Thursday, December 30, 2010

Sulawesi #9 - Mujizat Meko - Poso

8 years old preachers pray for Muslims in 2007
Pengkhotbah-pengkhotbah berusia 8 tahun yang berdoa bagi kaum Muslim
In 2007 in the town of Poso, Sulawesi, Indonesia two very young preachers prayed for the lame and the sick, and God healed them.
Pada tahun 2007 di kota Poso, Sulawesi, Indonesia dua orang pengkhotbah yang masih sangat muda berdoa untuk orang-orang lumpuh dan sakit, dan Allah menyembuhkan orang-orang itu.

Read more / Baca selengkapnya

Wednesday, December 29, 2010

Baptize by Blazing Fire / Baptisan oleh Api Dahsyat


In these pages, is the most strategic revelation that I’ve ever seen.  It will send shockwaves around the world, and lead to the fall of many demonic principalities.  The devil’s identities are being exposed and the Lord is equipping His end-time army with many new powerful weapons. The demonic realm is leading billions into hell, and they hinder every aspect of the Church; evangelism, missions, intercession, worship, charity, etc.  Therefore, any advancement against the demonic realm will benefit EVERY aspect of the Church. According the Jesus’ parable, the enemy plants his seeds at night, while everyone is sleeping.   
And through this book, we see that Nighttime Unified Warfare Intercession (NUWI) is crucial for engaging in demonic combat.  Truly the gift of spiritual site is very devastating to the enemy; crippling his ability to hide; exposing his identities, tricks, deceptions, disguises and positions.  And it blew me away, when I saw that saints can engage in hand to hand physical combat against demonic spirits, using Heavenly weapons; Holy Fire, bruit force, electricity, Blazing Fire, thorns, as well as other military tools. This revelation will help the Church transition from a defensive posture, to an offensive one.  According to Howard Pittman’s revelation PLACEBO, the demonic realm has mankind outnumbered, 1000 to 1.  But after reading Baptized by Blazing Fire, I kept saying, “evil spirits don’t stand a chance.” Jesus is revealing the endless glories of the 3rd heaven, giving us great hope and encouragement. But He is also giving us clear understanding about His judgments and we must warn the world.


Dalam halaman-halaman buku ini terdapat penyingkapan paling strategis yang pernah saya lihat. Itu akan menghasilkan gelombang kejut ke seluruh dunia, dan mengakibatkan kejatuhan banyak penguasa satanik. Identitas iblis disingkapkan dan Tuhan sedang memperlengkapi pasukan akhir zaman-Nya dengan banyak senjata-senjata baru yang berkuasa. Dunia satanik sedang memimpin jutaan jiwa ke neraka dan mereka menghindari setiap aspek Gereja: penginjilan, misi, doa syafaat, penyembahan, persembahan, dsb. Karena itu pencapaian apapun melawan dunia satanik akan menguntungkan SETIAP aspek gereja. Sesuai dengan perumpamaan Tuhan Yesus, musuh menabur benih-benihnya di malam hari, ketika semua orang sedang tertidur.
Dan melalui buku ini, kita melihat Doa Syafaat Peperangan Malam Hari dalam Kesatuan adalah sangat penting untuk menyerang dalam pertempuran satanik. Sungguh benar bahwa karunia rohani sangat menghancurkan musuh, melumpuhkan kemampuannya untuk bersembunyi; menyingkapkan identitas, muslihat, tipu daya, penyamaran dan posisi-posisinya. Dan saya tercengang ketika saya menyadari bahwa orang-orang kudus  dapat terlibat dalam pertempuran secara fisik melawan roh-roh satanik dengan menggunakan senjata-senjata Surgawi: Api Roh Kudus, kekuatan, listrik, Api Dahsyat, duri-duri, sebagaimana peralatan-peralatan militer lainnya. Pewahyuan ini akan menolong Gereja dalam bertransisi dari suatu sikap defensif (mempertahankan diri) ke sikap ofensif (menyerang). Menurut pewahyuan Howard Pittman, PLACEBO, alam satanic telah memakan umat manusia setiap 1000 menjadi 1. Namun sesudah membaca Baptized by Blazing Fire, saya terus berkata, “roh-roh jahat tidak punya kesempatan untuk bertahan.” Yesus sedang menyingkapkan kemuliaan-kemuliaan yang tak berakhir di surga ke-3, memberikan kita pengharapan dan dorongan yang besar. Namun Dia juga memberikan kepada kita pengertian yang jelas mengenai penghakiman-Nya dan kita harus mengingatkan dunia.

UNDUH SELENGKAPNYA (BAHASA INDONESIA): 
- Buku 1  doc  pdf            
- Buku 2  doc  pdf

Source / Sumber : www.spiritlessons.com

Wednesday, December 8, 2010

Finding True Peace (Minangkabau of Indonesia)

Menemukan Damai Sejahtera yang Sejati

Today's Christian Videos

Finding True Peace is a dramatization of the Prodigal Son parable 
in the Minang language shot in scenic West Sumatra. 
Produced in 1996


Tuesday, December 7, 2010

Exposing False Prophecy Doctrines / Mengekspos Doktrin-doktrin Palsu tentang Nubuat


REVELATION / WAHYU
[The Script / Naskah]

Revealing the truth foretold by YHWH's holy prophets
Preach the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all longsuffering and doctrine (2 Tim. 4:2)
 

Penyingkapan kebenaran yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi kudus YHWH
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (2 Tim. 4:2)

*
For  the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; And they shall turn away their ears from the truth, 

and shall be turned unto fables. 
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
2 Tim. 4:3-4
 
*
Misconceptions and false doctrines will lead to the physical and spiritual death and destruction of many Christians, just as it has destroyed many of God's chosen people spoken about throughout the entire bible. 

Konsepsi-konsepsi yang salah dan doktrin-doktrin sesat akan menuntun kepada kematian jasmaniah dan rohaniah dan kehancuran banyak umat Kristen, sebagaimana itu semua telah menghancurkan banyak umat pilihan Allah yang dibicarakan sepanjang keseluruhan Alkitab.


Monday, November 22, 2010

Sulawesi #3 - Mujizat Meko - Poso


Selvin adalah anak kecil berusia 8 tahun dari Desa Mokena, dekat Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Ia melakukan mujizat dengan menyembuhkan orang tanpa obat, tapi dengan doa dan pujian kepada Tuhan saja.
Selvin is a little 8 years old kid from Mokena village, near Tentena, Poso, in the province of Middle Sulawesi. She performs miracles by healing people without any medicine, but only with a pray and singing a song for Lord Jesus instead.


Poso Miracle Part 1
[read the scripts of the videos on the last part of this posting]

READ MORE / BACA SELENGKAPNYA

Sulawesi #1 - Poso conflict in an American Reporter's eyes / Konflik Poso di mata seorang Reporter Amerika

Poso is one of beautiful and peaceful areas in Sulawesi island, Indonesia, inhabited by people with various ethnics and religions. But on 1998 Christmas Eve, there was a fight between two youths, said on alcohol background, which continued to be riots between communities of Muslims and Christians, ultimately took more than 700 souls of victim brutally, aside all the buildings, homes and wealth which were burnt in years. Indeed the root of the problems, much deeper and broader, is on the wounded hearts of human beings who desperately needed the Father’s love.
Poso adalah salah satu wilayah yang permai dan damai di pulau Sulawesi, Indonesia, dihuni oleh penduduk dengan beragam etnis dan agama. Namun pada malam Natal 1998, terjadilah perkelahian antara dua anak muda, diceritakan berlatar belakang alkohol, yang kemudian berlanjut menjadi kerusuhan antar komunitas agama Muslim dengan Kristen yang pada akhirnya bertahun-tahun dengan brutal memakan lebih dari 700 korban jiwa, di samping semua gedung, rumah dan harta yang terbakar habis. Akar permasalahannya sesungguhnya jauh lebih dalam dan luas, yaitu pada luka hati insan-insan yang sangat membutuhkan kasih Bapa.

Read more / baca selengkapnya

Thursday, November 4, 2010

A Prayer For Indonesia / Suatu Doa Bagi Indonesia

Doa Musa, Abdi Allah / The Prayer of Moses, Servant of God


Lord, Thou hast been our dwelling place in all generations.
Before the mountains were brought forth, or ever Thou hadst formed the earth and the world, even from everlasting to everlasting, Thou art God.
Thou turnest man to destruction; and sayest, Return, ye children of men.
For a thousand years in Thy sight are but as yesterday when it is past, 
and as a watch in the night.
Thou carriest them away as with a flood; they are as a sleep: 
in the morning they are like grass which groweth up.
In the morning it flourisheth, and groweth up; 
in the evening it is cut down, and withereth.
 
Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun [seluruh generasi]. 
Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, 
bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: 
"Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, 
atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia [seperti dengan suatu banjir]; 
mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. 


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts