Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Saturday, October 31, 2015

Level 1 Pelaj. 12 – Integritas Firman Allah

Markus 4 adalah bab luar biasa tentang integritas yang dimiliki Firman Allah — kekuatan, karakter, dan iman di dalamnya. Ada setidaknya sepuluh perumpamaan diajarkan selama satu hari ini. Anda harus membandingkan Markus 4 dengan Matius 13 dan Lukas 8 untuk mendapatkannya. Ada sejumlah perumpamaan, salah satunya adalah tentang penabur yang menabur benih. Dalam Markus 4:26 mengatakan, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,” Ingatlah bahwa dalam ayat 14 dikatakan benih ini adalah Firman Tuhan. Tuhan tidak benar-benar mengajar Anda bagaimana untuk menjadi petani, tetapi sedang menggunakan suatu hal yang alamiah untuk menggambarkan kebenaran rohani. Ayat 27 mengatakan, “lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.” Sekarang, saya percaya itu penting. Dikatakan orang itu tidak benar-benar mengerti. Dia tidak tahu bagaimana hal ini terjadi.

mark4_26-27Beberapa orang mengatakan, “Saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan. Bagaimana membaca Firman Tuhan benar-benar bisa mengubah saya dan menyebabkan kehidupan Tuhan untuk menjadi hidup dalam diri saya?” Saya benar-benar tidak mengerti, tapi saya tahu itu terjadi. Saya tidak mengerti bagaimana bisa Anda menempatkan sebuah benih kecil di tanah dan seluruh tangkai jagung datang dengan daun-daun jagung di atasnya dan mereproduksi seratus kali lipat. Tidak ada yang sepenuhnya memahami hal itu, tetapi itu terjadi, dan saya beritahu Anda bahwa ini memang terjadi. Bacalah Firman Tuhan dan biarkanlah itu memenuhi Anda, mengubahkan sikap Anda, pengalaman Anda, dan persepsi Anda.

Ayat 28 mengatakan, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah.“ Bumi dibuat untuk menetaskan benih, dan menumbuhkan kecambah dan melepaskan kehidupan itu. Hati Anda dibuat untuk Firman Tuhan – itu benar-benar demikian. Firman Allah diciptakan untuk ditempatkan di dalam hati Anda. Hanya mengambil sebuah Alkitab dan memegangnya erat-erat, menaruhnya di meja kopi Anda atau membawanya dengan Anda itu tidak memiliki kebajikan apa-apa. Kelakuan itu tidak melepaskan kekuasaan ke dalam kehidupan Anda. Anda harus mengambil Firman itu, membuatnya menjadi benih, dan menanamnya di dalam hati Anda. Ketika Anda melakukan itu, hati Anda terancang untuk menghasilkan buah dari dirinya sendiri. Ini akan secara otomatis mengubah cara hal-hal bekerja dalam hidup Anda.

Ayat ini berlanjut, “mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.“ Ini berarti bahwa ada tahapan atau langkah-langkah dalam pertumbuhan dan kematangan. Orang-orang setiap kali datang kepada saya menyatakan bahwa mereka percaya Tuhan untuk sesuatu hal yang benar-benar baik dan saleh yang dengannya saya bisa setuju. Tetapi jika mereka tidak pernah melakukan apa-apa, jika mereka tidak pernah memimpin seseorang kepada Tuhan, saya bisa menjamin mereka tidak akan memiliki pelayanan televisi atau radio dalam beberapa minggu ke depan.

Anda harus melakukan hal-hal dalam langkah-langkah. Ada tahapan-tahapan untuk menerima dari Allah, dan itulah yang perumpamaan ini gambarkan. Pertama-tama, Anda harus memulai, dan kemudian datanglah pengharapan, dan kemudian iman, dan kemudian itu memperoleh hasil. Selalu ada langkah-langkah menuju kemenangan. Tidak ada yang akan berangkat pergi dari nol ke seribu km per jam sekaligus. Meskipun itu mungkin suatu keinginan yang saleh, itu tidak akan bekerja demikian. Kitab Suci ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah adalah seperti benih. Firman harus ditanam di dalam hati Anda, dan pertumbuhan datang dalam tahap: pertama-tama tangkai, kemudian bulir, kemudian jagung-jagung memenuhi bulir-bulir. Ayat berikutnya mengatakan, “Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Ada tahap-tahap, tetapi pada akhirnya akan datang suatu saat keberbuahan dan kematangan.

5o-11b-source-markryman-com-mark4-28Intinya dinyatakan dalam ayat 35, “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”” Yesus telah mengajar mereka sepanjang hari tentang kuasa Firman, bagaimana Firman itu seperti benih, dan bagaimana Firman itu akan merilis kehidupan Allah ke dalam hidup Anda. Dia telah mengajar mereka ini setidaknya sepuluh perumpamaan, jadi di sini ia memberi mereka tes. Dia mengatakan kepada mereka, “Baiklah, inilah Firman dari Tuhan—mari kita pergi ke sisi lain dari danau ini.” Dia tidak mengatakan “Mari kita naik ke perahu, pergi setengah seberang danau, dan tenggelam,” tapi “Mari kita pergi ke seberang.” Lalu Dia naik ke perahu dan pergi tidur. Cerita berlanjut dimana badai besar datang dan air memenuhi perahu. Anda harus ingat bahwa ini bukan sebuah perahu mewah dengan tempat tidur di bawah dek di mana Yesus tetap kering dan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Itu adalah perahu terbuka dan Yesus tertidur, teraduk-aduk dalam tumpahan-tumpahan air. Alasan bahwa hal ini berarti penting adalah karena Dia tahu apa yang sedang terjadi, tetapi Dia masih berusaha untuk tidur. Para murid menjadi marah, datang kepada-Nya, dan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Dengan kata lain, mereka mengatakan, “Lakukanlah sesuatu! Ambillah ember dan timbalah air! Dayunglah, lakukanlah sesuatu! Engkau tidak berupaya apa-apa!”

Banyak kali orang melakukan hal yang sama dengan Allah hari ini dan berkata, “Tuhan, mengapa Engkau tidak melakukan sesuatu?” Allah telah melakukan sesuatu. Dia telah memberikan segala yang kita butuhkan melalui penebusan Tuhan Yesus. Dia telah menghasilkan Firman-Nya dan memberi kepada kita semua benih tersebut. Tugas kita adalah untuk menaburnya ke dalam hati kita. Dia telah memberi kita Kitab Suci, dan adalah tugas kita untuk mengambil benih itu, memasukkannya ke dalam hati kita, dan merenungkannya sampai Firman itu melepaskan kehidupan. Tapi para murid ingin membangunkan Yesus dan berkata, “Mengapa Engkau tidak melakukan sesuatu?” Dia bangkit, menghardik angin dan ombak itu, ada ketenangan.

Kemudian Dia berbalik dan berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu ketakutan? Bagaimana sampai kamu tidak memiliki iman?” Dia tidak mengatakan, “Hei sobat-sobat, Aku minta maaf. Seharusnya Aku melakukan sesuatu.” Tidak, bagian-Nya adalah untuk mengajari mereka Firman dan memberikan kepada mereka janji-janji, dan bagian mereka adalah untuk mengambil (menerima) Firman dan mempercayai janji-janji itu. Allah telah menyediakan segala sesuatu melalui kedatangan Yesus ke dunia ini. Dia telah memberi Anda segala sesuatu yang diperlukan untuk berhasil dalam setiap bidang kehidupan Anda di dalam bentuk benih Firman. Yang harus Anda lakukan adalah mengambil benih-benih Firman Tuhan dan menanamnya di dalam hati Anda melalui membaca, merenungkan, memikirkannya, dan membiarkannya berakar di dalam Anda. Ketika Anda melakukan itu, Anda akan dapat berdiri dan menghentikan badai dalam hidup Anda.

Saya percaya yang terbaik dari Allah adalah untuk murid-murid mengambil ajaran yang Yesus telah berikan kepada mereka pada hari itu dan berkata, “Marilah kita menyeberang.” Mereka bisa saja mengatakan, “Menurut segala yang telah Dia ajarkan kepada kita pada hari ini, ini adalah suatu janji. Ini adalah Pencipta alam semesta yang telah mengatakan mari kita pergi ke sisi lain, bukan marilah kita pergi setengah jalan dan tenggelam.” Mereka bisa saja mengambil Firman itu, mencampurnya dengan iman, dan menghardik angin dan ombak itu. Itulah tepatnya yang Yesus katakan: “Hai kamu yang kurang percaya, mengapakah kamu bimbang?” Tahukah Anda? Kita harus mempercayai Firman Tuhan dan bertindak atasnya.

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1.  Bacalah Matius 13:19. Jika kita tidak menanam Firman Allah dalam hati kita, apa yang akan terjadi atasnya?

2. Bacalah Yosua 1:8. Kapan kita harus merenungkan Firman Tuhan?

3. Bacalah Yohanes 6:63. Menurut ayat ini, Firman Tuhan adalah ____________________________

4. Bacalah Matius 4:4. Manusia harus hidup bukan dengan makanan fisik saja tetapi oleh _______________________________________________________

5. Bacalah Efesus 6:17. Firman Tuhan adalah seperti jenis senjata apa?

6. Bisakah satu pedang melakukan kerusakan terhadap musuhnya?

7. Bacalah Roma 8:6. Ketika kita memberikan tempat yang tepat untuk Firman Allah dalam hidup kita, kita akan memiliki ______________________________

8. Bacalah 2 Korintus 3:18. Apa yang padanya kita memusatkan perhatian kita adalah apa yang menjadi penuh dalam kita. Apa yang padanya kita harus mengatur fokus kita?

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan-pertanyaan

Matius 13:19 – “Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

Yosua 1:8 – “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Yohanes 6:63 – “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”

Matius 4:4 – “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.””

Efesus 6:17 – “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.”

Roma 8:6 – “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”

2 Korintus 3:18 – “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”

2 Cor 3 18

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 12.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, October 24, 2015

Level 1 Pelaj. 11 – Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berbuat Dosa?

Hari ini kita akan membahas subjek “Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa?” Alkitab mengatakan kepada kita dalam 1 Yohanes 1:8-9, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Sebagai orang Kristen, kita masih akan tersandung dan berbuat dosa. Apa yang membuat kita berbeda dari siapa kita sebelum lahir baru adalah bahwa sekarang kita memiliki sifat baru. Kita menjadi sedih jika kita berdosa. Kita tidak ingin berbuat dosa; kita ingin menjalani kehidupan yang benar. Tapi apa yang terjadi ketika kita kemudian melakukan dosa? Apakah kita perlu diselamatkan lagi? Apakah demikian yang Alkitab ajarkan? Jika demikian, kita tidak aman, dan dalam beberapa hal, kita bahkan lebih buruk dari dunia. Setidaknya dunia tidak tersiksa oleh kesadaran akan dosa.

Sebagai orang percaya, dosa seharusnya tidak menjadi fokus perhatian kita. Ibrani 10:2 menyatakan bahwa melalui pengorbanan Yesus, orang percaya seharusnya tidak sadar dosa (conscience of sins) lagi. Dengan kata lain, dosa seharusnya tidak menjadi fokus dari kehidupan kita. Tuhanlah yang seharusnya menjadi fokus kita.

romans3_27-28Roma 4:2 mengatakan, “Sebab jikalau Abraham dibenarkan [dinyatakan benar] karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah” (tanda kurung dari saya). Jika keselamatan didasarkan pada prestasi kita, hal-hal (pencapaian) yang kita lakukan, maka kita bisa membual tentang itu. Kita bisa mengatakan, “Hei, Tuhan, saya sangat menghargai apa yang Engkau telah lakukan di kayu salib, tapi ingatlah hal-hal yang telah saya lakukan!” Jadi sepanjang kekekalan, kita akan memuji Yesus dan memuji diri kita kembali karena hal-hal yang telah kita lakukan. Tidak! Tuhan telah merancang keselamatan sedemikian rupa sehingga tidak akan ada kemegahan atau kemuliaan di pihak manusia. Satu-satunya kemuliaan dan kemegahan nantinya adalah di dalam Tuhan Yesus Kristus (Rom. 3:27). Karunia hidup kekal memang adalah suatu hadiah, dan tidak dapat diupayakan (Rom. 6:23).

Roma 4:2 mengatakan bahwa jika Abraham dibenarkan oleh perbuatannya sendiri, ia akan memiliki beberapa alasan untuk bermegah, tapi itu bukanlah apa yang terjadi. Bagaimana Alkitab mengatakan seorang manusia diselamatkan? Dengan kinerjanya sendiri? Dengan karya-karyanya sendiri? Dengan hal-hal yang dia lakukan? Bagaimana Abraham diperhitungkan sebagai orang benar, atau dibenarkan? Apakah itu melalui hal-hal yang dia lakukan atau tidak lakukan, ataukah itu karena ia hanya percaya, mempercayakan dan bergantung pada Allah karena iman? Alkitab berkata dalam Roma 4:3, “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Apa yang menjaga saya dalam posisi dan memelihara saya dari kebinasaan, meskipun ada saat-saat ketika saya gagal dan dosa? Itu adalah bahwa Yesus telah menanggung semua dosa saya di kayu salib, dan melalui iman di dalam Dia (bukan melalui karya saya sendiri), saya dibenarkan (dibuat menjadi orang benar di hadapan Allah).

Roma 4:6 mengatakan, “Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya“. Daud dari Perjanjian Lama sedang mengatakan bahwa akan ada hari ketika melalui suatu perjanjian baru Allah akan memperhitungkan kebenaran, posisi benar, tanpa manusia bekerja untuk itu. Lalu ia berkata dalam ayat 7, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya”. Inilah bagian yang menentukan: “Berbahagialah manusia yang kesalahannya (NKJV: dosanya) tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” (Roma 4:8). Ia tidak mengatakan bahwa Dia mungkin, kadang-kadang Dia mau dan kadang-kadang Dia tidak mau. Ia mengatakan, “Berbahagialah manusia yang kepadanya Tuhan tidak akan memperhitungkan dosa.”

Romans4_7_8Dalam bahasa Yunani bentuk pernyataan itu yang disebut kalimat negatif tegas. Ini berarti Dia tidak akan pernah, sama sekali tidak akan pernah menempatkan dosa ke hitungan rekening kita. Inilah kabar baik dari Perjanjian Baru. Ibrani 10:16 mengatakan, “Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka [pada hati mereka] dan menuliskannya dalam akal budi mereka [pada pikiran mereka juga],““ (tanda kurung saya), dan bagian dari perjanjian itu adalah bahwa Allah berkata ini dalam ayat 17: “dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”

Apa yang menahan Anda dalam posisi kebenaran dan berdiri benar di hadapan Tuhan, bahkan ketika Anda berbuat dosa dan tidak punya waktu untuk mengakuinya? Itulah iman Anda di dalam Yesus Kristus. Nama-Nya adalah Yesus, dan Ia menyelamatkan orang-orang dari dosa-dosa mereka (Mat. 1:21).

 

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Roma 4:5. Allah membenarkan (membuat menjadi orang benar) orang-orang yang _________________.
  2. Bacalah Roma 4:2-3. Tuhan menaruh sesuatu kepada hitungan Abraham (ketika ia percaya) yang sebelumnya ia tidak miliki. Apakah itu?
  3. Bacalah Roma 4:22-24. Jika kita percaya sebagaimana Abraham mempercayai, apa yang akan Tuhan taruh ke hitungan kita?
  4. Bacalah Roma 4:6. Allah memperhitungkan kebenaran (atau posisi berdiri benar) kepada seseorang: A. menurut perbuatan mereka. B. terlepas dari perbuatan-perbuatan mereka. C. sesuai dengan seberapa baik sifat mereka.
  5. Bacalah Ibrani 10:14. Berapa lamakah orang-orang percaya diperhitungkan sebagai sempurna di hadapan Allah?
  6. Bacalah Roma 5:17. Kebenaran diterima: A. dengan mengupayakannya. B. sebagai hadiah. C. dengan bekerja untuk itu.
  7. Apa yang kata “hadiah” siratkan?
  8. Untuk mempercayai Yesus menjadi Juruselamat pribadi Anda, Anda harus percaya kepada-Nya untuk membawa Anda sepanjang jalan ke: A. gereja. B. surga. C. Rusia.

 

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan-pertanyaan

Rm 4:5 – “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.”

Roma 4:2-3 – “[2] Sebab jikalau Abraham dibenarkan [dinyatakan benar] karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah” [3] Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.””

Roma 4:22-24 – “[22] Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. [23] Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, [24] tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati”

Roma 4:6 – “Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya“

Ibrani 10:14 – “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”

Roma 5:17 – “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.“

 

Romans6_23-1

♔  ✞  ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Don Krow, bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace (http://ift.tt/1ISgZvn)

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 11.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Sunday, September 20, 2015

#Poster “#Grow Up” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) poster “Grow Up” (Menjadi Dewasa) untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Sudah waktunya bagi kita untuk bertumbuh dewasa dan mulai bertindak sebagaimana siapa diri kita. Kita hanya memiliki satu ibu dan namanya adalah Grace (Kasih Karunia). Sudah waktunya untuk menendang keluar Ny. Hukum Taurat dan anaknya yang menjengkelkan (karya-karya daging) dari kehidupan kita!!

Bacalah artikel “Tendang Keluarlah #Hukum #Taurat itu!” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

GrowUp-SeriesSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus“ (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan“ (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.“

1 Yohanes 5: 11-12 – “[11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.“

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 8, 2015

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap

Daftar Pelajaran Level 1 :

  1. da2Hidup Kekal
  2. Keselamatan oleh Kasih Karunia
  3. Kebenaran oleh Kasih Karunia
  4. Hubungan dengan Tuhan
  5. Sifat Allah
  6. Pertobatan
  7. Komitmen
  8. Baptisan Air
  9. Identitas dalam Kristus (Bagian 1)
  10. Identitas dalam Kristus (Bagian 2)
  11. Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa
  12. Integritas Firman Allah
  13. Tuhan Tidak Bersalah
  14. Kuasa Kehidupan yang Dipenuhi Roh
  15. Cara Menerima Roh Kudus
  16. Manfaat Berbicara Dalam Bahasa Lidah


Daftar Pelajaran Level 2:

  1. Keberpusatan Diri Sendiri: Sumber Segala Duka
  2. Cara Merenungkan Firman Tuhan
  3. Pembaharuan Pikiran
  4. Pentingnya Gereja Kristus
  5. Pelepasan
  6. Wewenang Orang Percaya
  7. Penyembuhan ada dalam Penebusan
  8. Hambatan terhadap Penyembuhan
  9. Mengampuni Orang Lain
  10. Pernikahan (Bagian 1)
  11. Pernikahan (Bagian 2)
  12. Jenis Cinta Allah (Bagian 1)
  13. Jenis Cinta Allah (Bagian 2)
  14. Keuangan (Bagian 1)
  15. Keuangan (Bagian 2)
  16. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Doa Anda Tampak Tidak Terjawab

 

Daftar Pelajaran Level 3:

  1. Aliran Ilahi
  2. Menggunakan Karunia Untuk Melayani
  3. Mujizat-mujizat Memuliakan Tuhan
  4. Kuasa Hubungan-hubungan yang Ilahi
  5. Penganiayaan
  6. Sang Raja dan Kerajaan-Nya
  7. Objek Iman yang Menyelamatkan
  8. Penggunaan yang Tepat akan Hukum Allah
  9. Tidak Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia
  10. Bukan Kesadaran Dosa Lagi
  11. Saya Dikasihi, Saya Indah
  12. Buah Keselamatan (Bagian 1)
  13. Buah Keselamatan (Bagian 2)
  14. Panggilan Untuk Pemuridan
  15. Cara Menggunakan Kesaksian Anda
  16. Menggunakan Karunia-karunia Setiap Orang Untuk Memuridkan

Discipleship

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

 


Sunday, May 24, 2015

Wallpaper / #Lukisan “#Pentecost for All #Nations” – gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper / Lukisan “Pentecost for All Nations” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Kita menyalahkan Tuhan seolah-olah Dia hanya datang dalam gelombang-gelombang, mencurahkan kuasa-Nya kemudian mengundurkan diri dan mengijinkan suatu generasi hanya menjadi layu. Itu bukan cara Tuhan beroperasi. Tuhan ingin setiap orang berjalan dalam kepenuhan-Nya!!

Bacalah artikel “Kepercayaan-kepercayaan Yang Salah” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

pentecosti-kosmosSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:
Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, May 23, 2015

#Wallpaper “Api #Roh #Kudus” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper “Api Roh Kudus” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Roh Kudus benar-benar hanya mengingatkan kita betapa kita benar dalam Kristus, betapa tidak berdayanya Setan, dan Dia mengingatkan orang-orang kafir bahwa mereka harus percaya pada Yesus!!

Bacalah artikel “Apakah Dosa yang Tidak Terampuni?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

Holy SpiritSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


#Wallpaper “Abide in the #Vine” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) wallpaper “Abide in the Vine” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Allah menghasilkan buah melalui kita ~ sama seperti ranting yang hanya merupakan saluran kehidupan bagi getah pokok anggur, dicangkokkan ke dalam partisipasi/kesatuan yang penuh sukacita dengan kehidupan dari pokok anggur, sehingga SANG KEHIDUPAN ITU dapat memiliki ekspresi di dalam dan melalui banyak ranting!!

Bacalah artikel “Kristus Sebagai Kehidupan” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

John15_5Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Friday, May 22, 2015

Kenalilah #Nyali Anda

Yesus berkata bahwa perut kita adalah sumber kehidupan rohani kita. “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya (NKJV: perutnya) akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yoh. 7:38. Dalam ayat di atas, kata Yunani untuk “perut” adalah “coilia.” Ini menunjukkan rahim, perut dan lubuk hati, tetapi juga dapat merujuk ke seluruh rongga perut fisik kita. Menariknya, koilia merupakan dasar untuk kata Latin “surga,” yaitu “coelum.” Dengan demikian, titik sentuhan surga dalam diri kita adalah nyali \ perut kita.

rivers out of bellyDalam Perjanjian Lama, “nyali” adalah pusat spiritual manusia. Alkitab King James menerjemahkan daerah usus ini sebagai “tali kendali”, yang dalam bahasa Ibrani adalah “kilyah” dan secara harfiah berarti “ginjal.” Orang-orang Yahudi percaya bahwa “tempat dari kehendak, emosi, pikiran dan kuasa-kuasa spiritual sering ditemukan di area umum sistem gastro-intestinal (pencernaan makanan).” OUR FATHER ABRAHAM: JEWISH ROOTS OF THE CHRISTIAN FAITH, oleh Marvin Wilson. (Catatan tambahan penerjemah: Indonesia sendiri menggunakan istilah hati (liver) untuk makna yang sama terhadap jantung dalam bahasa Inggris: heart.)

Lebih khusus, ginjal mewakili baik pusat fisik maupun spiritual manusia. Bahkan pada hewan, ginjal dan darah tidak dimakan karena itu mewakili kehidupan rohani hewan dan dengan demikian dikuduskan sebagai hanya untuk dimiliki Allah. (Im 3:10-11; 17:11).

Pertimbangkanlah ayat-ayat Perjanjian Lama berikut yang menekankan pentingnya ginjal \ tali kendali [usus] \ perut:

“Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (Eng: seluruh bagian dalam perutnya).” Ams. 20:27.

“Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku (YLT: tali kendali [usus]ku) mengajari aku.” Mzm 16:7.

“Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku (YLT: tali kendali [usus]ku) dan hatiku.” Mzm. 26:2.

“Engkau membuat mereka (orang jahat) tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati (YLT: tali kendali [usus]) mereka.” Yer. 12:2.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku (YLT: tali kendali [usus]).” Mzm. 139:13.

“Jiwaku (YLT: tali kendali [usus]ku) bersukaria.” Ams. 23:16.

“Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu (YLT: tali pusatmu) dan menyegarkan tulang-tulangmu.” Amsal 3:7-8.

“Ia (Yesus) tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.” ~ “Dan kebenaran akan menjadi sabuk pinggang-Nya, dan kesetiaan menjadi ikat pinggang(usus)-Nya.” Yes. 11:5. Sungguh ayat luar biasa yang menunjukkan bagaimana Yesus menggunakan usus-Nya untuk memegang perjanjian-Nya dengan Bapa!

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin (YLT: tali kendali [usus]), untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” Yer 17:10.

“Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.” Ezek.3:1-3.

“Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.” Mzm. 51:6. “dalam batin” di sini adalah “tuwchah” dan itu adalah kata lain untuk “ginjal.” Itu berasal dari “tachah,” yang berarti “meregangkan suatu busur, sebagai seorang pemanah.” Ini adalah suatu konfirmasi besar dari Logos sebagai busur pewahyuan batin yang melepaskan panah-panah rhema pembebasan kepada hati, pikiran dan mulut kita.

“Lalu aku (Daud) berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku (secara harfiah “di tengah perut saya”). Mzm. 40:7-8.

Dalam PERJANJIAN BARU, pentingnya perut \ ginjal \ tali kendali (usus) ditegaskan dan ditekankan LAGI:

“Semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.” Wahyu 2:23. Kata Yunani “batin” di sini adalah “nephros,” yang lagi-lagi secara harfiah berarti “ginjal.” Sarjana Yunani W.E. Vines menyatakan, “Kehendak dan kasih sayang dianggap memiliki tempatnya di dalam ginjal.”

“Karena itu kenakanlah, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, perut yang penuh belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Kol. 3:12, YLT. Kata “perut” adalah dari bahasa Yunani “splancha.” W.E. Vines sekali lagi menyatakan “splancha” sebagai tempat dari gairah yang lebih keras untuk bahasa Yunani, tetapi untuk bahasa Ibrani itu adalah tempat dari kasih sayang yang lembut. Dilihat dari sudut ini, hidup dari nyali akan menghasilkan orang-orang berdosa penuh nafsu dalam orang-orang yang belum ditebus, tapi hidup dari nyali untuk orang-orang yang telah ditebus akan menghasilkan juara Allah yang sungguh-sungguh dan berhati lembut. Lihatlah juga 2 Kor. 6:12; 7:15; Pilipi 1:8; Filemon 7,12,20; 1 Yoh. 3:17.

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.” Mat.14:14. Ketika bagian ayat di atas mengatakan bahwa Yesus “tergerak oleh belas kasihan” untuk menyembuhkan orang banyak, kata Yunaninya adalah “splanchnizomai,” bentuk kata kerja dari “splancha” yang sebelumnya dibahas di atas. Splanchnizomai berarti digerakkan oleh perut atau batin untuk seseorang melakukan beberapa fungsi. Kata ini sering dicatat mengenai sikap Kristus terhadap orang banyak dan terhadap individu yang menderita. Lihatlah Mat. 9:36; 15:32; 18:27; 20:34; Mrk. 1:41; 6:34; 8:2; 9:22; Luk. 7:13; 10:33; 15:20.)

“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Rom. 8:5-6.

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” Kol. 3:2.

“Tapi dia berbalik, dan berkata kepada Petrus, Enyahlah, Iblis: Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” Matius 16:23.

Kata yang diterjemahkan dalam ayat-ayat di atas sebagai “pikiran,” “memikirkan,” dan “pikirkanlah” semuanya berasal dari kata Yunani yang sama (“phronema” kata benda, “phroneo” kata kerja), akar katanya adalah “phren” yang diterjemahkan sebagai “perut” atau “abdomen.” Jadi, sekali lagi kita melihat bahwa ayat-ayat suci memanggil kita untuk hidup oleh nyali. Kita harus mengatur nyali kita kepada hal-hal di atas, kepada roh dan kepada hal-hal yang dari Allah. Sungguh ini suatu intensitas viseral (=mendalam / jeroan) yang ditambahkan kepada ayat-ayat suci itu. Lihatlah juga Roma 8:27; 12:16; 15:5; 2 Kor.13:11; Gal. 5:10; Filipi 2:2,5; 3:15,19.

Apresiasi terhadap nyali manusia memiliki sejarah panjang dan terhormat sebagai suatu tempat yang terus berkembang dalam ilmu dan kedokteran. Dalam sejarah, nyali / usus (tali kendali) / perut manusia memiliki tempat kunci di semua negeri Timur. Budaya ini menghormati usus sebagai sumber “chi,” yang mengacu pada kekuatan hidup atau energi vital kehidupan.

Di Cina, konsep ini disebut “qi” atau “chi” dan di Korea dan Jepang itu disebut “ki.” Konsep-konsep Cina, Korea dan Jepang mengenai chi adalah hampir identik. Istilah India, “prana” atau “pranja,” memiliki koneksi yang sama dengan ide tentang roh. Kekuatan hidup ini terletak di perut (“hara“) di mana ia dikendalikan oleh nafas.

Diperkirakan bahwa chi seseorang dapat dilihat pada kepribadian orang itu dan dalam semua tindakan luar, dan itu lebih kuat daripada kekuatan fisik sendiri. Itu dianggap sebagai refleksi dari manusia yang di dalam. Oleh karena itu chi yang kuat adalah setara dengan karakter yang baik. Chi merupakan konsep penting dalam filosofi Asia yang mendasari semua seni bela diri.

Saya tidak menggembar-gemborkan filsafat Timur sama sekali karena seluruhnya tidak memiliki pengetahuan penyelamatan Yesus Kristus. Tapi, mereka bersama-sama dengan Israel dan orang-orang Yunani, telah mengidentifikasi pusat sejati spiritualitas manusia – nyali!

Ilmu pengetahuan kini telah menemukan bahwa nyali manusia adalah memang apa yang Webster katakan: “dasar viseral atau bagian emosional dari seseorang”. Nyali sebenarnya memiliki otaknya sendiri yang membentuk sistem saraf enterik sementara itu tetap terhubung ke sistem saraf pusat dan otak lainnya yang terbungkus dalam tengkorak kita.

Dalam buku THE SECOND BRAIN (OTAK KEDUA), Dr. Michael Gerson melaporkan bahwa ada seratus juta neurotransmiter yang melapisi usus, jumlah perkiraan yang sama dengan yang ditemukan di otak. Tampaknya kemampuan untuk ekspresi perasaan dan emosional kita tergantung terutama pada usus lalu pada otak di tingkat lebih rendah.

Gerson mengatakan, “usus mungkin lebih intelektual dari pada jantung dan dapat memiliki kapasitas yang lebih besar untuk perasaan.” Beberapa kimia yang meningkatkan suasana hati tampaknya dirilis melalui neurotransmitter di dalam usus ini. Nyali sebagian besar masih merupakan suatu misteri bagi ilmu pengetahuan dan obat-obatan, namun kepentingannya semakin terungkap dan diteguhkan.

Keping koin dari dunia laskar spiritual adalah kekuatan dan keberanian. Setiap orang percaya membutuhkan “cek nyali” untuk kedua harta ini. Tanpa kekuatan dan keberanian yang membakar di perut kita, perjalanan iman kita lembek dan bersifat pengecut.

Tiga kali dalam Yosua 1 Tuhan mendesak umat-Nya untuk menjadi kuat dan berani saat mereka menyerbu Tanah Perjanjian. Rasul Paulus mengingatkan kita: “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” (1 Kor 16:13). Sama seperti atom-atom harus bersama-sama dalam tabrakan keras untuk menghasilkan tenaga nuklir, begitu juga kekuatan dan keberanian adalah dinamo kembar yang memberi energi kepada iman kita untuk mengatasi dunia.

Ada sesuatu yang hilang dalam iman yang diberitakan saat ini. Kita diajarkan bahwa iman adalah kesepakatan jiwa dengan firman Allah. Kita terus bersepakat namun tetap kalah dalam pertempuran setiap hari dengan Iblis. Unsur yang hilang berada di ranah nyali. Di sinilah pertempuran iman itu benar-benar diperjuangkan.

Persetujuan jiwa saja hanyalah berharap dan tidak memerlukan kekuatan atau keberanian. Persetujuan nyali adalah keinginan terdalam yang dinyalakan oleh semua kekuatan dan keberanian yang bisa dikerahkan oleh seorang pahlawan. A.W. Tozer berkata, “Bisa dikatakan tanpa kualifikasi bahwa setiap manusia adalah sama suci dan penuh Roh sebagaimana yang ia ingin jadi. Dia mungkin tidak menjadi sama penuh sebagaimana yang ia harapkan, tapi dia pasti menjadi sama penuh sebagaimana yang ia inginkan.” Iman yang benar lahir di dalam perut kegairahan “menginginkan” bukannya perairan stagnan mental “berharap.”

Orang-orang Yahudi mempercayai kasih sayang terdalam manusia terkait dengan daerah ginjal dan usus. Alkitab King James menerjemahkan tempat ini sebagai “tali kendali” (Mzm 7:9). Alkitab New American Standard menerjemahkan daerah ini sebagai “batin” (Mzm 139:13) dan “keberadaan terdalam” (Ams 23:16). Akal sehat menerjemahkan kata ini sebagai “nyali/ keberanian.”

Yesus menegaskan hal ini ketika Ia berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya (KJV: akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yoh. 7:38). Buku tentang Martyrs oleh Foxe menjelaskan “kegigihan perut” sebagai suatu kualitas kunci dari juara-juara spiritual. Biarlah setiap orang percaya meraih kekuatan nyali yang sama ini dalam pertempuran melawan kejahatan.

Pelari Olimpiade legendaris Steve Prefontaine mengatakan, “Banyak orang menjalankan perlombaan untuk melihat siapa yang paling cepat. Aku berlari untuk melihat siapa yang paling memiliki nyali.” Prefontaine memahami bahwa nilai suatu kompetisi yang benar bukanlah mengenai kemampuan, tetapi keinginan batin. Secara rohani, Tuhan juga menghargai keberanian lebih daripada kemampuan karena “kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat” (Pkh. 9:11). “Perlombaan” spiritual dimenangkan dengan “ketahanan” memilukan oleh nyali yang menolak untuk menjadi “tawar hati” (Ibr 12:1-4).

Disraeli mengatakan, “Manusia hanya benar-benar hebat (menjadi besar) ketika ia bertindak dari gairah.” Biarlah setiap orang perkasa menginginkan kebesaran penuh gairah dalam pelayanan Tuhan kita. Manusia merasa paling hidup dan paling sukses saat nyali mereka terbakar. Hal ini berlaku dalam perang, olahraga dan cinta.

Kegairahan yang benar mengalir dari perut dalam bentuk kegembiraan, keinginan dan usaha. Nilailah kekuatan dan keberanian sebagai bahan bakar iman yang menempatkan halilintar di perut Anda dan kemenangan dalam hidup Anda. Ingat, kekuatan spiritual ditambahkan dengan keberanian spiritual sama dengan nyali spiritual. Selesaikanlah persamaan itu sekarang dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan untuk berkat ini. “Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.” (Mzm 138:3).

bold and strong answeredDalam pemikiran Ibrani, ginjal secara spiritual melambangkan kehendak Allah bagi hidup kita. Tuhan memiliki suatu naskah yang disebut “volume buku,” di dalam mana tertanam kehendak Allah yang sempurna untuk setiap saat, setiap hari selama sisa hidup kita. Rujukan terhadap buku takdir ini mungkin dapat disebut terdapat dalam ayat-ayat berikut: Ibr. 10:7; Mzm. 40:7. Tampaknya “ginjal” kita, sebagai simbol atau sebutan lain dari roh kita, mungkin “on line” dengan volume buku itu karena berkaitan dengan naskah kehidupan pribadi kita.

Alkitab memberitahu kita bahwa ginjal kita mengajar kita (Mazmur 16:7), terutama pada malam hari saat kita tidur dan di pagi hari ketika kami pertama kali mencari Tuhan. (Yesaya 50:4; Yer 7:13, 25; 11:7; 21:12; 25:34; 26:5; 29:19; 32:33; 35:14-15; 44:4; Mzm. 30:5). Selain itu, ketika Mzm. 73:21 mengatakan, “buah pinggangku (tali kendaliku) menusuk-nusuk (saya) rasanya,” kata “menusuk” (shanan) juga berarti “mengajar dengan tekun” (lihat kata yang sama itu digunakan dalam Ulangan 6:7). Jadi ayat ini bisa dibaca mengatakan bahwa “Saya dengan tekun diajar dalam ginjal saya.” Tuhan menguji dan menyelidiki tali kendali kita untuk tujuan kita menerima instruksi kehendak-Nya di dalam nyali kita dan juga urapan untuk melakukannya. (Filipi 2:13; lihat juga Mzm 7:9; 26:2; Amsal 11:20; Yer 17:10; 20:12; Wahyu 2:23).

2 Timotius 1:9 mengatakan tujuan kita dalam Tuhan telah diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum dunia dimulai. Jika di dalam usus kita ada tertanam sebuah gulungan kebijaksanaan ilahi dan pengurapan tak terbatas untuk berjalan sebagai anak-anak terang, maka kita harus gigih memegangnya.

Nyali (pengetahuan viseral) kita karena itu mungkin menjadi titik sentuh antara Allah dan manusia. Dari titik sentuhan ini sungai dari air kehidupan mengalir melalui hati kita, pikiran dan tubuh. (Yoh. 7:38). Bukankah menarik bahwa ginjal menghasilkan 200 liter air murni laboratorium setiap hari! Sungguh suatu penghargaan bagi nyali kita sebagai sumber penyegaran murni dan pembersihan keberanian fisik maupun spiritual.

Mungkin sudah waktunya kita mulai lebih menjalani hidup dari nyali dengan mengingat takdir kita.

  

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari catatan yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: GET TO KNOW YOUR “GUT”


Tuesday, May 19, 2015

Implikasi dari #Waktu

Mari kita bergembira dalam spekulasi yang mencengangkan tentang implikasi dari “waktu.”
Mari saya mulai dengan pertanyaan.
Dari sudut pandang Allah:
– Kapan Adam berjalan dengan Tuhan?
– Kapan Abraham mengenali Allah adalah sahabat-Nya?
– Kapan Musa bertemu Tuhan dalam semak yang terbakar?
– Kapan Daud menari di depan tabut kehadiran Tuhan?
– Kapan Yesus dibangkitkan oleh kehadiran Tuhan?
– Kapan Anda pertama kali mengenal Allah sebagai Abba Anda?

Jawabannya adalah bagi Allah, semua peristiwa ini terjadi ….. SEKARANG. Atau dengan cara yang lebih baik, mereka semua sedang terjadi SEKARANG.
Untuk Tuhan, SEMUA peristiwa terjadi secara bersamaan. Mengapa? Karena dengan menggunakan frase Kurt Vonnegut, Allah “tidak mandek dalam waktu.”

time-eyeInilah sebabnya mengapa kita diperingatkan, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.” 2 Petrus 3:8. Waktu untuk Allah semata-mata BUKANLAH hal yang sama seperti waktu untuk manusia.

Ini juga menjelaskan mengapa Yesus, sebagai Anak Domba Allah, telah disembelih sejak penciptaan dasar bumi. Alkitab mengatakan Allah berhenti pada hari ketujuh dari SEMUA pekerjaan-Nya KARENA Dia mengalami semua manusia untuk semua waktu dan semua peristiwa secara bersamaan.

“Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih sejak dunia dijadikan. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Wahyu 13:8-9, NKJV.

“Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.” Ibrani 4:3.

Game over, bung.

Ini seperti permainan catur di mana Tuhan membuat semua gerakan-Nya dalam satu giliran. Apa yang tampaknya seperti satu linier, “satu-langkah-dalam-satu-waktu,” permainan di mana Allah bergerak pertama, KEMUDIAN kita bergerak, KEMUDIAN Dia bergerak, adalah sebenarnya satu gerakan permainan tunggal bagi Tuhan.

Inilah prinsip simultanitas. Ini benar-benar memperlihatkan predestinasi linear sebagai suatu cacat karena Allah tidak bergerak dalam waktu linier. Seperti lintasan lari dengan jalur yang berdekatan, kita tidak berjalan di depan Abraham atau Musa, tetapi di samping mereka, setidaknya dari perspektif Allah. Gunung transfigurasi mengungkapkan lintasan lari ini ketika Musa dan Elia secara bersamaan muncul di sebelah Yesus dalam bentuk fisik.

Jadi, itu bukan soal pra-tujuan melainkan pasca-tujuan. Permainan ini “mulai” maupun “selesai” pada saat yang sama. Allah sedang membimbing semua ciptaan kembali kepada-Nya, beberapa mengambil rute waktu lebih lama dan beberapa lebih pendek berdasarkan respon masing-masing, tapi semua juga di mata Tuhan SUDAH duduk dengan Dia SEKARANG di sorga. Jadi, Allah secara bersamaan mengalami kejatuhan kita, pembaharuan kita dan pemuliaan kita semua pada saat yang bersamaan.

“Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,” Yesaya 46:9-10.

isaiah-46-9-10-religion-hd-wallpaper-1920x1200-3641Sementara beberapa teolog tidak setuju dengan pemahaman terhadap waktu yang ini, beberapa teolog terkenal sudah pasti setuju.

“Tuhan tahu semua kejadian dalam satu tindakan kohesif tunggal kesadaran, yang kontras dengan bentuk-bentuk terbatas yang diketahui mungkin bagi makhluk ciptaan yang berada di bawah persyaratan waktu (Yohanes 17:24; Efesus 1:4; 2 Timotius 1:9). Kemahatahuan Ilahi berarti bahwa Allah menggenggam semua waktu seolah-olah itu adalah satu keutuhan – sekarang: ‘Bagi Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari’ (2 Petrus 3:8; Mazmur 90:4). Cara Tuhan dalam mengalami waktu adalah dalam simultanitas radikal di mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan saling berpadu tanpa dipenjarakan sebagai pikiran-pikiran yang terbatas dalam iring-iringan gerakan dari masa lalu ke masa kini ke masa depan.

Tidak seperti manusia fana yang hidup dalam waktu, Tuhan selalu telah ada (Kejadian 21:23) dan akan ada (Ulangan 5:23). Tetapnya Tuhan “tidak berubah seperti pergeseran bayangan” (Yakobus 1:17). Allah merangkul waktu dalam pemahaman sepenuhnya, sedangkan kita mengalami waktu hanya dalam mode berlalunya yang menghilang secara konstan. Melalui doa oleh kasih karunia orang percaya berpartisipasi dalam pelukan pengetahuan Allah akan waktu.

Waktu adalah bagian dari susunan yang telah diciptakan, yang berbeda dengan esensi ilahi. Dengan dunia, waktu diciptakan. Sebelum ada waktu, tidak ada satupun selain Allah. “Oleh karena itu tidak ada waktu ketika Engkau belum menciptakan apa-apa, karena Engkaulah yang menciptakan waktu sendiri” (Agustinus, Conf. 11.14). Kehidupan kekal menunjuk kepada suatu kehidupan yang beregenerasi untuk pantas hidup di hadapan Allah yang hidup dan kekal (Yohanes 5:24) Thomas C. Oden, A CLASSIC KEKRISTENAN: A SYSTEMATIC THEOLOGY, HarperOne, pp 825-826 (1992).

“Karena Allah hidup dalam suatu masa kini yang kekal, Dia tidak memiliki masa lalu dan masa depan. Ketika kata-kata penunjuk waktu muncul dalam Kitab Suci, kata-kata itu merujuk ke waktu kita, tidak ke waktu-Nya. Ketika keempat makhluk di hadapan tahta itu berseru siang dan malam, “Kudus, kudus, kudus, Tuhan Allah Yang Mahakuasa, yang telah ada, dan yang ada, dan yang akan datang,” mereka mengidentifikasi Allah dengan aliran kehidupan makhluk ciptaan dengan tiga bentukan kata waktu yang akrab; dan ini adalah benar dan baik, karena Allah telah secara berdaulat menghendaki demikian untuk mengidentifikasi diri-Nya. Tapi karena Allah tidak diciptakan, Dia sendiri tidak dipengaruhi oleh rangkaian perubahan berturut-turut yang kita sebut waktu.” AW Tozer, THE KNOWLEDGE OF THE HOLY (PENGETAHUAN DARI YANG KUDUS).

“..Akulah Allah .. yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,” Yesaya 46:9-10.

“Nunc fluens facit tempus, nunc Stans facit aeternitatem. Masa kini yang berlalu menghasilkan waktu, masa kini yang bertahan menghasilkan keabadian.” Boethius (c. 475 – 525).

“Di mata Tuhan, tidak ada sebelum dan sesudah. ​​Setiap saat dari waktu terjadi simultan bagi Allah.” Michael Novak, Teolog Katolik.

Apakah pikiran Anda sudah mengembang? Saya tahu pikiran saya sudah.

Catatan:

Ini terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: The Implications of “Time.”


Monday, May 18, 2015

Apakah #Allah Turut Campur Tangan dalam #Urusan-urusan #Manusia?

Dengan mengatakan campur tangan, saya TIDAK mengartikan apakah Tuhan selalu berpihak pada satu manusia menentang manusia lain, atau selalu berpihak pada satu partai politik menentang yang lain, atau selalu berpihak pada satu negara menentang yang lain, atau selalu berpihak satu kelompok menentang yang lain. Saya tidak menanyakan apakah Tuhan secara impulsif mengambil sisi rendah dalam konflik manusia. Dia mengasihi semua orang secara sama, anak-anak bungsu pemboros yang hilang, anak-anak bungsu pemboros yang kembali, saudara-saudara lebih tua yang pahit, dan saudara-saudara lebih tua yang bertobat. Kita semua berada dalam proses karya-karya, dan Dia adalah untuk SEMUA kita.

Tapi apa yang MEMANG SAYA tanyakan adalah apakah Tuhan secara pribadi campur tangan dalam memperbaiki kondisi-kondisi manusia, dalam mengubah hati manusia, dalam memenuhi kebutuhan manusia, dan dalam menyembuhkan kepedihan manusia. Beberapa pemikir mengambil pandangan deistik bahwa Allah tetap pada dasarnya tidak terlibat dalam aktivitas duniawi. Dia telah menempatkan kita di sini untuk memperkembangkan diri menjadi serupa dengan-Nya oleh pilihan-pilihan sadar kita sendiri. Sampai saat itu, kita pada dasarnya berada pada diri kita sendiri.

Kis 10_38Tapi, apakah ini sikap Allah yang Yesus tampilkan? Sebab jika kita mengatakan Tuhan tidak pernah campur tangan dalam urusan manusia, kita JUGA mengatakan Tuhan tidak pernah menyembuhkan, tidak pernah menyelamatkan, tidak pernah melepaskan, dan tidak pernah menjawab doa kita.

Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah pribadi ilahi tanpa-intervensi ini adalah gambar Allah yang Yesus sajikan? Apakah Yesus, sebagai Anak Allah, dan yang adalah representasi yang tepat dari Bapa, PERNAH menolak suatu intervensi yang diperlukan dalam penindasan manusia?

Apakah Yesus, sebagai anak manusia dan yang merupakan Adam kedua, PERNAH gagal untuk campur tangan dan menjalankan pengaruh kerajaan TERHADAP materi (air menjadi anggur, berjalan MELEWATI pintu-pintu yang tertutup), TERHADAP cuaca (menegur badai, berjalan di atas air), TERHADAP kesakitan (atas semua penyakit dan roh kelemahan), dan TERHADAP kekurangan (penggandaan roti, penyediaan koin yang dibutuhkan di dalam perut ikan). Jawaban yang jelas adalah “tidak,” Yesus tidak pernah menolak suatu intervensi.

Perhatikan apa yang dalam semua pelayanan-Nya Yesus TIDAK PERNAH lakukan. Dia tidak pernah “mengandaikan” suatu keajaiban atau “memohon” suatu pembebasan. Dia tidak pernah berkata “tidak” untuk suatu kebutuhan, “tidak pernah” untuk suatu permintaan, “mungkin” untuk suatu doa atau “suatu hari kelak” untuk suatu permohonan putus asa.

Yesus secara imperatif memerintahkan setan untuk keluar pergi (Luk. 4:36), malaikat-malaikat untuk datang (Mat. 26:53), demam untuk pergi (Luk. 4:39), keutuhan untuk datang (Mrk. 5:34), badai mematikan untuk berhenti (Mat 8:26.), jantung mati untuk bangkit (Yoh 18:6), orang yang melakukan kekerasan untuk jatuh (Yoh 11:43), orang yang sakit untuk bangun (Yoh 5:8) dan Iblis sendiri untuk enyah (Mrk. 8:33).

Intinya adalah bahwa semua pelayanan yang Yesus lakukan ADALAH intervensi.

“.. tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” Kisah Para Rasul 10:38.

Yesus ADALAH campur tangan Tuhan ke dalam setiap urusan manusia, setiap hati manusia dan setiap peristiwa manusia. Bahkan, orang dapat berargumentasi bahwa Yesus, melalui karya-Nya yang sudah selesai pada Salib, telah melakukan PRA-intervensi dalam SETIAP kejadian SEPANJANG waktu. Melalui “maksud dan rencana”-Nya (Kisah Para Rasul 2:23), Dia SUDAH menyediakan bagi kita jalan keluar dari setiap pencobaan (1 Korintus 10:13). Dia telah menjanjikan kita hal berikut dalam tafsiran Yunani asli dari Matius 16:19 dan 18:18, “Apa pun yang kau ikat atau lepaskan di Bumi akan JADI, karena SUDAH diikat atau dilepaskan di tempat-tempat Surgawi.”

Keys-to-the-Kingdom-of-Heaven-570x427Kita perlu ingat bahwa Ibrani 4:1-10 mengatakan bahwa Tuhan telah beristirahat dari pekerjaan-Nya. Pekerjaan Tuhan selalu lengkap dan sudah dicapai. Selalu sudah!

Bandingkan itu dengan bintang yang bersinar di malam hari. Citra yang sebenarnya dari bintang itu bersinar melalui kegelapan kita mungkin ribuan atau jutaan tahun (bintang itu sendiri mungkin sebenarnya sudah tidak ada lagi), tapi gambar itu sedang memberikan kita aliran cahaya aktif untuk menembus kegelapan kita. Citra kuno bintang itu selalu sudah menyelesaikan pekerjaannya lama sebelumnya, namun cahayanya bersinar di sepanjang waktu dan ruang untuk menerangi semua “sekarang”-nya kita.

Demikian juga, cahaya Allah dalam Yesus Kristus telah lengkap di waktu lalu di salib dan kebangkitan-Nya, namun cahaya-Nya bersinar di kegelapan kita di semua waktu dan ruang. Cahaya kehidupan-Nya lengkap dan sepenuhnya tercapai. Namun itu masih bersinar saat ini bagi kita seolah-olah itu baru saja terjadi.

Untuk membawa analogi ini lebih lanjut, cahaya bintang yang menyinari kita menawarkan kita cahaya yang kita masih bisa tolak untuk menerima. Saya bisa bersembunyi di bawah selimut, dalam lemari atau menutup mata saja. Ketika saya melakukan ini, saat ini saya menolak dan menghalangi suatu sumber cahaya yang sepenuhnya lengkap dan tergenapi. Di sini, penolakan terhadap cahaya itu tidak didasarkan pada tidak memadainya cahaya itu, melainkan didasarkan pada keengganan saya untuk menerimanya.

Pikirkanlah tentang besarnya kebenaran ini. Jika Allah selalu sudah menolak / melarang setiap bentuk kejahatan, maka kita ditinggalkan dengan suatu kesimpulan yang menakjubkan – – kitalah orang-orang yang membiarkan kejahatan dengan kita menghalangi pelarangan Allah itu melalui ketidakpercayaan pribadi maupun korporat kita.

Atau, dengan kata lain, kita memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pelarangan Allah terhadap kejahatan. Pelarangan Allah terhadap kejahatan adalah Salib Kristus. Semakin kita menerima pekerjaan selesai Salib, semakin kita membiarkan pelarangan Allah terhadap kejahatan yang kita hadapi. Semakin kita menolak atau mengabaikan pekerjaan selesai Salib, semakin kita melarang pelarangan Allah terhadap kejahatan.

Jadi KAPAN persisnya Yesus MENOLAK segala kejahatan? Hebatnya, tepat pada saat kejahatan menjadi mungkin. Pada penciptaan dasar bumi sebelum dunia mulai, Yesus telah menjadi Anak Domba yang disembelih yang menghapus dosa-kejahatan dunia. Lihat Yohanes 1:9; 2 Timotius 1:9; Wahyu 5:12-14, 13:8.

Jadi, apakah Tuhan campur tangan dalam urusan manusia? Hanya di setiap detik dari setiap menit dari setiap jam dari setiap hari dari setiap milenium. Kita mungkin secara individu dan / atau korporat telah melalaikan, menghindari, dan mengelakkan intervensi itu, tapi PRA-intervensi itu masih terus-menerus berada di sekitar kita menunggu iman korporat dan individual kita untuk mengkatalisasinya menjadi manifestasi aktif.

Sekali lagi, Yesus ADALAH campur tangan Tuhan dalam urusan-urusan manusia. Dia ADALAH intervensi yang dipersonifikasikan!

  

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English post on facebook: “Does God Intervene in Human Affairs?”


Sunday, May 17, 2015

Lukisan “Terimalah #Kerajaan #Kristus Sepenuhnya” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) lukisan “Terimalah Kerajaan Kristus Sepenuhnya” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

“Adalah kerinduan Bapa-Ku bahwa kamu menerima Kerajaan-Ku dalam kepenuhannya”!!!

Bacalah artikel “Jangan puas dengan apa yang kurang. Terimalah yang terbaik dari Tuhan” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

light of the worldSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Thursday, May 14, 2015

#Pelajaran Dari #Elia

Salah satu hal yang paling penting yang telah pernah Tuhan berbicara kepada saya diambil dari bagian Alkitab yang melibatkan nabi Elia. Setelah saya melihat apa yang ayat-ayat itu benar-benar katakan, itu terkait dengan banyak kebenaran lainnya bersama-sama dan membuat dampak besar pada hidup saya. Ini begitu sederhana sehingga setelah Anda melihatnya, Anda akan bertanya-tanya bagaimana sebelumnya Anda tidak pernah melihat itu.

Inilah yang dikatakan dalam 1 Raja-raja 17:2-4:

EliaKemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Penyediaan Elia tidak berada di mana dia tadinya berada; itu berada di tempat mana Allah telah menyuruhnya pergi! Ini sungguh dalam!

Beberapa dari Anda memperoleh kesan dari Allah untuk melakukan sesuatu. Mungkin Anda seharusnya memulai bisnis baru, membuat perubahan pekerjaan, pindah ke kota lain, pergi ke sekolah Alkitab, berbicara dengan seseorang, dll. Anda ingin melakukannya, tapi Anda menahan diri karena penyediaan belum ada. Anda mengatakan, “Tuhan, saya tidak bisa melakukan apa yang Engkau minta tanpa terlebih dahulu melihat penyediaan itu. Bagaimana saya bisa tahu semua hal ini akan berhasil.” Prinsip dalam 1 Raja-raja ini berlaku langsung ke situasi Anda. Allah mengirimkan penyediaan untuk kebutuhan Anda bukan di mana Anda sedang berada, tetapi ke tempat mana Dia menyuruh Anda untuk pergi! Pertanyaannya adalah, “Apakah Anda berada ‘disana’.” Beberapa dari Anda tidak mengalami penyediaan supranatural karena Anda tidak berada “disana.” Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda.

Dalam ayat 4, Tuhan berkata, “Aku telah memerintahkan gagak,” (penekanan saya), yang berarti Dia sudah berbicara kepada burung-burung gagak tersebut dan mereka sedang dalam perjalanan mereka ke tempat Elia seharusnya pergi.

I Raja-raja 17:5 mengatakan,

Lalu ia [Elia] pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
(Kurung dari saya)

Dengan kata lain, jika Elia tetap tinggal di mana dia berada, dia bisa saja berdoa dan berpuasa, sambil mengatakan, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menyediakan kebutuhan saya.” Tapi dia tidak akan melihat penyediaan Allah jika ia tidak pergi kemana Allah telah instruksikan.

Salah satu alasan kita tidak melihat penyediaan yang lebih besar dari Allah secara finansial, emosional, ataupun dalam keadaan-keadaan kita adalah karena kita tidak melakukan apa yang Tuhan telah katakan kepada kita untuk dilakukan. Kita memiliki perkataan dari Tuhan yang kita belum tindaki. Kita berada di tempat lain selain di tempat mana Dia telah menyuruh kita untuk berada.

Sekarang, ini adalah poin penting karena saya banyak berkhotbah tentang kasih karunia Allah. Saya berbicara bahwa bagaimana kasih karunia Allah adalah bagaimana Dia memberikan berbagai hal dan bahwa itu tidak didasarkan pada ketaatan atau kekudusan kita. Allah mengasihi kita tanpa bergantung pada kinerja kita – itu benar secara mutlak! Tapi apakah ini berarti menaati-Nya tidak penting. Justru sebaliknya. Saya percaya Tuhan memiliki rencana bagi hidup saya dan bahwa Dia memilih saya sejak dalam kandungan ibu saya dan menahbiskan saya untuk menjadi seorang nabi dan melayani. Saya percaya Dia memiliki hal-hal besar yang direncanakan bagi saya, hal-hal yang diperuntukkan bagi saya yang memiliki label nama saya padanya. Tapi jika saya tidak menaati, melangkah dan melakukan apa yang Dia katakan untuk saya lakukan, Tuhan masih akan menyediakan, tapi saya yang akan melewatkannya. Saya harus pergi ke “sana”. Saya tidak percaya Tuhan begitu saja membuat hal-hal menjadi terwujud; itu membutuhkan kerjasama dari pihak kita.

Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyakiti atau menuduh siapa pun, karena saya tahu bahwa beberapa dari Anda berpikir, Mungkin itu sebabnya hal-hal tidak berhasil dalam hidup saya – saya belum menaati apa yang Tuhan katakan untuk saya lakukan! Yah … itu sama sekali benar! Ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak akan memberkati Anda karena Anda tidak mendengarkan-Nya; tapi bahwa berkat-Nya itu ada “disana”! Jika alasan Anda tidak akan melangkah keluar karena Anda memiliki semacam bentuk “keamanan” tapi Anda sengsara dan hal-hal tidak berjalan dengan benar, saya mendorong Anda untuk melakukan apa yang Tuhan katakan untuk Anda lakukan.

Saya bermain football di SMA, dan apa yang saya bicarakan ini mirip dengan bagaimana seorang quarterback melemparkan bola ke seorang penerima yang waspada. Seorang quarterback tidak membuang bola ke tempat penerima itu berada; ia melemparkannya ke tempat penerima itu harus berada. Jika ia tidak melakukan itu, ia akan melewatkan si penerima. Demikian juga, Allah sedang memenuhi semua kebutuhan Anda – Dia sedang mengirimkan pasokan-Nya ke tempat yang Dia suruh untuk Anda berada.

Contoh lain mengenai hal ini adalah tentang calon-calon mahasiswa Alkitab kita. Tuhan berfirman kepada mereka dan mengatakan untuk datang ke sekolah Alkitab, tetapi mereka bergumul dengan itu karena mereka punya pekerjaan yang baik, rumah bagus, keluarga, dan teman-teman yang mereka tidak ingin tinggalkan. Keamanan dari hal-hal itu menahan mereka dari mengambil langkah iman karena mereka tidak melihat bagaimana Tuhan akan menyediakan. Tapi saya sudah melihat bahwa apa yang saya berbagi menjadi inspirasi ratusan orang. Dan ketika mereka sampai ke tempat mereka yang disebut “di sana,” mereka menemukan diri mereka dengan pekerjaan yang lebih baik dan rumah yang lebih baik, dan hal-hal menjadi berhasil. Seluruh hidup mereka berubah. Dan tidak akan ada cara untuk mengantisipasi hal ini sebelum mereka mengambil langkah iman itu. Saya katakan, ketika Anda keluar dari keraguan dan menuju ke tempat Anda yang disebut “di sana,” ketika Anda mulai melakukan apa yang Tuhan panggil untuk Anda lakukan, ada penyediaan supranatural. Ini adalah salah satu pelajaran besar dari kehidupan Elia.

elijah-ravens_detailMari kita lihat 1 Raja-raja 17:6:

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya percaya bahwa karena Allah telah memerintahkan gagak-gagak itu, jika Elia tidak taat, Allah akan masih setia untuk mengirim penyediaan kemana Dia menyuruhnya pergi. Saya percaya bahwa gagak ini akan membawa roti dan daging setiap pagi dan sore tapi itu semua akan menumpuk di samping sungai dan menjadi sampah. Elia bisa mati kelaparan meskipun Allah telah setia menyediakan kebutuhannya.

Berikut ini sesuatu yang lain untuk dipertimbangkan: Bagaimana Elia tahu untuk pergi ke tempat mana di sepanjang sungai Kerit. Jika sungai itu sepuluh mil panjangnya, ia bisa saja lima atau sepuluh mil jauhnya dari tempat gagak yang membawakan dia makanan. Gagak bisa terbang lebih cepat dari pada yang Elia bisa berjalan atau berlari. Saya yakin bahwa salah satu cara ia tahu ia berada di tempat yang tepat itu karena gagak sudah “ada” dengan roti dan daging. Ketika Elia melihat penyediaan yang Allah telah janjikan, itu adalah salah satu tanda bahwa ia berada di tempat yang tepat.

Hal yang sama akan berlaku bagi Anda ketika Anda melangkah. Anda harus mengambil langkah iman tanpa jaminan bahwa hal-hal akan bekerja. Dan kemudian Anda akan mulai melihat penyediaan Tuhan. Ini akan mengkonfirmasi bahwa Anda sedang menuju ke arah yang benar dan melakukan apa yang Dia katakan untuk Anda lakukan. Anda akan mampu mengatakan, “Adalah Tuhan yang mengatakan kepada saya untuk melakukan hal ini.”

Inilah bagaimana itu bekerja dalam hidup saya. Saya belum melihat penyediaan Allah secara kebetulan. Saya telah menerapkan apa yang 1 Raja-raja 17 bicarakan dan mengambil langkah-langkah iman kemana saya berada. Dan saya akan terus mengambil langkah-langkah iman. Yang harus Anda lakukan untuk memulai adalah mengambil langkah iman. Ada tempat yang disebut “disana” untuk Anda. Ini tidak selalu adalah suatu lokasi; Anda mungkin tidak harus mengubah tempat Anda tinggal. Itu bisa saja berupa perubahan sikap atau keputusan yang Anda butuh buat. Tetapi ketika Anda mengambil langkah iman dan mulai mengikuti apa yang Allah beritahu Anda lakukan, ada aliran penyediaan supranatural – tidak hanya keuangan, tetapi juga damai, sukacita, berkat, urapan, pengaruh, kekuasaan, dan otoritas – yang Anda tidak bisa duplikasi dengan semua usaha manusia Anda. Semua hal-hal semacam ini mengikuti kepatuhan terhadap firman Tuhan.

Anda dapat melihat kehidupan Elia; ia bukanlah siapa-siapa sebelum ia mendengar firman dari Tuhan dan bertindak di atasnya. Tapi kemudian – boom – setelah ia melangkah keluar dalam iman, ia menjadi sosok yang dominan di bangsa itu. Dia diberkati, keajaiban-keajaiban mulai terjadi, seseorang dibangkitkan dari antara orang mati, dan suatu kebangunan rohani terjadi. Anda harus menemukan tempat Anda yang disebut “disana” dan kemudian berada di sana! Ini tidak boleh tidak. Saya beritahu Anda, ini bisa mengubah hidup Anda jika Anda mau bertindak di atasnya.

Elia mt-carmel

Catatan:

Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Andrew Wommack di websitenya.

You can also read the original English article “Lessons From Elijah”.


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts