Saturday, September 5, 2015

Level 1 Pelaj. 4 – Hubungan Dengan Allah

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk pdf pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu hal yang paling penting tentang hubungan adalah memahami pribadi orang dengan siapa Anda akan memiliki hubungan, dan itu juga berlaku untuk Allah. Anda perlu memahami sifat dasar dan karakter Allah dalam rangka memiliki hubungan yang sehat dengan-Nya. Kesalahpahaman karakter dan sifat-Nya adalah salah satu alasan banyak orang tidak memiliki hubungan yang positif dengan-Nya. Ini adalah persis apa yang terjadi di Taman Eden ketika Adam dan Hawa tergoda oleh ular. Mereka masuk ke dalam pencobaan, akhirnya tidak menaati Allah dan menjerumuskan seluruh umat manusia ke dalam dosa. Kurangnya pemahaman mereka akan sifat Allah sebenarnya adalah bagian dari godaan itu.

burning-heartCerita dalam Kejadian 3:1-5 akrab bagi kebanyakan orang: “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Ada pernyataan halus oleh Setan di sini bahwa sebenarnya Allah bukan Allah yang baik … bahwa Dia berusaha menyimpan sesuatu dari Adam dan Hawa … bahwa Dia tidak ingin mereka mencapai potensi penuh mereka … bahwa Ia tidak ingin mereka seperti Diri-Nya sendiri … dan bahwa alasan Dia membuat aturan untuk tidak makan dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat itu adalah untuk menghambat atau menyakiti mereka. Artinya, Iblis datang melawan sifat dan karakter Allah saat ia memfitnah-Nya dengan mengatakan Tuhan tidak menginginkan yang terbaik untuk mereka.

Itu adalah apa yang sama persis sedang terjadi kepada orang-orang hari ini. Setan mengatakan kepada mereka, “Jika Anda mengikuti Allah dan tidak bereksperimen dengan semua hal-hal ini yang bertentangan dengan firman-Nya, Anda tidak akan pernah mengalami kebahagiaan sejati. Hidup akan membosankan … mati.” Kenyataan yang menyedihkan adalah orang-orang mengalami fakta bahwa obat-obatan, alkohol, seks, pemberontakan, memanjakan diri sendiri, keberhasilan dalam pekerjaan, dan semua hal-hal lain yang mereka coba itu ternyata tidaklah memuaskan mereka. Pada saat mereka menyadarinya, mereka sudah menghancurkan kehidupan mereka, keluarga mereka, dan kesehatan mereka.

Yang benar adalah bahwa Allah adalah Allah yang baik, dan kehendak-Nya bagi kita hanya yang baik saja. Tapi pada kita hari ini Setan menggunakan godaan yang sama yang datang terhadap Adam dan Hawa di Taman Eden, yang pada dasarnya menyiratkan bahwa Allah bukanlah Allah yang baik. Mereka yang hanya memiliki sedikit pemahaman Alkitab bisa mendapatkan kesan demikian karena ada kasus dalam Alkitab dimana orang diperlakukan dalam cara yang keras, kejam. Dalam Bilangan 15:32-36, seorang pria mengumpulkan kayu api pada hari Sabat dan dilempari batu sampai mati karena gagal menaati hari Sabat. Kedengarannya kejam, tapi ada tujuan di balik hukuman tersebut, meskipun tidak jelas bagi kebanyakan orang yang hanya membaca Kitab Suci secara santai. Penelitian yang cermat menunjukkan bahwa Hukum Taurat Perjanjian Lama diberikan untuk membuat dosa yang kita lakukan menjadi nyata sangat berdosa, seperti kata Paulus dalam Roma 7:13.

Orang-orang itu tidak menyadari betapa mematikannya pelanggaran mereka dan bahwa mereka adalah penyerang melawan Allah. Mereka membuat kesalahan dengan membandingkan diri di antara mereka sendiri dan mengukur tindakan mereka berdasarkan apa yang orang lain lakukan.

Jika seseorang melakukan dosa dan tidak dihukum mati, mereka pikir dosa mestinya tidak sebegitu buruk, dan mereka menurunkan standar mereka. Mereka telah kehilangan perspektif yang benar mengenai apa yang benar dan salah. Allah harus membawa umat manusia kembali ke garis lurus ukuran itu, standar yang tepat dari apa sebetulnya hidup benar itu, sehingga mereka akan menolak iblis dan godaan-godaannya dan mengenali apa yang akan menjadi hasil akhir dari pilihan-pilihan yang salah itu. Kemudian ketika melakukan itu, Dia harus menegakkan Hukum Taurat yang telah Dia berikan.

Tuhan tidak memberikan perintah-perintah Perjanjian Lama dengan tujuan untuk mengatakan, “Sampai engkau melakukan semua hal ini, Aku tidak dapat menerimamu atau menyayangimu.” Itu bukanlah sifat atau karakter-Nya. Sebaliknya, Dia memberi perintah-perintah itu untuk membuat penginderaan benar dan salah kita itu semakin tajam dan untuk membawa kita kembali ke kenyataan bahwa kita sungguh-sungguh membutuhkan satu Juruselamat.

Masalahnya bahwa orang telah berpikir Tuhan menuntut kesempurnaan sebelum Ia bisa mencintai mereka, yang menyebabkan sikap yang dimiliki banyak orang bahwa kasih-Nya bagi mereka berbanding lurus dengan kinerja mereka. Mereka merasa bahwa sampai mereka berupaya melakukan segala sesuatu dengan benar-benar tepat, mereka tidak akan diterima oleh Allah, dan itu bukanlah pesan Alkitab.

Hati Allah adalah untuk mendamaikan manusia dengan diri-Nya, tidak untuk menghakimi mereka … tidak untuk memperhitungkan dosa-dosa mereka … tidak untuk menyimpan dosa-dosa mereka terhadap mereka. Itulah hati Allah bagi orang-orang di dalam Alkitab dan juga hati-Nya bagi Anda hari ini. Anda perlu memahami hati-Nya yang sebenarnya, bahwa “Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8). Dia berusaha untuk menghapuskan dosa-dosa Anda dan apa pun yang akan memisahkan Anda dari-Nya. Dia sudah melakukannya melalui Yesus, dan saat ini Dia menawarkan kepada Anda hubungan, yang tidak didasarkan pada kinerja Anda, tetapi pada iman dan penerimaan Anda bahwa Yesus telah menanggung dosa-dosa Anda. Anda dapat memiliki hubungan dengan Tuhan pada hari ini terlepas dari kegagalan dalam hidup Anda. Semua yang Dia minta adalah bahwa Anda menaruh iman Anda kepada Tuhan Yesus Kristus.

3:16 Church #GodisLove wallpaper for iPad

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Kejadian 3:1. Pertanyaan apa yang Setan tanyakan kepada Hawa?

2. Bacalah Kejadian 2:17 dan Kejadian 3:3. Apa kata atau kata-kata yang Hawa tambahkan ke apa yang sebenarnya Allah katakan kepada Adam?

3. Bacalah Kejadian 3:6. Setelah Iblis mampu menanamkan keraguan dalam pikiran Hawa mengenai Firman Tuhan, apa yang Hawa lakukan dalam ayat ini?

4. Bacalah Kejadian 3:9-10. Setelah Adam dan Hawa berdosa, apakah Tuhan masih berkomunikasi dan mengejar suatu hubungan dengan mereka?

5. Bacalah Kejadian 3:22-24. Mengapa Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman?

6. Dapatkah Anda melihat bahwa ini adalah tindakan belas kasihan Allah lebih daripada suatu hukuman?

7. Bacalah Roma 5:17. Bagaimana kita memperoleh kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran Allah?  A. Membelinya B. Mengusahakannya C. Menerimanya

8. Bacalah Roma 6:23. Apa yang kita benar-benar layak terima jika kita berbuat dosa?

9. Dengan kasih karunia, sebaliknya apa yang Tuhan berikan kepada kita?

10. Bacalah Roma 10:3. Jika kita mencoba membangun kebenaran kita sendiri di hadapan Allah, apa yang kita gagal lakukan?

11. Bacalah 1 Yohanes 1:9 dan Roma 4:3. Apa yang Tuhan janji lakukan dengan semua dosa-dosa dan kesalahan kita terhadap-Nya jika kita mau percaya saja?

12. Apa pelajaran ini ceritakan kepada Anda tentang karakter Allah?

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Kejadian 3:1 – “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

Kejadian 2:17 – “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Kejadian 3:3 – tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

Kejadian 3:6 – “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.”

Kejadian 3:9-10 – “[9] Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” [10] Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” 

Kejadian 3:22-24 – “[22] Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” [23] Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. [24] Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.” 

Roma 5:17 – “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” 

Roma 6:23 – “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

Roma 10:3 – “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”

1 Yohanes 1:9 – “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 

Roma 4:3 – “Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.””

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Pelajaran ini adalah bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 4, diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 29, 2015

Level 1 Pelaj. 3 – Kebenaran Oleh Kasih Karunia

By Don Krow

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Hari ini kita akan membahas subjek kebenaran oleh kasih karunia. Roma 3:21-23 mengatakan, “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah (NKJV: kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat) telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Rom 3:21-23, penekanan dan penjelasan terjemahan ditambahkan).

rom-3-21-23-all'Perhatikanlah bahwa ayat ini mengatakan, “kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat telah dinyatakan (diwujudkan).” Saya pernah menanyakan seorang pria, “Apa yang Anda pikir harus Anda lakukan untuk masuk surga?” Dia menjawab bahwa ia harus menjaga Sepuluh Perintah Allah, setia kepada istrinya, menjalani hidup moral, ditambah sejumlah hal-hal lainnya. Saya berkata, “Tahukah Anda apa yang harus Anda lakukan untuk masuk surga, untuk berada di hadirat Allah atau kerajaan-Nya? Anda harus memiliki suatu kebenaran yang sama dengan kebenaran Allah.” Dia berkata, “Maaf ya? Tidak ada seorangpun yang bisa memiliki kebenaran yang sama dengan Allah. Hanya satu orang memiliki kebenaran tersebut, dan itu adalah Yesus Kristus!” Saya berkata, “Anda punya pokok pemikiran itu! Itu persis benar! Tak satu pun dari kita yang di dalam diri kita sendiri pernah benar-benar melakukan Hukum Taurat atau perintah-perintah itu dengan sempurna, secara lahiriah atau batiniah; tapi kita membutuhkan suatu kebenaran yang sama dengan kebenaran Allah agar bisa diterima di hadapan-Nya.”

Itulah apa yang dikatakan dalam ayat 21-22, Tetapi sekarang, kebenaran Allah yang terpisah/ terlepas dari hukum Taurat telah dinyatakan yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya... Jenis kebenaran yang Allah tawarkan kepada Anda dan saya adalah suatu kebenaran “melalui iman di dalam Yesus Kristus,” dan itu tersedia bagi semua dan kepada semua orang yang percaya. Ada dua jenis kebenaran – kebenaran manusia dan kebenaran Allah. Kebenaran manusia adalah perilaku seseorang dan amal yang terbaik yang mereka lakukan, tapi itu tidak bisa membuat Anda diterima di hadapan Allah. Anda membutuhkan suatu kebenaran yang sama dengan Allah, dan Dia sedang menawarkannya kepada Anda – kebenaran Allah yang terlepas dari hukum Taurat.

Dalam bahasa Yunani, tidak ada tanda baca yang tertentu, yang berarti bahwa teks ini benar-benar mengatakan Allah menawarkan kebenaran-Nya sendiri yang tanpa hukum Taurat. Suatu kebenaran menurut hukum Taurat adalah suatu kebenaran karena melakukan, menghasilkan dan memperoleh suatu pencapaian agar dapat diterima di hadapan Allah. Semua agama-agama dunia saat ini memikirkan apa yang harus Anda lakukan, hasilkan dan capai agar Allah menerima Anda. Kata “Injil” berarti “kabar baik,” dan kabar baik dari Injil adalah bahwa Allah menawarkan kebenaran dan penerimaan-Nya itu sendiri kepada semua orang yang mau percaya pada apa yang Yesus Kristus telah sediakan – kematian-Nya di kayu salib untuk dosa-dosa kita, memperhitungkan kepada kita kebenaran yang menyamai Hukum Taurat. Inilah kebenaran Allah yang terpisah dari Hukum Taurat tersebut, yang tanpa kita lakukan, hasilkan dan capai; dan itu datang melalui iman di dalam Yesus Kristus.

Perhatikan dalam ayat 22 bahwa itu adalah kebenaran Allah yang tersedia melalui iman dalam Yesus Kristus bagi semua dan kepada semua. Mengapa Tuhan menawarkan kebenaran-Nya kepada semua orang? Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Anda telah berdosa, saya telah berdosa, dan kita semua keluar dari standar atau kesempurnaan Allah. Karena dosa kita, hal terbesar yang kita butuhkan adalah penerimaan, hubungan yang benar dan kebenaran di hadapan Allah … dan Allah telah menawarkan ini bukan melalui perbuatan hukum Taurat melainkan melalui iman di dalam Yesus Kristus. Kebenaran Allah tidak datang melalui pekerjaan Anda, upaya Anda, penghasilan Anda, atau usaha Anda untuk mencapainya; itu datang melalui iman, ketergantungan, dan kebergantungan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bagaimana Abraham (nenek moyang Yahudi) diselamatkan? Alkitab mengatakan ia mempercayai Tuhan – percaya akan janji yang Allah berikan kepadanya – dan kemudian kebenaran itu diperhitungkan terhadapnya. Fakta bahwa Abraham dibenarkan di hadapan Allah oleh imannya adalah bukan dikarenakan dia sendiri saja. Kita membaca dalam Roma 3:21-22, bahwa manusia dibenarkan karena iman dalam Yesus Kristus. Alkitab mengatakan bahwa karena pembayaran Kristus di kayu salib ketika Dia mencurahkan darahNya untuk dosa kita, kebenaran (kelayakan di hadapan Tuhan) akan diperhitungkan kepada setiap orang dengan hanya percaya pada Kristus saja.

Roma 5:17 mengatakan, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus” (penekanan saya). Allah menawarkan kepada Anda suatu hadiah kebenaran, suatu hadiah untuk layak berdiri di hadapan-Nya. Suatu hadiah memang mempunyai suatu biaya tetapi tidak terhadap orang yang menerima itu. Jika Anda memberi saya hadiah dan meminta saya membayar untuknya, itu tidak akan menjadi hadiah, tetapi itu adalah sesuatu yang harganya Andalah yang bayar. Allah membuat kebenaran tersedia untuk Anda dan saya sebagai hadiah, dan hadiah kebenaran, pembebasan, dan kelayakan berdiri di hadapan Allah ini datang melalui iman dalam Yesus Kristus.

Roman 5 17 garden♡ ✞ ♡

Pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Titus 3:5. Apakah kebenaran yang kita butuhkan adalah kebenaran yang kita dapat hasilkan?
  2. Bacalah 2 Korintus 5:21. Apa jenis kebenaran yang kita butuhkan?
  3. Bacalah Roma 3:22. Bagaimana cara kita menerima kebenaran ini?
  4. Bacalah Filipi 3:9. Apakah kebenaran Hukum Taurat itu?
  5. Bacalah Galatia 2:21. Bagaimana kita bisa menggagalkan kasih karunia Allah?
  6. Bacalah Roma 5:17. Kebenaran Allah itu diterima sebagai apa?

*⁂*
Ayat Kitab Suci untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Titus 3: 5 – Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus”

2 Korintus 5:21 – “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh (AV: dibuat menjadi kebenaran) Allah.

Roma 3:22 – “yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.”

Filipi 3: 9 – “dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.”

Galatia 2:21 – “Aku tidak menolak (AV: menggagalkan) kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”

Roma 5:17 – “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus”

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Pelajaran ini adalah bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 3

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 22, 2015

Level 1 Pelaj. 2 – Keselamatan oleh Kasih Karunia

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

PhariseeYesus berkali-kali menggunakan perumpamaan, kisah-kisah yang menggambarkan kebenaran-kebenaran rohani. Lukas 18:9-14 dimulai, “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:”. Yesus menargetkan audiens tertentu: mereka yang percaya bahwa mereka benar dan secara otomatis menghina dan memandang rendah orang lain. Ia mengatakan perumpamaan ini kepada orang-orang yang mengandalkan diri dalam hal-hal yang mereka lakukan. Kita akan menyebut mereka orang-orang dengan kebenaran diri sendiri, apa yang Yesus bicarakan ketika Dia berkata mereka memandang rendah orang lain dengan mengatakan, “Saya lebih baik dari Anda!”

Dalam ayat 10, Yesus berkata, “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.” Kita akan mengatakan dalam bahasa modern bahwa mereka pergi ke gereja untuk berdoa, dan salah satunya adalah seorang Farisi. Seorang Farisi adalah orang yang sangat religius. Kata itu sebenarnya berarti “yang dipisahkan,” seseorang yang sedemikian religius dalam arti mereka akan berkata, “Jangan menajiskan saya! Jangan terlalu dekat dengan saya. Saya tidak seperti orang-orang lain! Saya lebih baik dari setiap orang lain!”

Orang lain yang Yesus sebutkan adalah seorang pemungut cukai. Para pemungut cukai memungut pajak dan dikenal sangat jahat, orang-orang berdosa yang menipu dan menggelapkan uang. Mereka mengumpulkan pajak dengan cara apapun yang mereka bisa, menimbun banyak uang di saku mereka dan memberikan sebagian kepada pemerintah Romawi, sehingga mereka tidak disukai oleh rekan-rekan mereka.

Cerita itu berlanjut dalam ayat 11, Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; Saya ingin Anda memperhatikan itu. Kepada siapakah ia berdoa? Dia sebenarnya berdoa kepada dirinya sendiri meskipun ia mengatakan “Allah” dan menggunakan kata-kata yang tepat. Allah tidak mengakui doanya, dan kita akan lihat nanti mengapa demikian. Perhatikan bahwa ia berdoa, “Tuhan, saya bersyukur karena saya tidak seperti orang lain.” Farisi ini, orang yang agamawi ini berkata, “Saya tidak seperti orang lain. Saya tidak berdosa. Saya bukan seorang pemeras, bukan orang yang tidak adil, bukan orang yang berzinah, dan saya tidak seperti pemungut cukai ini yang datang kesini untuk berdoa.” Anda lihat, ia membenci dan memandang rendah orang lain karena dia pikir dia lebih baik dari mereka.

Dalam ayat 12 orang Farisi itu berkata, “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” Dia sedang berkata, “Perhatikankah apa yang saya lakukan?” Apakah Anda tahu apa artinya berpuasa? Ini sebenarnya berarti pergi tanpa makanan. Dia juga memberikan uang kepada gereja. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengatakan, “Jangan ganggu aku! Aku menjalani suatu kehidupan yang baik! Aku memberi untuk amal! Saya menyumbangkan uang ke gereja!”

Kemudian kita sampai pada si pemungut cukai dalam ayat 13: “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Perhatikanlah bahasa tubuhnya: “berdiri jauh-jauh.” Dia bahkan tidak pergi semua jalan ke dalam gereja. Dia begitu malu akan hidupnya dan hal-hal yang ia telah lakukan sehingga ia berdiri jauh-jauh dan bahkan tidak menengadah ke atas, tidak berani mengangkat matanya ke surga, melainkan ia memukul-mukul dadanya. Ketika Alkitab berbicara tentang memukul dada dalam Perjanjian Lama, seringkali mereka juga merobek pakaian mereka yang merupakan cara untuk mengatakan, “Saya menyesal, Tuhan, untuk apa yang telah saya lakukan!” Ini adalah suatu tanda pertobatan, suatu hati yang menyesal dan remuk, yang Allah tidak akan pandang rendah. Pemungut pajak ini, memang dia manusia berdosa, sekarang berseru kepada Tuhan dan berdoa, “Tuhan kasihanilah aku, aku orang berdosa!”

Ayat 14 mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Pemungut cukai itu pulang sebagai orang yang telah dibenarkan, dinyatakan sebagai orang benar di hadapan Allah, layak berdiri dengan Allah, telah diampuni oleh Allah. Mengapa ia diampuni? Mengapa dialah yang pulang ke rumahnya sebagai orang yang berdiri benar di hadapan Allah dan bukan orang Farisi agamawi itu? Karena orang Farisi itu meninggikan dirinya dengan mengatakan “Saya lebih baik dari orang lain! Saya tidak berdosa! Saya tidak seperti orang lain,” sedangkan pemungut cukai itu tahu ia tidak layak berdiri di hadapan Allah, tidak ada yang bisa ia tawarkan kepada-Nya. Dia tadinya adalah orang yang berdosa. Alkitab mengatakan Yesus tidak datang untuk menyelamatkan orang benar melainkan orang berdosa, dan kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Pemungut pajak ini merendahkan diri dan menemukan maaf dan pengampunan.

Kita sedang membicarakan tentang keselamatan oleh kasih karunia. Kasih karunia adalah kata yang indah, dan saya akan memberikan definisi yang telah diterima mengenai apa arti kasih karunia, tapi kasih karunia berarti lebih banyak lagi. Dalam bahasa Yunani dalam mana Perjanjian Baru ditulis, kasih karunia adalah kata charis. Definisi yang diterima tentang kasih karunia adalah ini: perkenanan gratis dan bukan atas pamrih dari Allah terhadap orang-orang yang tidak layak mendapatkannya. Pemungut pajak ini tidak layak memperoleh apa-apa dari Allah, tetapi ia menemukan kebaikan Tuhan karena ia merendahkan dirinya. Ada kata lain dalam bahasa Yunani, karisma, yaitu charis dengan akhiran ma pada akhirnya. Kata ini berarti suatu manifestasi atau bentuk tertentu dari kasih karunia Allah. Pemungut cukai ini menemukan pembenaran, kelayakan untuk berdiri benar di hadapan Allah sebagai suatu hadiah.

Roma 5:17 mengatakan, Mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” Allah menawarkan kepada anda dan saya kelayakan untuk berdiri benar di hadapan-Nya sebagai suatu hadiah dan menurut bagian ayat yang kita baca, pemungut cukai itu menemukan bahwa karunia pembenaran, anugerah kebenaran itu hanya datang melalui Yesus Kristus. Alkitab mengatakan dalam Yohanes 1:17, “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Anugerah ini hanya bisa ditawarkan kepada satu jenis orang-orang – mereka yang merendahkan diri dan tahu bahwa mereka tidak layak berdiri di hadapan Allah, yang berseru untuk belas kasihan Allah. Orang-orang inilah yang akan menerima belas kasihan dan pengampunan Tuhan.

♡ ✞ ♡

Pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Lukas 18:9. Apakah suatu perumpamaan itu?

2. Bacalah Lukas 18:9. Kepada siapakah Yesus mengarahkan perumpamaan ini?

3. Bacalah Lukas 18:9 (bagian akhir dari ayat ini). Orang yang merasa dirinya benar sendiri selalu mengungkapkan semacam sikap terhadap orang lain. Menurut Lukas 18:9, sikap apakah itu?

  1. Mereka seperti orang lain.
  2. Mereka menghina orang lain atau memandang rendah orang lain.
  3. Mereka mengasihi orang lain.

4. Bacalah Lukas 18:10. Dua orang pergi untuk berdoa; dalam bahasa modern, kemana mereka pergi untuk berdoa?

5. Bacalah Lukas 18:10. Siapakah orang-orang ini?

6. Bacalah Lukas 18:11. Apa doa orang Farisi itu?

7. Bacalah Lukas 18:13. Dimanakah pemungut cukai itu berdiri?  Mengapa?

8. Bacalah Lukas 18:13. Mengapa pemungut cukai menundukkan kepalanya dan tidak melihat ke atas?

9. Bacalah Lukas 18:13. Apakah doa pemungut pajak ini?

10. Bacalah Lukas 18:14. Manakah dari kedua orang ini yang dinyatakan benar di hadapan Allah ketika dia pulang ke rumahnya?

11. Bacalah Lukas 18:14. Mengapa pemungut cukai itu yang dibenarkan dan bukan orang Farisi?

12. Bacalah Lukas 18:14. Apakah Tuhan mengampuni pemungut cukai ini?

13. Bacalah Roma 10:13. Jika Anda sekarang berlutut dan berseru kepada Allah dari hati Anda “Tuhan kasihanilah aku, orang berdosa,” akankah Allah memperlakukan Anda dengan cara yang sama yang Ia perlakukan terhadap pemungut cukai?

*⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk digunakan dengan Pertanyaan

Lukas 18:9 – “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:”

Lukas 18:10 – “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.”

Lukas 18:11 – Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

Lukas 18:12 – “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”

Lukas 18:13 – “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”

Lukas 18:14 – “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Roma 10:13 – “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

1 Yohanes 1:8-9 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

 

 

♔ ✞ ♕

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 2

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Monday, August 17, 2015

Dirgahayu Indonesia ke-70!

cross chainsSelamat Hari Kemerdekaan, Indonesia!

Happy Independence Day, Indonesia!

* * * * * * *

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Yoh 8:36

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Gal 5:1

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Gal 5:13

 

~*70 tahun Indonesia memasuki Yobel Besar!*~

Hanya oleh kasih karunia KRISTUS!

MERDEKA!!!


Saturday, August 15, 2015

Level 1 Pelaj. 1 – Hidup Kekal

(Silakan free-download / unduh Bahan ini dalam bentuk doc pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu bagian ayat yang paling familiar dari Alkitab adalah Yohanes 3:16. Sepertinya semua orang tahu ayat itu sejak usia muda, namun saya percaya ayat itu telah benar-benar disalahpahami dan disalahgunakan. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

John_3_16_1024x768Secara tradisional, ayat kitab suci ini telah digunakan untuk mengajarkan bahwa Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa kita sehingga kita tidak akan binasa. Memang benar seperti itu, namun ayat ini lebih lagi mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia ini dan mati bagi kita sesungguhnya adalah agar kita bisa memiliki hidup yang kekal. Bahwa dosa-dosa kita menjadi penghalang yang ada di antara kita dengan hidup yang kekal ini adalah kenyataan yang terjadi saja.

Memang benar bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan memang benar bahwa jika kita percaya pada Yesus, kita tidak akan binasa, tetapi ada lebih banyak lagi mengenai Injil dari pada hanya itu. Pesan yang sejati dari Injil adalah bahwa Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada anda. Sekarang mari saya jelaskan itu.

Malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berdoa, dan Dia mengatakan hal ini, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)

Di sini dikatakan bahwa hidup yang kekal itu adalah mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Itulah hidup yang kekal. Banyak orang berpikir bahwa hidup yang kekal itu adalah hidup selamanya. Nah, setiap orang memang hidup selamanya. Berpikir bahwa ketika seseorang meninggal mereka tidak ada lagi itu adalah kesalahpahaman. Roh dan jiwa kembali ke Tuhan. Tubuh menjadi hancur dalam kubur. Kebenarannya adalah setiap orang yang pernah hidup di muka bumi akan terus hidup dalam bentuk roh. Jadi mengatakan bahwa hidup yang kekal adalah hidup selamanya bukanlah kebenaran menyeluruh – setiap orang memang hidup selamanya. Ayat ini menerangkan sangat jelas bahwa hidup yang kekal itu tidak diberikan kepada semua orang.

Beberapa orang akan mengatakan, “Hidup kekal adalah hidup selamanya di surga bukannya hidup selamanya di neraka.” Tapi hidup yang kekal hanyalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:3 saja – mengenal Allah dan Yesus Kristus. Ini adalah lebih dari pada suatu pengetahuan intelektual. Kata “mengenal” ini digunakan di seluruh Alkitab untuk menggambarkan hubungan pribadi yang paling intim, yang dapat Anda miliki.

Tujuan keselamatan yang sebenarnya bukanlah tinggal selamanya di surga, sebagaimana luar biasanya itu akan jadi. Tujuan dari keselamatan yang sebenarnya adalah untuk memiliki keintiman – hubungan pribadi dengan Tuhan Allah. Ada banyak sekali orang-orang yang telah berseru kepada Allah untuk pengampunan dosa-dosa mereka, tetapi tidak pernah memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai tujuan.

Dengan tidak menjelaskan tujuan keselamatan yang sebenarnya, kita sedang melakukan sesuatu yang merugikan Injil. Ketika kita menghadirkan keselamatan sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan hal-hal spiritual yang akan menguntungkan kita di masa depan dalam kekekalan saja, kita tidak membantu orang. Ada beberapa orang yang hidup dalam suatu neraka literal sekarang di bumi ini. Banyak orang yang depresi, hidup dalam kemiskinan, terus berurusan dengan perselisihan, penolakan, sakit hati, dan pernikahan yang gagal. Orang-orang yang hanya mencoba untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Mereka hanya berusaha untuk menjaga kepala mereka di atas air. Dengan membuat keselamatan sesuatu yang hanya berhubungan dengan masa depan, banyak orang menunda keputusan karena mereka terlalu sibuk hanya untuk berusaha bertahan hidup pada hari ini.

Yang benar adalah bahwa Yesus tidak hanya datang untuk mempengaruhi nasib kekal kita sehingga kita dapat hidup selamanya di surga dalam berkat bukannya hukuman dan kutukan neraka, tetapi Yesus juga datang untuk membebaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Gal 1:4). Yesus datang untuk memberikan anda keintiman dan suatu hubungan pribadi dengan Allah Bapa pada hari ini.

Yesus datang untuk membawa Anda kembali ke hubungan pribadi yang mesra dengan-Nya. Yesus mengasihi Anda. Yesus ingin mengenal Anda secara pribadi. Yesus ingin memberikan suatu kualitas hidup yang lebih hebat dari pada apa pun yang Anda bisa dapatkan melalui sumber lain manapun.

John-17-3Yesus menyatakan begini dalam Yohanes 10:10: “Pencuri [berbicara mengenai Iblis] datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan: Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (tambahan kurung dari saya). Tuhan ingin memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Tuhan ingin memberikan kehidupan yang berkelimpahan, dan saya percaya bahwa Anda memerlukannya hari ini – bahwa Anda menginginkannya. Kristus mati tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa Anda, tetapi untuk membawa Anda menjadi dekat dengannya.

Jika Anda tidak mengenal Tuhan, Anda perlu mengenal-Nya untuk tujuan itu. Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda perlu maju melampaui sekedar memperoleh pengampunan dosa dan masuklah ke dalam hidup yang kekal dengan Bapa.

Fakta-fakta tentang Hidup Kekal

  1. Tujuan Injil adalah hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
  2. Hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan (Yohanes 17:3).
  3. Mengenal Tuhan adalah suatu hubungan yang intim. (1 Korintus 6:16-17).
  4. Hidup yang kekal tersedia sekarang ini. (1 Yohanes 5:12).
  5. Tuhan menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Anda. (Wahyu 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

  1. Bacalah Yohanes 3:16. Apakah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia?
  1. Penggunaan Alkitabiah kata “mengenal” berarti memiliki suatu hubungan pribadi yang intim dengan seseorang (Kej 4:1). Bacalah Yohanes 17:3. Apakah hidup yang kekal/ abadi, menurut ayat ini?
  1. Bacalah 1 Yohanes 5:11-12. Menurut ayat-ayat ini, kapankah kehidupan kekal atau abadi itu dimulai?
  1. Bacalah Yohanes 10:10. Kehidupan seperti apa yang untuknya Yesus datang beri kepada kita?
  1. Jelaskanlah dengan kata-kata Anda sendiri kualitas atau atribut hidup berkelimpahan.
  1. Apakah Anda percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya Yesus ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa dunia, sehingga memberikan kita yang percaya kekal / hidup yang kekal?
  1. Apakah jelas bagi Anda bahwa kekal / hidup yang kekal tidak hanya jangka waktu (abadi) tapi kualitas dan kuantitas hidup?

Ayat-ayat untuk Digunakan dengan Pertanyaan

Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejadian 4:1 – “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan (NKJV: mengenal) Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.””

Yohanes 17:3 – Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1 Yohanes 5: 11-12 – [11] Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. [12] Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Yohanes 10:10 – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 1

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Saturday, August 8, 2015

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap

Daftar Pelajaran Level 1 :

  1. da2Hidup Kekal
  2. Keselamatan oleh Kasih Karunia
  3. Kebenaran oleh Kasih Karunia
  4. Hubungan dengan Tuhan
  5. Sifat Allah
  6. Pertobatan
  7. Komitmen
  8. Baptisan Air
  9. Identitas dalam Kristus (Bagian 1)
  10. Identitas dalam Kristus (Bagian 2)
  11. Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa
  12. Integritas Firman Allah
  13. Tuhan Tidak Bersalah
  14. Kuasa Kehidupan yang Dipenuhi Roh
  15. Cara Menerima Roh Kudus
  16. Manfaat Berbicara Dalam Bahasa Lidah


Daftar Pelajaran Level 2:

  1. Keberpusatan Diri Sendiri: Sumber Segala Duka
  2. Cara Merenungkan Firman Tuhan
  3. Pembaharuan Pikiran
  4. Pentingnya Gereja Kristus
  5. Pelepasan
  6. Wewenang Orang Percaya
  7. Penyembuhan ada dalam Penebusan
  8. Hambatan terhadap Penyembuhan
  9. Mengampuni Orang Lain
  10. Pernikahan (Bagian 1)
  11. Pernikahan (Bagian 2)
  12. Jenis Cinta Allah (Bagian 1)
  13. Jenis Cinta Allah (Bagian 2)
  14. Keuangan (Bagian 1)
  15. Keuangan (Bagian 2)
  16. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Doa Anda Tampak Tidak Terjawab

 

Daftar Pelajaran Level 3:

  1. Aliran Ilahi
  2. Menggunakan Karunia Untuk Melayani
  3. Mujizat-mujizat Memuliakan Tuhan
  4. Kuasa Hubungan-hubungan yang Ilahi
  5. Penganiayaan
  6. Sang Raja dan Kerajaan-Nya
  7. Objek Iman yang Menyelamatkan
  8. Penggunaan yang Tepat akan Hukum Allah
  9. Tidak Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia
  10. Bukan Kesadaran Dosa Lagi
  11. Saya Dikasihi, Saya Indah
  12. Buah Keselamatan (Bagian 1)
  13. Buah Keselamatan (Bagian 2)
  14. Panggilan Untuk Pemuridan
  15. Cara Menggunakan Kesaksian Anda
  16. Menggunakan Karunia-karunia Setiap Orang Untuk Memuridkan

Discipleship

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu pagi!

 


Friday, August 7, 2015

Penginjilan Pemuridan Lengkap – Level 1

Silakan unduh file doc setiap Pelajaran Dasar Kekristenan yang sudah ada pada link di masing-masing halaman ini.

Daftar Pelajaran Level 1 :

  1. Hidup Kekal
  2. Keselamatan oleh Kasih Karunia
  3. Kebenaran oleh Kasih Karunia
  4. Hubungan dengan Tuhan
  5. Sifat Allah
  6. Pertobatan
  7. Komitmen
  8. Baptisan Air
  9. Identitas dalam Kristus (Bagian 1)
  10. Identitas dalam Kristus (Bagian 2)
  11. Apa Yang Terjadi Ketika Seorang Kristen Berdosa
  12. Integritas Firman Allah
  13. Tuhan Tidak Bersalah
  14. Kuasa Kehidupan yang Dipenuhi Roh
  15. Cara Menerima Roh Kudus
  16. Manfaat Berbicara Dalam Bahasa Lidah

Silakan klik dan periksa lebih lanjut:

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts