembunuhan keluarga akan merajalela. Pembunuhan akan menjadi tanda orang Kristen sejati selagi mereka pergi mengiris, memotong dan membantai orang-orang yang mereka cintai, semuanya dalam nama Tuhan.

Tidak! Tidak akan pernah! Yesus jelas berbicara secara metaforis di sini. Dia menggunakan pedang sebagai simbol pekerjaan internal Tuhan dalam hati kita. Roh Kudus MENYUNAT hati kita dengan memotong semua koneksi duniawi dan hubungan daging yang menahan kita dari mencintai Tuhan dengan segenap hati, pikiran, jiwa dan kekuatan.

Apakah Anda mengenal orang-orang yang mencintai anak-anak mereka lebih dari Tuhan, pasangan mereka lebih dari Tuhan, teman-teman mereka lebih dari Tuhan? Tentu, kita semua tahu banyak orang lain seperti itu. Selain itu, kita sendiri semua telah mengidolakan orang-orang dan hubungan tertentu lebih dari pada cinta kita kepada Allah.

Sekarang, jika ini jelas dalam bagian ayat ini bahwa Yesus tidak berbicara tentang pedang literal, mengapa tidak PERSIS sama jelasnya bahwa “korban bakaran” yang Allah bicarakan dalam Kejadian 22:2 adalah simbolis juga?

Dengan kata lain, Allah melihat bahwa Abraham berada dalam bahaya mengidolakan cintanya kepada anak tunggalnya Ishak di atas itu mengatasi dan mendahului cintanya kepada Allah. Allah mendesak Abraham untuk “secara simbolis,” BUKAN “secara harfiah,” mempersembahkan anaknya Ishak di atas altar seremonial Allah. Tapi tujuan yang lebih dalam bagi Abraham adalah untuk percaya dan melepaskan Ishak kepada Allah di atas altar hatinya.

Allah memperingatkan Abraham untuk tidak mengidolakan Ishak, melainkan untuk dengan sepenuh hati mempersembahkan-Nya KEDALAM tangan Tuhan. Kita melakukan hal yang sama hari ini ketika kita secara simbolis “meneguhkan” atau “menahbiskan” atau “memasukkan” atau “melepaskan” anak-anak kita ke dalam panggilan Tuhan.

Upacara eksternal ini mencerminkan suatu dinamika internal yang lebih besar — kita sepenuhnya mempercayai Tuhan dengan memempercayakan anak-anak kita kepada-Nya. Kita memprioritaskan iman, pengharapan dan kasih kita dalam Tuhan selagi kita menyerahkan kepada-Nya apa yang sebelumnya kita paling cintai — hubungan-hubungan keluarga dan anak-anak kita.

Singkatnya, kita menempatkan Tuhan pada tahta hati kita dengan mempercayai dan memasukkan hubungan kita dengan-Nya PERTAMA-TAMA mendahului semua orang lain dan SECARA TERBAIK di atas semua orang lain.

Inilah semua yang Allah sedang coba beritahukan kepada Abraham dalam Kejadian 22:2, dan semua yang Yesus sedang coba beritahukan kepada pendengarnya dalam Matius 10:34-38. Tuhan yang sama, pesan yang sama: CINTAILAH ALLAH PERTAMA-TAMA DAN SECARA TERBAIK MELEBIHI SEMUA HUBUNGAN DUNIAWI ANDA.

Abraham, dalam semangatnya dan tanpa Roh Kudus yang berdiam untuk membimbingnya, menafsirkan nasihat Tuhan secara hiper-harfiah. Dia melakukan “terlalu jauh” dan benar-benar akan membunuh dan membakar Ishak, berpikir bahwa Allah akan membangkitkan dia. Dan Allah pasti bisa dan mau melakukan itu.

Tapi, Tuhan tidak akan pernah mau orangtua membunuh anaknya sendiri — tidak pernah! Itu akan melanggar karakter sempurna dan sifat penuh cinta-Nya. Sebaliknya, Allah menyuruh satu malaikat “literal” menghentikan pisau “literal” Abraham. Jika Abraham mendengar suara Tuhan dengan jelas dan dengan pemahaman yang sempurna, tidak akan ada kebutuhan untuk satu malaikat darurat “stand-by” untuk menahan tangannya.

Tapi Abraham adalah orang percaya Perjanjian Lama dan belum didiami oleh Roh Kudus. Tuhan pasti menghargai semangat Abraham, tetapi Dia tidak akan membiarkan tindakan kekerasan yang mengerikan yang harus dilakukan dalam nama-Nya oleh orang yang disebut “Sahabat Allah.” Teman ilahi tidak membiarkan teman-teman duniawi memimpin ke mabuk Alkitab dengan literalisme. Malaikat ini menahan Abraham dari menabrakkan diri ke dalam kesalahan pembunuhan.

Jika Tuhan benar-benar ingin Abraham membunuh Ishak, Tuhan akan membiarkan pisau jatuh. Tuhan paling pasti telah tidak mengijinkannya, sehingga Tuhan paling pasti tidak menghendaki atau menginginkan hal itu terjadi. Jika saja Abraham memiliki Roh Kudus yang berdiam, Dia akan tahu Tuhan berbicara secara simbolis dan metaforis, sebagaimana yang Yesus lakukan dalam Matius 10:34-38.

http://ift.tt/1FTcorM

Satu pokok terakhir. Apa bagian yang Iblis mainkan dalam menyebarkan informasi yang keliru, informasi yang menyesatkan dan deformasi (pencacatan) kepada kejadian ini?

Peran Iblis dalam acara ini adalah pasti mengaktifkan semangat Abraham untuk melakukannya “terlalu jauh” dalam suatu interpretasi “hiper-literal” firman Tuhan kepadanya. Iblis selalu mengintai di dekat permukaan pikiran kita, selalu berusaha mengacaukan arti Tuhan yang lebih dalam dan lebih benar dengan menahan kita terikat dalam interpretasi harfiah dari impuls-impuls ilahi yang Dia kirim kepada kita.

Ingat, “huruf itu membunuh” (2 Korintus 3:6). Dan di sini itu hampir membunuh Ishak. Iblis menggunakannya dalam mencoba mendesak Abraham untuk secara “harfiah” menggorok leher anaknya sendiri.

Bahkan, meskipun Kejadian tidak menyebutkan Iblis, adalah penting untuk dicatat bahwa sumber-sumber Yahudi awal lainnya menyebutkannya. Yobel 17:16 benar-benar mengatributkan inisiatif untuk membunuh Ishak kepada “Pangeran Mastema,” nama terkenal untuk Iblis dalam dokumen ini, di mana ia bertindak dalam peranan jaksa penuntut.

Peran Iblis ADALAH penting dilihat di sini. Alasannya? Karena pentingnya seluruh episode ini sebagai bayangan dari penebusan Kristus di kayu salib. Anda lihat, jika kita percaya bahwa Bapa surgawi adalah pihak yang “mengiris” tenggorokan Yesus dengan mempersembahkan putra-Nya yang tunggal di kayu salib, maka kita akan menganut Teori Pembayaran Hukuman kejam yang melihat amarah dari suatu Allah yang murka sebagai pembunuh Yesus.

Tapi jika kita percaya bahwa hidup Yesus adalah TEBUSAN bagi dosa kita yang dibayar KEPADA Iblis OLEH Tuhan, maka kita akan memeluk Teori Pendamaian Kristus Pemenang, yang juga dikenal sebagai Teori Pembayaran Tebusan. Teori ini, yang merupakan pandangan dominan dari Gereja awal, melihat Setan bersama-sama dengan pemerintah dan penguasa yang memerintah dunia yang jatuh ini, sebagai pembunuh Yesus yang sebenarnya.

Kekuatan-kekuatan satanik yang telah jatuh ini mengendalikan kita kepada eksekusi Yesus secara fisik, selagi mereka sendiri mulai menyiksa, merusakkan dan menghancurkan jiwa-Nya di neraka.

Dalam pandangan ini, Yesus dengan rela meletakkan kepala mulia-Nya di atas talenan Iblis sebagai pembayaran untuk semua dosa KITA. Iblis memiliki akses hukum untuk menangkap dan mengendalikan kita karena akses yang secara sukarela telah kita berikan kepadanya. KITA dengan bebas telah memberi kepada Iblis dan kehilangan kekuasaan bumi ini yang Allah pada awalnya telah berikan kepada kita. Inilah sebabnya mengapa Paulus menyebut Iblis “ilah dunia ini” dan Yesus menyebut Iblis “penguasa dunia ini.” Iblis memang memerintah di sini karena otoritas yang telah KITA serahkan secara sukarela kepadanya. (Bacalah artikel “Kristus Pemenang”: Kisah teragung yang pernah diceritakan!)

Jadi, bacalah bagian ini dan pilihlah teori penebusan Anda dengan hati-hati. Ini pada akhirnya akan menentukan apa yang SEBENARNYA Anda pikirkan tentang sifat Allah. Anda juga akan melihat Dia apakah sebagai Bapa yang marah dan murka yang membunuh Yesus karena kebencian-Nya bagi kita, ataukah Anda akan melihat Allah sebagai pahlawan yang menyerahkan diri-Nya ke penculik kita untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri dan setan.

Intinya di sini adalah bahwa Iblislah satu-satunya pembunuh dalam kejadian Alkitab yang melibatkan Abraham dan Ishak ini. Tuhan, di sisi lain, adalah satu-satunya pahlawan. Ishak, sebagai bayangan dari Yesus yang akan datang, secara heroik mempercayakan dirinya kepada penjagaan Bapa-Nya dan bersedia mati untuk kita dalam proses agar kita bisa diselamatkan. Allah Bapa juga secara heroik mengintervensi untuk menyelamatkan jiwa Yesus dari neraka. Petrus mengkhotbahkan kepahlawanan Allah dalam bagian ayat penting di bawah:

“Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” – Kisah Para Rasul 2:22-31

Masuk akal?

RisenHD_main  

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari postingan yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: ”DID GOD ACTUALLY TELL ABRAHAM TO SLIT ISAAC’S THROAT AND BURN HIS CORPSE IN THE FOLLOWING PASSAGE?”


“Usut TKP” #YERUSALEM: Siapa yang #Membunuh #Ananias dan #Safira?

investigateApakah Ananias dan Safira dibunuh oleh Roh Kudus sebagaimana banyak orang mengklaim (Kisah 5:1-11)? Nah, bagian itu bahkan tidak “secara harfiah” mengatakan bahwa Allahlah yang telah membunuh mereka, jadi kita harus melihat lebih dekat bagian tersiratnya untuk melakukan investigasi kejadian yang adil mengenai penyebab sebenarnya dari kematian mereka.

Petrus bertanya kepada Safira dalam bahasa Yunani literal di ayat 9, “Mengapa kalian berdua setuju untuk menekan Roh?” (Studi Kata Yunani-Inggris Perjanjian Baru, Paul R. McReynolds, Tyndall, hal. 441 (1999)). Dengan kata lain, mengapa kalian berdua mendorong pergi hadirat pelindung Allah? Implikasinya jelas kemudian bahwa Iblislah pelakunya di sini, bukan Tuhan. Iblis “memenuhi hati mereka” untuk berbohong, maka Ananias dan Safira memadamkan hadirat pelindung Allah dengan dosa mereka, lalu Iblis mengisi kekosongan dalam hati mereka dengan kutukan yang menindas, dan mereka berdua meninggal.

Terjemahan interlinear McReynolds dari 1 Korintus 10:9 menggambarkan dinamika yang sama. “Dan janganlah kita MENEKAN Tuhan, seperti TEKANAN yang telah dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.” Terjemahan Interlinear dapat sedikit canggung untuk telinga kita, namun sering memberi kita emas pemahaman teks Kitab Suci yang lebih baik.

Apakah Anda melihat apa yang bagian Kisah Para Rasul ini sekarang jelaskan? Pengabaian dan ketidakpercayaan yang merajalela oleh Ananias dan Safira kepada Allah, dikombinasikan dengan ketakutan mereka terhadap keadaan mereka, semua bergabung untuk melakukan hal berikut. Mereka telah menekan HADIRAT pelindung KRISTUS, DAN DIHANCURKAN OLEH IBLIS. Dan bagaimana Iblis begitu saja membunuh mereka? Di bawah ini, kita akan melihat bahwa Iblis menggunakan senjata favoritnya — ketakutan dan penuduhan – untuk membunuh kedua orang menyedihkan ini.

Tapi, bagaimana kita tahu bukan Tuhan yang membunuh mereka? Karena Ibrani 2:14-15 mengatakan Iblislah yang memiliki kuasa kematian, bukan Tuhan. Yohanes 10:10 mengatakan Iblislah yang membunuh manusia, bukan Tuhan. 1 Korintus 5:5 mengatakan Iblislah yang menghancurkan daging manusia, bukan Tuhan.

Dan sebenarnya, bagian ayat itu tidak mengatakan siapa yang benar-benar membunuh mereka, tapi mereka sendiri “menyerahkan nyawa” (spirit) SETELAH mendengar kata-kata penghukuman Petrus. Mungkin saja bahwa mereka sedemikian ketakutan akan kata-kata Petrus sehingga mereka begitu saja menyerah terhadap keinginan mereka untuk hidup.

Kita semua tahu atau telah mendengar tentang orang-orang yang menyerah dalam keputusasaan akan hidup, beberapa orang secara bertahap, beberapa orang lain dalam waktu singkat. Beberapa “menyerah akan roh mereka” karena patah hati, atau penyakit atau bencana yang akan datang. Mungkin mereka begitu khawatir tentang dosa mereka karena itu adalah salah satu dari masa awal gereja, dan mereka pikir itu mungkin tidak dapat dimaafkan.

Dengan kata lain, tampaknya Annanias dan Safira terhukum sampai mati. Tapi apakah ini kehendak Tuhan? Apakah itulah yang terbaik dari Tuhan? Apakah Petrus menunjukkan kepada mereka kasih karunia yang sama yang ia sendiri telah terima ketika ia mengkhianati Tuhan tiga kali dalam semalam? Bagaimana jika seseorang dalam otoritas kerasulan, Yakobus atau Yohanes misalnya, mengatakan kepada Petrus untuk pada dasarnya “jatuh mati” di tengah kesadaran dosanya, mungkinkah ia juga telah akan menyerah akan rohnya?

Apakah Petrus mengulurkan kasih karunia Allah kepada mereka untuk TIDAK memperhitungkan dosa ini ke atas mereka, seperti yang Yesus lakukan, seperti yang martir Stefanus lakukan, atau apakah ia bahkan mencoba untuk melayani mereka kepada pertobatan, untuk menasihati mereka, untuk berdoa bagi mereka, untuk bersyafaat bagi mereka, untuk meletakkan tangan mereka agar diampuni dan disembuhkan, atau salah satu dari praktek lain yang Kitab Suci dan kemudian Gereja sarankan?

Bagaimana dengan bagian ayat ini? Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Galatia 6:1.

Mengapa, dalam nama Yesus, kesempatan untuk bertobat TIDAK ditawarkan kepada Ananias dan Safira dalam situasi ini oleh Petrus?

Matius 18:15-17 memerintahkan kita bagaimana PERTAMA-TAMA pergi secara pribadi ke salah satu orang yang tertangkap dalam suatu pelanggaran, LALU untuk pergi bersama saksi lain jika koreksi pribadi tidak diterima oleh orang itu, dan hanya SETELAH ITU untuk membawanya kepada konfrontasi secara umum jika orang tersebut tetap tidak bertobat. Dan bahkan kemudian, hukuman yang lebih buruk adalah ekskomunikasi, BUKAN pembunuhan.

Apakah Anda mengerti? Cara Allah adalah untuk menghadapi suatu dosa DENGAN tujuan restorasi dan pertobatan dari orang berdosa itu, BUKAN eksekusi cepat. Mengapakah dinamika kasih karunia ini tidak diikuti?

Apakah roh dari bagian ayat-ayat pengampunan yang baru saja dikutip di atas ini diikuti oleh Petrus? Tidak, Petrus nampak dengan cepat dan segera menuduh mereka, setelah itu ia pada dasarnya melangkah keluar begitu saja dan membiarkan Iblis mendapat mereka. Jika berbohong kepada Roh Kudus dengan menahan beberapa sumber daya kita benar-benar mengamanatkan eksekusi langsung Roh Kudus, maka berapa banyak dari kita yang masih akan berdiri? Berapa banyak dari kita bukan seharusnya sudah lama akan dieksekusi? Mungkin inti moral dari bagian ayat ini adalah lebih mengenai kurangnya kasih karunia Petrus daripada mengenai kurangnya iman Annaias dan Safira.

Petrus tidak sempurna. Dia dikenal cepat terpicu ketika datang kepada kemarahan atau frustrasi. Dia dengan cepat menggunakan pedang fisik untuk memotong telinga seorang tentara yang mendekat. Dia juga cepat menggunakan pedang verbal, seperti ketika ia mengatakan kepada Simon si tukang sihir untuk binasa di tempat itu juga bersama-sama dengan uangnya. Mungkin, demikian juga Petrus di sini cepat untuk menusukkan dorongan pembunuhan di sini kepada Ananias dan Safira.

Galatians-2.11-13Jika Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus (Galatia 2:11) untuk kesalahan spiritual yang mungkin, bukankah seharusnya kita juga punya keberanian jika, tentu saja, Roh Kudus memimpin?

Tapi, bukankah ketakutan yang besar datang kepada gereja di dalam kesadaran akan kematian-kematian ini? Dapat diperdebatkan bahwa “ketakutan besar” yang datang pada gereja dalam kesadaran akan kejadian ini, dan penyembuhan orang sakit berikutnya dari bayangan Petrus, datang lebih dari orang-orang yang secara salah, secara berlebihan dan dengan takut meninggikan Petrus bukannya melalui pemberlakuan iman yang murni dalam Kristus.

Jika kita, sebagai bagian dari tubuh gereja muda dan tanpa pengalaman, melihat seorang pemimpin yang dihormati seperti Petrus muncul untuk menanamkan rasa takut sedemikian dimana orang-orang jatuh dan mati, benar-benar ketakutan dan terhukum sampai mati, maka kita juga mungkin mulai mengidolakan “bayangan” nya. Kehadiran, perkataan dan opininya mungkin menggantikan atau mengambil alih iman kita kepada Yesus. Kita mungkin mengubah Petrus menjadi seorang Paus duniawi, mencium cincinnya, menyembah bayangannya, dll. Jika orang mendapat kesembuhan yang sah dari pelayanan Petrus, itu adalah terlepas dari kemarahan Petrus, bukan karenanya.

Dan di sini ada pemikiran lain. Jika penafsiran umum itu benar bahwa Allah menyuruh Petrus mengecam Ananias dan Safira sampai mati karena menyembunyikan kebenaran dan sumber daya dari Roh Kudus, maka sejarah Gereja seharusnya penuh dengan orang-orang Kristen terkenal yang juga secara lisan menjatuhkan dan membunuh berjuta-juta orang yang telah, pada satu atau lain waktu, menahan kebenaran atau sumber daya dari Allah sejak kejadian Ananias dan Saphira. Bahkan, kita seharusnya masih melihat orang-orang secara rutin mengeksekusi sebagai bagian normal dari pertemuan-pertemuan dan disiplin Gereja.

Tapi, itu tidak terjadi.

Jadi sekali lagi, ketika Petrus muncul sedikit terlalu cepat menarik pelatuk untuk memberitahu orang-orang untuk “jatuh mati” karena pemberontakan mereka (Safira dan Simon dalam Kisah 5 dan 8), haruskah kita bersedia untuk menahan tindakannya jika hati nurani kita memaksa kita?

Apakah kita mengikuti Roh Kudus atau Petrus? Yesus atau Petrus? Jujur saja saya tidak bisa melihat Yesus berkata kepada siapa pun untuk jatuh mati di tempat. Itu bukan cara Dia bergerak. Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi mereka, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, berkatilah musuh Anda dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan Anda. Tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu.

the other cheekDan jangan salah paham, saya menyukai Petrus, tetapi apakah kita harus menganggap dia sempurna dalam setiap urusannya? Sudah pasti Paulus tidak.

Tak satu pun dari kita yang sudah sempurna dalam pelayanan kemurahan Allah. Setelah memberitahu Simon untuk “binasa” bersama uangnya, Simon meminta Petrus untuk berdoa baginya agar hal-hal yang Petrus katakan itu tidak terjadi padanya. Tapi, Alkitab diam, apakah Petrus memang kemudian berdoa untuknya. Saya harap dia melakukannya. Saya pasti akan menentang Petrus jika ia tidak melakukannya dalam perkara itu. Yesuslah model kita, bukan Petrus.

Dapat dimengerti bahwa Gereja yang masih bayi itu mungkin kurang dalam toleransi dan kesabaran dari pada kelompok orang percaya yang lebih matang dan berpengalaman. Saya tahu ketika saya baru saja lahir baru dan sungguh-sungguh dalam Roh, tingkat toleransi saya terhadap ketidakpercayaan orang lain itu kecil. Saya dulu pasti sama tegas dan garangnya seperti Petrus. Tapi, dengan waktu dan kedewasaan, dan setelah menderita melalui banyak kegagalan menyedihkan saya sendiri, kesabaran saya untuk kekurangan, dosa dan kegagalan orang telah meningkat secara eksponensial. Saya tidak lagi menarik pelatuk kecaman secepat saya dulu.

Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus ketika Petrus salah (Galatia 2:11). Mungkin KITA harus “berterus-terang menantang” Petrus dalam bagian ayat ini juga. Tapi terlepas dari itu, ada satu hal pasti. Bukan Tuhan yang membunuh Ananias dan Safira. Iblislah yang melakukannya. Iblis pasti mengerjakan kebohongan dan kutukan yang melumpuhkan dalam hati mereka, dan mungkin dalam pengerasan hati Petrus terhadap mereka juga yang menahannya dari memberikan pelayanan kasih karunia pelindung. Tapi, Iblislah pembunuh sejati di sini dalam cara apapun Anda melihatnya.

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: “CSI” Jerusalem: Who Murdered Ananias and Sapphira?

Dapatkanlah juga dua pengajaran audio (bahasa Inggris) gratis dari Richard yang pantas untuk didengarkan mengenai masalah Ananias dan Safira:
– Bagian pertama dimulai pada tanda 07:50 rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C4
– Bagian kedua dimulai segera pada rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C6


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts