Showing posts with label pengampunan. Show all posts
Showing posts with label pengampunan. Show all posts

Sunday, November 22, 2015

#Poster “Turn The Other Cheek” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) Poster “Turn The Other Cheek” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi Yahudi, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, … tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu!!

Bacalah artikel “Usut TKP” YERUSALEM: Siapa yang Membunuh Ananias dan Safira?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh wallpaper ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

the other cheekSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:
Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, September 12, 2015

Level 1 Pelaj. 5 – Sifat Allah

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Untuk memiliki suatu hubungan positif dengan Tuhan, kita harus mengenal sifat-Nya dan karakter asli-Nya. Apakah Dia marah karena dosa kita, ataukah Dia adalah Allah penuh belas kasihan yang ingin memberikan kepada kita hidup dan berkat-Nya, terlepas dari kinerja kita? Jika kita tidak memiliki cara pandang (perspektif) salib, Alkitab benar-benar bisa terlihat memberikan kepada kita dua pandangan yang berbeda mengenai Allah, bahwa Ia berubah-ubah atau melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Kita semua harus memiliki perspektif kasih karunia untuk memiliki pengenalan yang benar akan Allah.

what-is-god-really-like-squareAda suatu periode waktu dimana dalam terminologi yang digunakan dalam Alkitab, Tuhan “memperhitungkan pelanggaran mereka terhadap mereka.” Hal ini dapat dibandingkan dengan hal membesarkan anak-anak. Ketika mereka sangat muda, tidak mungkin untuk memberikan alasan kepada mereka, untuk memberitahu mereka mengapa mereka harus bertindak dengan benar atau mengapa mereka tidak boleh egois dan mengambil mainan dari saudara atau saudari mereka. Mereka harus diberitahu tentang aturan-aturan dan jika mereka melanggarnya, mereka didisiplinkan. Aturan harus ditegakkan meskipun mereka belum tahu tentang Tuhan dan iblis, atau bahwa mereka sedang memberikan tempat kepada setan ketika mereka egois. Mereka mungkin tidak memahami konsep itu, tetapi mereka dapat memahami bahwa jika mereka mengulangi tindakan tersebut, mereka akan dihukum.

Dalam pengertian demikian, itulah yang Tuhan lakukan dengan Perjanjian Lama. Sebelum orang-orang dilahirkan kembali, mereka tidak memiliki persepsi spiritual yang kita miliki di bawah Perjanjian Baru, sehingga Dia harus memberikan hukum dan menegakkan hukum itu dengan hukuman untuk mencegah mereka dari dosa. Karena Setan menghancurkan orang melalui dosa, harus ada pembatasan-pembatasan yang ditempatkan kepada dosa, dan aturan-aturan itu harus ditegakkan. Namun ini meninggalkan kesan keliru bahwa Tuhan tidak benar-benar mencintai kita karena dosa kita, dan itu bukan apa yang Firman Tuhan mengajarkan. Roma 5:13 mengatakan, “Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.” “Sebelum hukum Taurat ada” berarti sampai zaman Musa ketika Allah memberikan Sepuluh Perintah dan hukum-hukum seremonial (bersifat upacara) lainnya yang diterapkan pada bangsa Yahudi. Sampai saat itu, dosa sudah ada di dunia tetapi tidak diperhitungkan. Kata “memperhitungkan (impute )” adalah suatu istilah pembukuan. Misalnya, Anda pergi ke toko untuk membeli sesuatu dan berkata, “Taruhlah itu di daftar rekening saya.” Ketika itu diletakkan pada daftar rekening Anda, itu dicatat dan dibebankan ke dalam akun Anda, dan pembelian itu diperhitungkan kepada Anda. Jika mereka gagal memperhitungkan, berarti itu tidak dicatat dan dimintakan biayanya terhadap Anda.

Ayat ini mengatakan bahwa sampai saat Sepuluh Perintah Allah datang, dosa tidak diperhitungkan terhadap orang-orang. Itu adalah pernyataan yang luar biasa. Lihatlah Kejadian 3 dan 4. Kebanyakan orang memiliki konsep bahwa ketika Adam dan Hawa berdosa terhadap Allah, karena Dia adalah kudus dan sekarang manusia telah berdosa, maka Dia bisa tidak bisa berhubungan dengan manusia berdosa. Mereka berpikir Tuhan mengusir manusia dari taman Eden untuk menghapusnya dari hadirat-Nya karena Allah yang Kudus tidak bisa berhubungan dengan manusia yang tidak kudus.

Mereka lebih jauh lagi berpikir bahwa sampai Anda membersihkan tindakan Anda melalui tindakan-tindakan yang tepat, barulah Allah sekali lagi bisa memiliki hubungan dengan Anda. Itu bertentangan dengan pesan yang dibawa Yesus. Roma 5:8 mengatakan Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Anda, oleh karena Kristus telah mati untuk Anda, ketika Anda masih berdosa; jadi Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Allah mengulurkan kasih-Nya kepada Anda saat Anda masih sedang hidup dalam dosa, bukan setelah Anda membersihkan tindakan Anda. Salah satu dari kebenaran-kebenaran besar Injil yang akan mengubah hidup Anda adalah memahami bahwa Allah mengasihi Anda sebagaimana adanya Anda. Dia sedemikian mengasihi Anda sehingga jika Anda menerima cinta-Nya itu, Anda tidak akan mau tinggal seperti Anda saat ini. Anda akan berubah, tetapi perubahan Anda itu akan merupakan produk sampingan dari kasih Allah dan bukan untuk memperoleh cinta-Nya.

Dalam Kejadian 4 Anda dapat melihat bahwa Tuhan masih bersekutu dengan manusia, masih berbicara dengan Adam dan Hawa bahkan setelah mereka berdosa. Dia berbicara dengan Kain dan Habel, dan ketika mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada-Nya, ia berbicara kepada mereka dengan suara yang bisa didengar (audible). Oleh reaksi mereka, kita dapat melihat bahwa mereka terbiasa mendengar suara-Nya, dan itu tidak menakutkan bagi mereka. Ketika Kain membunuh saudaranya Habel dan menjadi pembunuh pertama di bumi, suara audible Allah datang dari surga: “Dimana adikmu Abel?” Kain berbohong kepada Allah, tampaknya tanpa penyesalan. Itu bisa terjadi hanya jika seseorang sedemikian terbiasa mendengar suara Tuhan sehingga mereka menganggapnya remeh begitu saja dan tidak takut akan itu. Semua yang dikatakan ini adalah bahwa Allah masih bersekutu dengan manusia dan tidak menghancurkan persekutuan itu, seperti yang umumnya diyakini orang.

Romans 5 8

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 5: 8

Dia tidak memperhitungkan dosa manusia kepadanya. Apakah itu berarti bahwa Dia memaafkan dosa-dosa mereka begitu saja atau bahwa mereka tidak bersalah? Tidak, justru itulah alasan Dia akhirnya memberi Hukum Taurat. Tuhan harus memberikan Hukum Taurat untuk membawa manusia kembali ke standar yang tepat. Allah harus menunjukkan kepada manusia bahwa ia membutuhkan Juruselamat dan bahwa ia harus merendahkan diri dan menerima pengampunan sebagai suatu pemberian (atau hadiah). Sayangnya, agama telah memanipulasi dan mengendalikan hal-hal ini dengan mengajarkan bahwa Hukum Taurat itu diberikan agar Anda menaatinya dan dengan demikian mendapatkan pengampunan dan penerimaan Allah. Tidak! Tujuan dari Hukum Taurat Perjanjian Lama adalah untuk menyatakan besarnya dosa Anda kepada suatu derajat dimana Anda akan menjadi putus asa dalam berusaha menyelamatkan diri sendiri dan berkata, “Tuhan, jika ini adalah standar kekudusan-Mu, saya tidak bisa melakukannya. Ampunilah saya, kasihanilah saya.”

Pada kenyataannya, keseluruhan sifat Allah selalu adalah cinta (kasih).

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Roma 5:13. Apakah arti kata “diperhitungkan”?

2. Bacalah Roma 7:7. Apa tujuan dari Hukum Taurat?

3. Bacalah Galatia 3:24. Menurut ayat ini, apa tujuan dari Hukum Taurat?

4. Bacalah Yohanes 8:1-11. Bagaimana Yesus menangani wanita yang tertangkap dalam perzinahan?

5. Apakah kata-kata dan tindakan Yesus mencerminkan sifat Allah yang sejati? Lihat John 3:34.

6. Bacalah 1 Yohanes 4:8. Menurut ayat ini, apa sifat Allah yang sejati?

7. Bacalah Roma 5:6. Kasih Allah itu ditujukan kepada kita ketika kita apa?

8. Bacalah Roma 5:8. Tuhan mengasihi kita sementara kita apa?

9. Bacalah Roma 5:10. Tuhan mengasihi kita sementara kita apa?

10. Jika Anda meminta Yesus Kristus untuk mengampuni Anda dan menjadi Juruselamat dan Tuhan Anda, mempercayai pengorbanan Yesus sebagai pembayaran atas dosa Anda, akankah Allah menunjukkan sifat-Nya yang benar penuh rahmat dan karunia?

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Roma 5:13 – “Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.”

Roma 7:7 – “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”

Galatia 3:24 – “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.”

Yohanes 8:1-11 – “tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. [2] Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. [3] Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. [4] Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. [5] Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” [6] Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. [7] Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” [8] Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. [9] Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. [10] Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” [11] Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.””.

John 3:34 – “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. “

1 Yohanes 4: 8 – “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

Roma 5:6 – “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.”

Roma 5: 8 – “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

Romans 5 10 at Spoken.lyRoma 5:10 – “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”

 

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Pelajaran ini adalah bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 5, diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 29, 2015

Level 1 Pelaj. 3 – Kebenaran Oleh Kasih Karunia

By Don Krow

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Hari ini kita akan membahas subjek kebenaran oleh kasih karunia. Roma 3:21-23 mengatakan, “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah (NKJV: kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat) telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Rom 3:21-23, penekanan dan penjelasan terjemahan ditambahkan).

rom-3-21-23-all'Perhatikanlah bahwa ayat ini mengatakan, “kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat telah dinyatakan (diwujudkan).” Saya pernah menanyakan seorang pria, “Apa yang Anda pikir harus Anda lakukan untuk masuk surga?” Dia menjawab bahwa ia harus menjaga Sepuluh Perintah Allah, setia kepada istrinya, menjalani hidup moral, ditambah sejumlah hal-hal lainnya. Saya berkata, “Tahukah Anda apa yang harus Anda lakukan untuk masuk surga, untuk berada di hadirat Allah atau kerajaan-Nya? Anda harus memiliki suatu kebenaran yang sama dengan kebenaran Allah.” Dia berkata, “Maaf ya? Tidak ada seorangpun yang bisa memiliki kebenaran yang sama dengan Allah. Hanya satu orang memiliki kebenaran tersebut, dan itu adalah Yesus Kristus!” Saya berkata, “Anda punya pokok pemikiran itu! Itu persis benar! Tak satu pun dari kita yang di dalam diri kita sendiri pernah benar-benar melakukan Hukum Taurat atau perintah-perintah itu dengan sempurna, secara lahiriah atau batiniah; tapi kita membutuhkan suatu kebenaran yang sama dengan kebenaran Allah agar bisa diterima di hadapan-Nya.”

Itulah apa yang dikatakan dalam ayat 21-22, “Tetapi sekarang, kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat telah dinyatakan … yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya...” Jenis kebenaran yang Allah tawarkan kepada Anda dan saya adalah suatu kebenaran “melalui iman di dalam Yesus Kristus,” dan itu tersedia bagi semua dan kepada semua orang yang percaya. Ada dua jenis kebenaran – kebenaran manusia dan kebenaran Allah. Kebenaran manusia adalah perilaku seseorang dan amal yang terbaik yang mereka lakukan, tapi itu tidak bisa membuat Anda diterima di hadapan Allah. Anda membutuhkan suatu kebenaran yang sama dengan Allah, dan Dia sedang menawarkannya kepada Anda – kebenaran Allah yang terlepas dari hukum Taurat.

Dalam bahasa Yunani, tidak ada tanda baca yang tertentu, yang berarti bahwa teks ini benar-benar mengatakan Allah menawarkan kebenaran-Nya sendiri yang tanpa hukum Taurat. Suatu kebenaran menurut hukum Taurat adalah suatu kebenaran karena melakukan, menghasilkan dan memperoleh suatu pencapaian agar dapat diterima di hadapan Allah. Semua agama-agama dunia saat ini memikirkan apa yang harus Anda lakukan, hasilkan dan capai agar Allah menerima Anda. Kata “Injil” berarti “kabar baik,” dan kabar baik dari Injil adalah bahwa Allah menawarkan kebenaran dan penerimaan-Nya itu sendiri kepada semua orang yang mau percaya pada apa yang Yesus Kristus telah sediakan – kematian-Nya di kayu salib untuk dosa-dosa kita, memperhitungkan kepada kita kebenaran yang menyamai Hukum Taurat. Inilah kebenaran Allah yang terpisah dari Hukum Taurat tersebut, yang tanpa kita lakukan, hasilkan dan capai; dan itu datang melalui iman di dalam Yesus Kristus.

Perhatikan dalam ayat 22 bahwa itu adalah kebenaran Allah yang tersedia melalui iman dalam Yesus Kristus bagi semua dan kepada semua. Mengapa Tuhan menawarkan kebenaran-Nya kepada semua orang? “Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah“. Anda telah berdosa, saya telah berdosa, dan kita semua keluar dari standar atau kesempurnaan Allah. Karena dosa kita, hal terbesar yang kita butuhkan adalah penerimaan, hubungan yang benar dan kebenaran di hadapan Allah … dan Allah telah menawarkan ini bukan melalui perbuatan hukum Taurat melainkan melalui iman di dalam Yesus Kristus. Kebenaran Allah tidak datang melalui pekerjaan Anda, upaya Anda, penghasilan Anda, atau usaha Anda untuk mencapainya; itu datang melalui iman, ketergantungan, dan kebergantungan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bagaimana Abraham (nenek moyang Yahudi) diselamatkan? Alkitab mengatakan ia mempercayai Tuhan – percaya akan janji yang Allah berikan kepadanya – dan kemudian kebenaran itu diperhitungkan terhadapnya. Fakta bahwa Abraham dibenarkan di hadapan Allah oleh imannya adalah bukan dikarenakan dia sendiri saja. Kita membaca dalam Roma 3:21-22, bahwa manusia dibenarkan karena iman dalam Yesus Kristus. Alkitab mengatakan bahwa karena pembayaran Kristus di kayu salib ketika Dia mencurahkan darahNya untuk dosa kita, kebenaran (kelayakan di hadapan Tuhan) akan diperhitungkan kepada setiap orang dengan hanya percaya pada Kristus saja.

Roma 5:17 mengatakan, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus” (penekanan saya). Allah menawarkan kepada Anda suatu hadiah kebenaran, suatu hadiah untuk layak berdiri di hadapan-Nya. Suatu hadiah memang mempunyai suatu biaya tetapi tidak terhadap orang yang menerima itu. Jika Anda memberi saya hadiah dan meminta saya membayar untuknya, itu tidak akan menjadi hadiah, tetapi itu adalah sesuatu yang harganya Andalah yang bayar. Allah membuat kebenaran tersedia untuk Anda dan saya sebagai hadiah, dan hadiah kebenaran, pembebasan, dan kelayakan berdiri di hadapan Allah ini datang melalui iman dalam Yesus Kristus.

Roman 5 17 garden♡ ✞ ♡

Pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Titus 3:5. Apakah kebenaran yang kita butuhkan adalah kebenaran yang kita dapat hasilkan?
  2. Bacalah 2 Korintus 5:21. Apa jenis kebenaran yang kita butuhkan?
  3. Bacalah Roma 3:22. Bagaimana cara kita menerima kebenaran ini?
  4. Bacalah Filipi 3:9. Apakah kebenaran Hukum Taurat itu?
  5. Bacalah Galatia 2:21. Bagaimana kita bisa menggagalkan kasih karunia Allah?
  6. Bacalah Roma 5:17. Kebenaran Allah itu diterima sebagai apa?

*⁂*
Ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Titus 3: 5 – “Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus”

2 Korintus 5:21 – “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh (AV: dibuat menjadi kebenaran) Allah.“

Roma 3:22 – “yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.”

Filipi 3: 9 – “dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.”

Galatia 2:21 – “Aku tidak menolak (AV: menggagalkan) kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”

Roma 5:17 – “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus”

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Pelajaran ini adalah bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 3

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, May 9, 2015

#Wallpaper “Micah 7:19” – #gratis

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper “Micah 7:19” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Alkitab tidak mengatakan bahwa Bapa melupakan dosa-dosa kita, melainkan mengatakan bahwa Ia tidak mengingatnya. Dia tidak melepaskan kemahatahuan-Nya. Dia hanya menolak untuk “menjadikannya bagian” dari kita atau dari Dia lagi untuk selama-lamanya!!

Bacalah artikel “Mengampuni dan Melupakan?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh lukisan ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

Micah 7_19Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Friday, May 8, 2015

“Usut TKP” #YERUSALEM: Siapa yang #Membunuh #Ananias dan #Safira?

investigateApakah Ananias dan Safira dibunuh oleh Roh Kudus sebagaimana banyak orang mengklaim (Kisah 5:1-11)? Nah, bagian itu bahkan tidak “secara harfiah” mengatakan bahwa Allahlah yang telah membunuh mereka, jadi kita harus melihat lebih dekat bagian tersiratnya untuk melakukan investigasi kejadian yang adil mengenai penyebab sebenarnya dari kematian mereka.

Petrus bertanya kepada Safira dalam bahasa Yunani literal di ayat 9, “Mengapa kalian berdua setuju untuk menekan Roh?” (Studi Kata Yunani-Inggris Perjanjian Baru, Paul R. McReynolds, Tyndall, hal. 441 (1999)). Dengan kata lain, mengapa kalian berdua mendorong pergi hadirat pelindung Allah? Implikasinya jelas kemudian bahwa Iblislah pelakunya di sini, bukan Tuhan. Iblis “memenuhi hati mereka” untuk berbohong, maka Ananias dan Safira memadamkan hadirat pelindung Allah dengan dosa mereka, lalu Iblis mengisi kekosongan dalam hati mereka dengan kutukan yang menindas, dan mereka berdua meninggal.

Terjemahan interlinear McReynolds dari 1 Korintus 10:9 menggambarkan dinamika yang sama. “Dan janganlah kita MENEKAN Tuhan, seperti TEKANAN yang telah dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.” Terjemahan Interlinear dapat sedikit canggung untuk telinga kita, namun sering memberi kita emas pemahaman teks Kitab Suci yang lebih baik.

Apakah Anda melihat apa yang bagian Kisah Para Rasul ini sekarang jelaskan? Pengabaian dan ketidakpercayaan yang merajalela oleh Ananias dan Safira kepada Allah, dikombinasikan dengan ketakutan mereka terhadap keadaan mereka, semua bergabung untuk melakukan hal berikut. Mereka telah menekan HADIRAT pelindung KRISTUS, DAN DIHANCURKAN OLEH IBLIS. Dan bagaimana Iblis begitu saja membunuh mereka? Di bawah ini, kita akan melihat bahwa Iblis menggunakan senjata favoritnya — ketakutan dan penuduhan – untuk membunuh kedua orang menyedihkan ini.

Tapi, bagaimana kita tahu bukan Tuhan yang membunuh mereka? Karena Ibrani 2:14-15 mengatakan Iblislah yang memiliki kuasa kematian, bukan Tuhan. Yohanes 10:10 mengatakan Iblislah yang membunuh manusia, bukan Tuhan. 1 Korintus 5:5 mengatakan Iblislah yang menghancurkan daging manusia, bukan Tuhan.

Dan sebenarnya, bagian ayat itu tidak mengatakan siapa yang benar-benar membunuh mereka, tapi mereka sendiri “menyerahkan nyawa” (spirit) SETELAH mendengar kata-kata penghukuman Petrus. Mungkin saja bahwa mereka sedemikian ketakutan akan kata-kata Petrus sehingga mereka begitu saja menyerah terhadap keinginan mereka untuk hidup.

Kita semua tahu atau telah mendengar tentang orang-orang yang menyerah dalam keputusasaan akan hidup, beberapa orang secara bertahap, beberapa orang lain dalam waktu singkat. Beberapa “menyerah akan roh mereka” karena patah hati, atau penyakit atau bencana yang akan datang. Mungkin mereka begitu khawatir tentang dosa mereka karena itu adalah salah satu dari masa awal gereja, dan mereka pikir itu mungkin tidak dapat dimaafkan.

Dengan kata lain, tampaknya Annanias dan Safira terhukum sampai mati. Tapi apakah ini kehendak Tuhan? Apakah itulah yang terbaik dari Tuhan? Apakah Petrus menunjukkan kepada mereka kasih karunia yang sama yang ia sendiri telah terima ketika ia mengkhianati Tuhan tiga kali dalam semalam? Bagaimana jika seseorang dalam otoritas kerasulan, Yakobus atau Yohanes misalnya, mengatakan kepada Petrus untuk pada dasarnya “jatuh mati” di tengah kesadaran dosanya, mungkinkah ia juga telah akan menyerah akan rohnya?

Apakah Petrus mengulurkan kasih karunia Allah kepada mereka untuk TIDAK memperhitungkan dosa ini ke atas mereka, seperti yang Yesus lakukan, seperti yang martir Stefanus lakukan, atau apakah ia bahkan mencoba untuk melayani mereka kepada pertobatan, untuk menasihati mereka, untuk berdoa bagi mereka, untuk bersyafaat bagi mereka, untuk meletakkan tangan mereka agar diampuni dan disembuhkan, atau salah satu dari praktek lain yang Kitab Suci dan kemudian Gereja sarankan?

Bagaimana dengan bagian ayat ini? “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” Galatia 6:1.

Mengapa, dalam nama Yesus, kesempatan untuk bertobat TIDAK ditawarkan kepada Ananias dan Safira dalam situasi ini oleh Petrus?

Matius 18:15-17 memerintahkan kita bagaimana PERTAMA-TAMA pergi secara pribadi ke salah satu orang yang tertangkap dalam suatu pelanggaran, LALU untuk pergi bersama saksi lain jika koreksi pribadi tidak diterima oleh orang itu, dan hanya SETELAH ITU untuk membawanya kepada konfrontasi secara umum jika orang tersebut tetap tidak bertobat. Dan bahkan kemudian, hukuman yang lebih buruk adalah ekskomunikasi, BUKAN pembunuhan.

Apakah Anda mengerti? Cara Allah adalah untuk menghadapi suatu dosa DENGAN tujuan restorasi dan pertobatan dari orang berdosa itu, BUKAN eksekusi cepat. Mengapakah dinamika kasih karunia ini tidak diikuti?

Apakah roh dari bagian ayat-ayat pengampunan yang baru saja dikutip di atas ini diikuti oleh Petrus? Tidak, Petrus nampak dengan cepat dan segera menuduh mereka, setelah itu ia pada dasarnya melangkah keluar begitu saja dan membiarkan Iblis mendapat mereka. Jika berbohong kepada Roh Kudus dengan menahan beberapa sumber daya kita benar-benar mengamanatkan eksekusi langsung Roh Kudus, maka berapa banyak dari kita yang masih akan berdiri? Berapa banyak dari kita bukan seharusnya sudah lama akan dieksekusi? Mungkin inti moral dari bagian ayat ini adalah lebih mengenai kurangnya kasih karunia Petrus daripada mengenai kurangnya iman Annaias dan Safira.

Petrus tidak sempurna. Dia dikenal cepat terpicu ketika datang kepada kemarahan atau frustrasi. Dia dengan cepat menggunakan pedang fisik untuk memotong telinga seorang tentara yang mendekat. Dia juga cepat menggunakan pedang verbal, seperti ketika ia mengatakan kepada Simon si tukang sihir untuk binasa di tempat itu juga bersama-sama dengan uangnya. Mungkin, demikian juga Petrus di sini cepat untuk menusukkan dorongan pembunuhan di sini kepada Ananias dan Safira.

Galatians-2.11-13Jika Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus (Galatia 2:11) untuk kesalahan spiritual yang mungkin, bukankah seharusnya kita juga punya keberanian jika, tentu saja, Roh Kudus memimpin?

Tapi, bukankah ketakutan yang besar datang kepada gereja di dalam kesadaran akan kematian-kematian ini? Dapat diperdebatkan bahwa “ketakutan besar” yang datang pada gereja dalam kesadaran akan kejadian ini, dan penyembuhan orang sakit berikutnya dari bayangan Petrus, datang lebih dari orang-orang yang secara salah, secara berlebihan dan dengan takut meninggikan Petrus bukannya melalui pemberlakuan iman yang murni dalam Kristus.

Jika kita, sebagai bagian dari tubuh gereja muda dan tanpa pengalaman, melihat seorang pemimpin yang dihormati seperti Petrus muncul untuk menanamkan rasa takut sedemikian dimana orang-orang jatuh dan mati, benar-benar ketakutan dan terhukum sampai mati, maka kita juga mungkin mulai mengidolakan “bayangan” nya. Kehadiran, perkataan dan opininya mungkin menggantikan atau mengambil alih iman kita kepada Yesus. Kita mungkin mengubah Petrus menjadi seorang Paus duniawi, mencium cincinnya, menyembah bayangannya, dll. Jika orang mendapat kesembuhan yang sah dari pelayanan Petrus, itu adalah terlepas dari kemarahan Petrus, bukan karenanya.

Dan di sini ada pemikiran lain. Jika penafsiran umum itu benar bahwa Allah menyuruh Petrus mengecam Ananias dan Safira sampai mati karena menyembunyikan kebenaran dan sumber daya dari Roh Kudus, maka sejarah Gereja seharusnya penuh dengan orang-orang Kristen terkenal yang juga secara lisan menjatuhkan dan membunuh berjuta-juta orang yang telah, pada satu atau lain waktu, menahan kebenaran atau sumber daya dari Allah sejak kejadian Ananias dan Saphira. Bahkan, kita seharusnya masih melihat orang-orang secara rutin mengeksekusi sebagai bagian normal dari pertemuan-pertemuan dan disiplin Gereja.

Tapi, itu tidak terjadi.

Jadi sekali lagi, ketika Petrus muncul sedikit terlalu cepat menarik pelatuk untuk memberitahu orang-orang untuk “jatuh mati” karena pemberontakan mereka (Safira dan Simon dalam Kisah 5 dan 8), haruskah kita bersedia untuk menahan tindakannya jika hati nurani kita memaksa kita?

Apakah kita mengikuti Roh Kudus atau Petrus? Yesus atau Petrus? Jujur saja saya tidak bisa melihat Yesus berkata kepada siapa pun untuk jatuh mati di tempat. Itu bukan cara Dia bergerak. Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi mereka, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, berkatilah musuh Anda dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan Anda. Tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu.

the other cheekDan jangan salah paham, saya menyukai Petrus, tetapi apakah kita harus menganggap dia sempurna dalam setiap urusannya? Sudah pasti Paulus tidak.

Tak satu pun dari kita yang sudah sempurna dalam pelayanan kemurahan Allah. Setelah memberitahu Simon untuk “binasa” bersama uangnya, Simon meminta Petrus untuk berdoa baginya agar hal-hal yang Petrus katakan itu tidak terjadi padanya. Tapi, Alkitab diam, apakah Petrus memang kemudian berdoa untuknya. Saya harap dia melakukannya. Saya pasti akan menentang Petrus jika ia tidak melakukannya dalam perkara itu. Yesuslah model kita, bukan Petrus.

Dapat dimengerti bahwa Gereja yang masih bayi itu mungkin kurang dalam toleransi dan kesabaran dari pada kelompok orang percaya yang lebih matang dan berpengalaman. Saya tahu ketika saya baru saja lahir baru dan sungguh-sungguh dalam Roh, tingkat toleransi saya terhadap ketidakpercayaan orang lain itu kecil. Saya dulu pasti sama tegas dan garangnya seperti Petrus. Tapi, dengan waktu dan kedewasaan, dan setelah menderita melalui banyak kegagalan menyedihkan saya sendiri, kesabaran saya untuk kekurangan, dosa dan kegagalan orang telah meningkat secara eksponensial. Saya tidak lagi menarik pelatuk kecaman secepat saya dulu.

Paulus memiliki keberanian untuk “berterus-terang menantang” Petrus ketika Petrus salah (Galatia 2:11). Mungkin KITA harus “berterus-terang menantang” Petrus dalam bagian ayat ini juga. Tapi terlepas dari itu, ada satu hal pasti. Bukan Tuhan yang membunuh Ananias dan Safira. Iblislah yang melakukannya. Iblis pasti mengerjakan kebohongan dan kutukan yang melumpuhkan dalam hati mereka, dan mungkin dalam pengerasan hati Petrus terhadap mereka juga yang menahannya dari memberikan pelayanan kasih karunia pelindung. Tapi, Iblislah pembunuh sejati di sini dalam cara apapun Anda melihatnya.

Catatan:

Ini adalah terjemahan dari pos yang ditulis oleh Richard Murray.

You can also read the original English note on facebook: “CSI” Jerusalem: Who Murdered Ananias and Sapphira?

Dapatkanlah juga dua pengajaran audio (bahasa Inggris) gratis dari Richard yang pantas untuk didengarkan mengenai masalah Ananias dan Safira:
– Bagian pertama dimulai pada tanda 07:50 rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C4
– Bagian kedua dimulai segera pada rekaman ini: http://ift.tt/1P3X9C6


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts