Showing posts with label pertobatan. Show all posts
Showing posts with label pertobatan. Show all posts

Sunday, October 4, 2015

Level 1 Pelaj. 8 – Baptisan Air

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Pertanyaan: “Saya perlu tahu apakah Anda harus dibaptis untuk bisa pergi ke surga. Saya mengasihi Tuhan dan telah dibaptis ketika berumur tujuh tahun. Sekarang saya 18 tahun, dan seseorang dari satu gereja non-denominasional berkata kepada saya bahwa tidak seorang pun yang bisa diselamatkan dan dibaptis pada umur sedemikian muda. Mereka juga berkata bahwa jika kita harus dibaptis untuk bisa masuk surga, tetapi keluarga Baptis saya berkata tidak demikian. Saya hanya mau ke surga. Saya hidup untuk Tuhan dalam segala cara yang saya bisa, tetapi saya perlu mengetahui apakah saya harus dibaptiskan lagi sekarang dimana saya dianggap sudah cukup berusia untuk dibaptis. Tolong bantu saya secepat mungkin. Tuhan memberkati dan terima kasih.”

Respons: Keselamatan dan pengampunan dosa diberikan dengan cuma-cuma sebagai suatu karunia melalui iman dalam Yesus Kristus. Kis 10:43 menyatakan: “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” Keselamatan datang melalui iman; yaitu kepercayaan dan ketergantungan kepada Yesus dan darah-Nya yang telah dicurahkan untuk memberikan kepada Anda suatu posisi benar di hadapan Allah. Dalam Kisah Para Rasul 10:44-48, Roh Kudus diberikan kepada orang-orang percaya (itu mengkonfirmasikan keselamatan mereka) sebelum mereka dibaptis.acts-10-43

Meskipun hal ini benar, di saat-saat lain tampaknya pengampunan dosa itu terjadi pada saat baptisan (Kisah Para Rasul 2:38). Hal ini karena baptisan adalah suatu ekspresi atau tindakan iman yang dilakukan pada saat itu dimana seseorang berpaling kepada Yesus dalam pertobatan dan iman (Markus 16:16 mengatakan, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”). Itu juga adalah suatu cara meminta kepada Tuhan suatu hati nurani yang bersih (Kis 22:16 dan 1 Pet. 3:21).

Jika Anda benar-benar berbalik kepada Yesus dari hati Anda pada usia tujuh dan dibaptis, Allah menerima iman anak-anak Anda itu. Baptisan memang memiliki persyaratan. Satu persyaratannya adalah pertobatan. Apakah Anda memiliki suatu perubahan hati dan perubahan pikiran yang mengakibatkan Anda berbalik dari dosa kepada Yesus dan pengampunan-Nya (Kisah Para Rasul 2:38, 20:21, dan 17:30)? Apakah Anda memang menjalankan iman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Markus 16:16, Yohanes 3:16, dan Rom 10:9-10)? Jika tidak, maka berpalinglah kepada Yesus sekarang, bertobatlah dari dosa-dosa Anda, berpalinglah kepada kasih karunia-Nya untuk mengampuni Anda, dan meteraikanlah keputusan untuk mengikuti-Nya itu melalui baptisan air.

Baptisan adalah tindakan yang mengekspresikan iman seseorang dalam Yesus. Tanpa iman, tindakan itu tidak berarti apa-apa. Orang-orang yang berpaling kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bersedia untuk mengekspresikan iman itu dan secara terbuka mengakui Yesus kepada publik dengan cara ini. Orang-orang yang mengatakan “tidak” kepada perintah Yesus menunjukkan, sampai pada batas tertentu, suatu iman yang mati. Iman mati ketika orang tidak mau mengekspresikannya (Yakobus 2: 18-19). Iman sajalah yang menyelamatkan, tetapi iman yang menyelamatkan tidak pernah berhenti di situ. Iman itu selalu mau mengekspresikan dirinya sendiri. Baptisan adalah cara untuk mengekspresikan iman itu. Baptisan tidak menyelamatkan; yang menyelamatkan adalah Yesus. Air tidak mencuci dosa; yang mencuci dosa adalah darah Yesus. Namun iman memberlakukan darah-Nya kepada Anda, dan kadang-kadang iman itu dinyatakan pada saat seseorang dibaptis (Kis 22:16). Pertanyaannya adalah, apakah Anda memang bertobat? Apakah Anda memang percaya kepada-Nya (Yesus)? Jika demikian, mengapa Anda menunda-nunda – bangkitlah dan berilah diri dibaptis!

Jesus-Baptism-mural

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Apa pertanyaan yang anak muda itu tanyakan?

2. Menurut Kisah Para Rasul 10:43, bagaimana keselamatan datang kepada kita?

3. Baptisan adalah suatu ekspresi iman yang biasanya terjadi pada saat keselamatan. Bagaimana Kisah Para Rasul 2:38 mengungkapkan kebenaran ini?

4. Bagaimana Markus 16:16 menyatakan kebenaran ini?

5. Baptisan adalah suatu cara berseru kepada Tuhan. Bagaimana Kis 22:16 mengungkapkan kebenaran ini?

6. Baptisan adalah cara untuk meminta kepada Tuhan suatu hati nurani yang bersih. Apakah 1 Petrus 3:21 mengkonfirmasi kebenaran ini?

7. Apakah persyaratan untuk pembaptisan, menurut Kisah Para Rasul 2:38?

8. Apakah persyaratan untuk pembaptisan, menurut Markus 16:16?

9. Dapatkah seorang bayi bertobat?

10. Dapatkah seorang bayi percaya?

11. Bacalah Kisah 10:43-48. Apa langkah selanjutnya, setelah iman di dalam Kristus, yang seorang percaya harus ambil?

 

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Kisah 10:43 – “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

Kis 2:38 – “Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”

Mark 16:16 – “Dia yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; tapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

image_thumb8Kisah 22:16 – “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!”

1 Petrus 3:21 – “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan  —  maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah  —  oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Kisah Para Rasul 10:44-48 – [44] Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. [45] Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, [46] sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: [47] “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” [48] Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.”

 

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Don Krow, bagian dari

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 8.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Wednesday, September 23, 2015

#Lukisan #Rembrant “The Return of the #Prodigal Son” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) lukisan Rembrant “The Return of the Prodigal Son” (Kembalinya Si Anak Hilang) untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Dosa adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Pertobatan tidak terjadi saat kita datang ke (menyadari) diri kita sendiri. Hal itu hanya terjadi bila kita datang kepada (menyadari) Bapa; kembali kepada kasih yang karenanya kita diciptakan!!

Bacalah artikel “Dosa: ‘Sudut Pandang Yesus atau Orang-orang Farisi’” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

REMBRANDT-Harmenszoon-van-RIJN-The-Return-of-the-Prodigal-Son-2Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, September 19, 2015

Level 1 Pelaj. 6 – Pertobatan

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Beberapa orang memiliki kesalahpahaman tentang apakah pertobatan itu sebetulnya. Apakah orang Kristen harus bertobat? Jawabannya adalah dengan mantap “YA”! Namun kata “bertobat” berarti sesuatu yang sama sekali berbeda dari pada apa yang banyak orang Kristen pahami zaman ini. Bill Johnson dari Bethel Church1 di Redding, California, sudah sering menjelaskan pertobatan dalam pandangannya sendiri sebagai berikut: Re berarti “lagi” atau “kembali ke”. Pent berarti paling atas (seperti penthouse). Jadi gabungan ini berarti “kembali ke paling atas”. Ini berarti bahwa ketika kita membuat kesalahan, semua yang kita perlu lakukan adalah mengubah pikiran kita saja dan kembali ke pikiran Allah terhadap kita. Dan apakah pikiran-pikiran Allah? Cinta tanpa syarat dan penerimaan karena Yesus telah membayar harga penuh atas nama kita. Mari kita berjalan bersama-sama dan berusaha menjinakkan bom yang telah dibuat dari kata ini oleh gereja modern.

Kata Yunani yang sebenarnya untuk pertobatan, Μετάνοια (metanoia), menunjukkan suatu perubahan sederhana pada pikiran yang mengakibatkan suatu perubahan perilaku lahiriah. Namun tidak berarti bahwa kita perlu terus mengingatkan diri dari kesalahan kita dan mencoba untuk berhenti melakukan perbuatan ini atau itu. Melakukan hal ini hanya akan mengubahnya menjadi suatu program manajemen dosa, yaitu persis ke dalam apa banyak orang Kristen telah menaruhkan seluruh hidup mereka. Tidak, perilaku baik adalah hasil dari perubahan dari dalam ke luar dan bukan sesuatu yang kita lakukan dalam rangka mencoba untuk diubahkan.

GmetaniaPertobatan memiliki implikasi yang berbeda bagi orang percaya daripada bagi yang tidak percaya. Pada dasarnya itu terjadi begini: Ketika seorang Kristen diperintahkan untuk bertobat, itu berarti mengubah pemikiran mereka tentang posisi mereka dalam Kristus, atau mengubah teologi mereka untuk sejalan dengan kebenaran-kebenaran bahwa mereka telah selamanya diampuni, dibenarkan, dibenarkan, dll. Setiap kali seorang belum percaya diperintahkan untuk bertobat, itu berarti mereka perlu mengubah pemikiran mereka tentang apa yang arti Yesus bagi mereka dan datang ke tempat di mana mereka mengakui bahwa mereka membutuhkan-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

Mari kita lihat beberapa beberapa contoh di mana kata “bertobat” atau “pertobatan” digunakan di Wasiat (Perjanjian) Baru. Alkitab adalah surat cinta Allah kepada anak-anak-Nya. Mari kita keluarkan sengat dari kata “pertobatan” zaman ini dan melihat keindahannya yang sebenarnya.

Contoh 1. Sebelum salib, Yesus dan Yohanes Pembaptis memberitahu orang-orang untuk bertobat dan dibaptiskan, tetapi mereka berdua berkhotbah di bawah Akad Lama kepada orang-orang yang masih berada di bawah hukum Taurat (ingat Akad Baru dimulai nanti setelah salib). Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, menunjuk orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus:
Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” (Kis 19:4) ≈ Lalu Paulus berkata, “Yohanes membaptis dengan baptisan pertobatan, sambil mengatakan kepada orang-orang itu bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu kepada Kristus Yesus”. (Kis 19:04, terjemahan NKJV)

Contoh 2. Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu  —  kendatipun untuk seketika saja lamanya  — , namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2 Cor 7:8-10, penekanan ditambahkan) Paulus menulis suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus (yang berarti mereka adalah orang-orang Kristen) dan setelah tegurannya yang tajam kepada mereka dalam suratnya yang pertama, dia amat senang mereka telah memperhatikan kata-katanya, berubah dari cara-cara jahat yang sebelumnya mereka sendiri telah lakukan. Dalam suratnya yang sebelumnya ia menegur mereka karena mempraktekkan kejahatan seperti itu yang bahkan tidak dikenal di kalangan orang tidak beriman: Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. (1 Kor 5:1)

Mari kita lihat kata Yunani yang digunakan dalam 2 Korintus 7:10 untuk kata “keselamatan”: σωτηρία (sotaria) = penyelamatan atau keadaan selamat (fisik atau moral): – kelepasan, kesehatan, keselamatan, menyimpan, memelihara. Paulus tidak mengatakan bahwa orang percaya akan kehilangan keselamatan mereka jika mereka bertahan dalam pekerjaan-pekerjaan kejahatan ini, ia mengatakan bahwa berpalingnya mereka dari hal-hal ini sebenarnya telah menyelamatkan mereka dari seluruh konsekuensi mengerikan dari suatu tumpukan sakit hati dan rasa sakit di kemudian hari. Bayangkan saja konflik yang akan ada di gereja jika diketahui bahwa seorang anak laki-laki tidur dengan ibunya!

Tetapi karena orang-orang ini mengubah pemikiran mereka dan menyadari bahwa perilaku mereka benar-benar tidak sejalan dengan identitas mereka sebagai orang-orang percaya yang telah disucikan, dibersihkan dan diampuni, mereka termotivasi untuk mengubah jalan-jalan mereka, sehingga Paulus memuji mereka mengenai hal ini, dalam suratnya yang kedua: Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah. (2 Kor 7:4)

Perlu dicatat bahwa motivasi mereka untuk mengubah perilaku mereka bukanlah karena suatu ancaman akan hukuman maupun bahaya kehilangan keselamatan mereka: itu adalah pewahyuan bahwa mereka dengan tanpa syarat dicintai oleh Allah terlepas dari perilaku jahat mereka! Janji-janji dan cinta Tuhan kepada mereka tetap berlaku terlepas dari perilaku mereka dan ini menghasilkan perubahan hati mereka. Lihatlah kata-kata pembukaan dari pasal yang sama ini: Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani… (2 Kor 7:1a, penekanan ditambahkan) Paulus mengatakan kepada mereka bahwa karena mereka memiliki janji-janji Allah (kasih, berkat, kehidupan kekal, dll) mereka seharusnya bertindak sejalan dengan itu, bukan bahwa Allah akan menolak atau menghukum mereka karena pelanggaran-pelanggaran mereka.

2corinthians7_1Sebagai ringkasan, ketika seorang tidak percaya bertobat itu berarti mereka menempatkan iman mereka kepada Allah dan dilahirkan kembali. Ketika seorang percaya bertobat itu hanya berarti mereka mengubah pemikiran mereka untuk menjadi sejalan dengan pikiran Allah, meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak menggambarkan identitas sejati mereka sebagai orang percaya yang telah diampuni dan disucikan. Ini juga berarti meninggalkan perbuatan-perbuatan yang sia-sia, yang berarti berhenti berusaha untuk dibenarkan melalui tingkat ketaatan mereka sendiri dan mulai bergantung pada karya salib yang sudah selesai dan darah Yesus, yang mengaruniakan kepada orang-orang percaya akses tak terbatas kepada perkenanan dan penerimaan Allah.

Bertobat tidak berarti untuk duduk dalam kain kabung dan abu dan memohon ampun kepada Tuhan setiap kali kita membuat kesalahan, karena hal ini akan mengabaikan pengorbanan Kristus yang sempurna 100% sekali untuk semua, dan mempercayai bahwa dosa kita lebih kuat daripada darah Kristus: Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (Ibr 10:10, penekanan ditambahkan)

 

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Definisikanlah kata ‘bertobat’.

2. Bacalah Lukas 13:1-5. Apa yang seseorang harus lakukan agar tidak binasa?

3. Bacalah 2 Petrus 3:9. What is God’s desire for all people?

4. Pelajarilah paragraph ketiga, suatu pertobatan bagi orang percaya adalah mengubah cara berpikir mereka mengenai _____________________________ mereka atau mengubah theology mereka untuk selaras dengan  _____________________________________________________________________________

5. Bacalah Kis 26:18. Walaupun tidak dikatakan secara spesifik, ayat ini membicarakan pertobatan. Apa yang terjadi bagi mereka yang bertobat?

6. Bacalah Yesaya 55:7. Apa yang harus orang jahat / tidak benar lakukan?

7. Apa yang akan Tuhan lakukan kepada orang yang melakukan hal di atas?

8. Bacalah Lukas 15:7. Apa reaksi sorga terhadap seorang berdosa yang bertobat?

9. Bacalah Kis 3:19. Jika saudara bertobat lahir baru, apa yang terjadi terhadap dosa-dosa saudara?

10. Bacalah 2 Kor 7:1a, mengapa kita seharusnya (dan bisa) menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani (bertobat)?

11. Bacalah Ibr. 10:10, berapa kalikah Yesus harus membuat persembahan untuk menebus hidup kita? 

                                           

Heb 10 10*⁂*

Ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk Pertanyaan

Luke 13:1-5 – Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

2 Petrus 3:9 – “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Kis 26:18 – “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.”

Yesaya 55:7 – “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.”

Luke 15:7 – “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Kis 3:19 – “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,”

Ibr 10:10 – “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

2 Kor 7:1a – “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani…”

 

♔ ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andre van der Merwe, bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 6.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1 Yohanes 5: 11-12 – [11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts