Sunday, December 6, 2015

Apakah #Iblis adalah ‘tangan kotor’ #Allah? (#Ayub bagian 2)

hqdefaultKitab Ayub adalah kitab yang berisi salah satu kisah paling memukau dalam Alkitab, tapi kita telah keliru membacanya dengan dua cara.
Pertama, kita menyanjung Ayub sebagai seorang pahlawan iman. Kedua, kita berpikir iblis adalah ‘anjing gembala’ Allah untuk melakukan ‘pekerjaan kotor’Nya.

Ide gila ini muncul dari ayat berikut :
Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Lalu jawab Iblis kepada Tuhan : “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
Maka firman Tuhan kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan .
(Ayub 1:8-12)

Penafsiran tradisional atas ayat ini adalah Tuhan Allah membuat Ayub jadi sasaran dengan melambai-lambaikan dia di depan iblis, seperti seorang polisi melambai-lambaikan kaus tersangka di depan hidung anjing pelacak.
“Kau mencium bau Ayub? Kau mencium kesalehannya dan betapa dia membenci kejahatan?”
“Grrrr.. Grrrr..”
“Ayo, sana, serang dia. Robek-robek hidupnya!”
Betapa mengerikan gambaran macam ini!

Penafsiran semacam ini tidak membedakan mana Allah, mana iblis. Memang iblis yang melakukan, tapi Allah adalah kolaborator. Allah mengijinkan. Dia ‘membiarkan’ itu terjadi.

Syukurlah, ada juga versi terjemahan yang ‘beda’. Sekarang mari kita baca ayat tadi dalam Green’s Literal Translation of the Holy Bible (LITV) :
Dan Yehova berkata kepada Iblis, “Engkau sedang memperhatikan hambaKu Ayub ya? Apakah karena tak seorangpun seperti dia di bumi, seorang yang jujur dan benar, yang takut kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan?” (Ayub 1:8, terjemahan LITV)
Dengan kata lain, “Iblis, mengapa engkau memburu Ayub? Apa karena ia orang jujur? Atau karena dia tidak tumbang karena rencana jahatmu?”

Lihat?
Allah tidak menjebak Ayub.
Allah sedang memberi tahu iblis bahwa Ia mengawasi iblis karena Ia tahu rencana iblis.

Iblis memang sedang memburu Ayub. Dia bukan cuma ingin menyakiti Ayub, dia ingin ‘memperalat’ Allah untuk melakukannya!
Dengar apa yang dia katakan,
“Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”(Ayub 1:11)
Kelancangan yang luar biasa dari sang perencana kejahatan!
Berani sekali!

Pertama, si pendakwa ingin memanipulasi Allah.
“Ayub takut padaMu hanya karena Engkau membuat pagar di sekelilingnya dan memberkati dia” (ayat 9-10).

Lalu dia menantang Allah untuk menghajar Ayub.
Tentu Allah tidak termakan trik iblis, tapi ayat 12 menunjukkan sepertinya begitu,
“Baik, kalau begitu, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; … (Ayub 1:12)
Pembacaan sekilas akan membuat kita berpikir Allah sudah terjebak dalam permainan iblis dengan memberinya ijin untuk memburu Ayub.
Benarkah?

Mari kita baca lagi ayat itu dalam versi LITV :
Dan Yehova berkata kepada iblis, “Segala kepunyaannya memang ada dalam  tanganmu. Hanya, jangan jamah dirinya.” Lalu iblis pergi dari hadapan Yehova.
Allah TIDAK SEDANG memberi ijin kepada iblis.
Allah sedang MENYATAKAN suatu fakta.
Ayub memang SUDAH di bawah jempol iblis, siap untuk ‘dipites’.
Mengapa Allah mengatakan demikian?
Karena ini :
Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah, tapi seluruh dunia berada di bawah kendali si jahat (1 Yohanes 5:19)

Sebagaimana dijelaskan oleh Tom Tompkins dalam bukunya ‘Understanding the Book of Job’, Allah memberikan kendali atas bumi kepada manusia.
Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia (Mazmur 115:16)
… tapi di Eden, manusia menyerahkan kuasa/kendali itu kepada iblis.
Jadi saat Allah katakan, “Segala kepunyaannya dalam tanganmu”, Allah sedang menyatakan suatu fakta pahit dan menyakitkan yang nantinya membuat Yesus mengorbankan hidupNya.

Kesimpulannya, ada 4 dusta yang muncul dari kesalahpahaman membaca Ayub pasal 1 :

#1. Iblis membutuhkan ijin untuk menyerang kita

Faktanya : Iblis tidak sedang minta ijin akan memburu Ayub karena dia tidak butuh.
Di Eden, manusia yang membuka pintu bagi dosa dan menuai konsekuensinya sejak itu.

Kabar baiknya adalah sekarang tidak lagi.
Dengan kasih karunia Allah, iblis akan lari jika kita melawan dia (Yakobus 4:7).
Jangan seperti Ayub. Jangan biarkan si pencuri itu menjarah rumah anda.
Jadilah seperti Daud yang menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. Dan melawan! (1 Samuel 30:6).

#2. Allah memanfaatkan iblis sebagai ‘anjing gembala’ untuk menjaga domba tetap dalam barisan.

Ya ampun!
Omong kosong!
Apakah persamaan antara kebenaran dan kedurhakaan? Bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?(2 Korintus 6:14)

#3. Allah memberikan sakit-penyakit dan penderitaan untuk mengasah karakter kita

Tujuan iblis adalah memanipulasi Allah untuk melukai Ayub, sesuatu yang tidak akan pernah Allah lakukan.
Sekalipun Ayub berpikir Allah-lah yang berada di balik kehilangannya, Allah mengirim Elihu untuk meluruskan kekeliruan Ayub.
Elihu adalah gambaran Yesus yang “,… berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”(Kisah Para Rasul 10:38)

Yesus tidak memberikan penyakit, Ia mengambilnya dari kita.

#4. Allah mengijinkan sakit-penyakit dan penderitaan untuk menyakiti kita

Allah TIDAK BEKERJA bagi iblis. Jika Allah memberi ijin kepada iblis untuk mencuri dari anda, dia tak akan disebut pencuri.
Adam pertama kehilangan kendali atas bumi, tapi Adam terakhir merebut kembali apa yang iblis curi.

Di dalam Kristus, anda ditakdirkan untuk berkuasa dalam hidup ibarat seorang raja (Roma 5:17).
Tapi anda tak akan pernah berkuasa dalam hidup jika anda menyimak dusta iblis di atas dan lebih mengikuti Ayub ketimbang Kristus.

Romans_5-17Kasih karunia dan damai sejahtera bagi anda semua!

(Tunggulah kelanjutannya besok!)

[Paul Ellis : “Is Satan God’s Sheepdog?”; 28 October 2015]

Silakan check tulisan terjemahan asli dan penerjemahnya: Mona Yayaschka


Saturday, December 5, 2015

10 Fakta yang jarang diketahui orang mengenai #Ayub (bagian 1)

Banyak orang menganggap Ayub sebagai orang hebat, seorang pemenang iman.
Ayub, sebagaimana anda ingat, kehilangan segalanya (keluarga, kekayaan dan kesehatan), lalu duduk di atas tumpukan abu menggaruki kulitnya yang borokan dengan pecahan beling, lantas melakukan ‘debat teologi’ dengan 3 orang ‘lulusan seminari’.

never said sickness1

“Tuhan mengijinkan penyakit ini terjadi” – http://ift.tt/1HMmihS

Sebagai hasil dari hidup yang sarat dengan pengalaman buruk, banyak orang merasa diteguhkan dan kemudian mempercayai dusta ini :
• Allah memberi dan mengambil hal-hal baik seperti anak-anak kita, kesehatan atau pekerjaan kita
• Allah menggunakan rasa sakit dan penyakit untuk menghukum atau mendisiplin kita
• Allah membuat saya mengalami saat sulit untuk mengajar saya kerendahan hati
• Allah memperalat setan sebagai ‘anjing penjaga’ untuk menjaga domba-domba tetap di kawanan.

Saya ingin menyodorkan perspektif yang berbeda.
Kitab Ayub bukan mengenai seorang hebat, tapi seorang yang bercacat. Ayub yang diceritakan di kitab Ayub bukanlah seorang ‘hamba Tuhan’ seperti yang dipikirkan banyak orang. Tapi seorang yang percaya tahyul dan penuh ketakutan yang mengeluarkan kata-kata yang bukan main bodohnya.
Kisah Ayub bukanlah kisah kemenangan iman manusia, tapi kebesaran kasih karunia Allah kepada manusia yang hancur-hancuran.

“Tapi Ayub adalah orang benar”.
Sebenarnya, Ayub adalah seorang yang penuh kebenaran-diri, yang sejatinya bukanlah seorang percaya, sebagaimana akan kita lihat nanti.
Saya tidak menjelek-jelekkan Ayub, tapi saat kita sampai di akhir seri ini, anda akan takjub pada beberapa hal luar biasa yang Allah sampaikan mengenai pria tak sempurna ini.
Tapi sebelum kita sampai pada hal tersebut, ada baiknya kita mengerti siapa Ayub.

Berikut adalah 10 fakta yang jarang diketahui mengenai Ayub :

1. Ayub adalah orang yang percaya takhyul

Seperti halnya orang agamawi lain, Ayub percaya pada karma.
Ayub memegang prinsip ‘tabur-tuai’. Jika anak-anaknya berpesta berhari-hari, dia akan membawa persembahan.

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa (Ayub 1:5).

Debet dan kredit.
Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

2. Ayub sadar-dosa

Bukan sadar akan dosa pribadinya, karena Ayub adalah orang baik yang selalu membersihkan hidupnya dari dosa.
Tapi dia memperlakukan dosa seperti ‘kryptonite’ (lihat Ayub 31:11-12).

Ayub sangat takut terhadap dosa dan memikirkannya terus menerus (lihat Ayub 31).

3. Ayub penuh ketakutan

Ayub selalu merasa tak aman dan terikat oleh rasa takut. Ayub mungkin adalah klien terbaik seorang agen asuransi karena ia memiliki ketakutan yang besar pada celaka (Ayub 31:23).

Saat hal buruk terjadi, ia berkata, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25)

4. Ayub mengasihani diri sendiri

Bacalah kitab Ayub dan anda akan mendapat kesan kuat ‘Celakalah aku’.
Walaupun ia memang sedang mengalami keadaan tidak baik, tapi dia sangat terfokus pada ‘celaka’nya itu dan mengeluh. Bahkan sampai ke titik merengek.
Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.” (Ayub 10:1)

5. Ayub membiarkan kepahitan berakar dalam hatinya

Kepahitan adalah ‘pembunuh kasih karunia’, tapi Ayub membiarkan rumput liar iblis menyemak di taman hatinya.
Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, aku akan mengeluhkan kepahitan jiwaku (Ayub 7:11, terjemahan NKJV)

6. Ayub orang yang penuh kebenaran-diri

Keyakinan Ayub bukan pada Tuhan tapi kepada perilaku baiknya sendiri.
Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu (Ayub 13:23)

Seperti orang Farisi yang geram, Ayub melambung dalam perasaan bahwa dirinya benar karena perbuatannya yang tak ada cela.
Biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah (Ayub 31:6)

Sikap percaya pada diri sendiri membuat Ayub menegakkan mentalitas korban.
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar. Siapa mau bersengketa dengan aku? (Ayub 13:18-19)

Perasaan benar-diri Ayub bahkan sedemikian kuat hingga bisa membungkam 3 orang yang juga penuh kebenaran-diri yang datang menghibur dia.
Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar (Ayub 32:1)

7. Ayub pikir Allah tidak peduli

Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku;(Ayub 9:16)
Rasa mengasihani diri Ayub membuat pandangannya terhadap Allah terkotori.
Seperti juga orang-orang yang sedang melalui saat-saat sulit, Ayub mengira Allah memusuhi dia.
Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?(Ayub 13:24)

8. Ayub menyalahkan Allah atas masalahnya

Seringkali dianggap Ayub tidak pernah menyalahkan Allah (yang adalah kesalahpahaman dari Ayub 1:22, yang akan dijelaskan di artikel berikutnya).
Ayub tak ragu menunjuk kepada Allah yang “… tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memahitkan hatiku” (Ayub 27:2)

Angin ribut-lah yang menyebabkan ke 10 anaknya mati, dan perampok dari suku asing-lah yang merampasi ternaknya, tapi dia melimpahkan kehilangan itu kepada Allah (yang katanya) memberi dan mengambil (Ayub 1:21).

Ayub kemudian berulang-ulang mengatakan Allah-lah yang menyebabkan kehilangan dan masalah yang dia derita (lihat Ayub 2:10, 6:4).

Karena perilakunya yang baik, Ayub tak bisa menerima ketidakadilan ‘ilahi’ ini.
Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? (Ayub 7:20)

Allah bekerja dengan cara yang misterius, pikir Ayub.
Dialah yang meremukkan aku dalam angin ribut, yang memperbanyak lukaku tanpa alasan (Ayub 9:17)

9. Ayub pikir Allah ingin membunuh Dia

Aku tidak bersalah! … yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya (Ayub 9:21-22)
Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu. Ya, aku tahu: Engkau membawa aku kepada maut, … (Ayub 30:21, 23)

10. Ayub putus asa dan berharap dia mati saja

Ayub membenci hidupnya.
Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja (Ayub 7:16)
maka di manakah harapanku? Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?(Ayub 17:15)

Orang yang disebut ‘pahlawan iman’ ini kepengen mati.
sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku (Ayub 7:15)
Ayub tak punya iman kepada Allah yang memulihkan dan menyembuhkan, malah berkata, “… aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, … ” (Ayub 17:13)

Banyak orang menghormati Ayub sebagai ‘raksasa iman’ yang terkenal karena kesabarannya yang luar biasa.
Tetapi Ayub tidak terdaftar di Ibrani 11, di antara para pahlawan iman. Karena satu-satunya kebenaran yang ditunjukkannya adalah kebenaran-diri sendiri yang memuakkan.

Tetaplah bersama saya karena kita akan melihat bahwa kasih karunia Allah adalah bagi orang-orang tak sempurna seperti Ayub ini.
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur (Mazmur 113:7).

psalm.113.7.scripturePhoto_lgSebagaimana akan kita lihat nanti, hidup Ayub mengalami titik balik.
Sebelum bertemu dengan Allah, Ayub adalah seorang perengek yang secara keliru menuduh Allah sebagai penyebab masalah yang dialaminya.
Tapi sesudah ia mengenal Allah, Ayub menjadi orang yang ‘baru’, orang yang melihat Allah itu benar dan adil.

Ini kisah yang mengagumkan dan anda tak akan ingin melewatkannya (tunggulah kelanjutannya besok)!

[Paul Ellis : “Ten Little Known Fact about Job”; 22 October 2015]

Silakan check tulisan terjemahan asli dan penerjemahnya: Mona Yayaschka


Sunday, November 29, 2015

#Wallpaper “God Shaped Heart” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) Wallpaper “God Shaped Heart” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Yesus menggunakan pedang sebagai simbol pekerjaan internal Tuhan dalam hati kita. Roh Kudus MENYUNAT hati kita dengan memotong semua koneksi duniawi dan hubungan daging yang menahan kita dari mencintai Tuhan dengan segenap hati, pikiran, jiwa dan kekuatan!!

Bacalah artikel “Apakah #Tuhan Benar-benar Menyuruh #Abraham #Menggorok Leher #Ishak dan Membakar #Jenazahnya?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh wallpaper ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

http://ift.tt/1FTcorMSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:
Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, November 28, 2015

Level 1 Pelaj. 16 – Manfaat Berbahasa Lidah

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Salah satu hal yang terjadi ketika baptisan Roh Kudus pertama kali terjadi adalah semua orang yang berada di sana berbicara dalam bahasa roh. Kisah Para Rasul 2:4 mengatakan bahwa pada hari Pentakosta, mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa lain sebagaimana ucapan yang Roh beri kepada mereka. Secara konsisten sepanjang kitab Kisah Para Rasul, itulah manifestasi dari kehadiran Allah ketika orang-orang menerima Roh Kudus.

1st evidence of HS'Tentu saja, ada lebih banyak lagi dari Roh Kudus selain daripada berbicara dalam bahasa roh, tetapi itu adalah salah satu manifestasi penting. 1 Korintus 14:13-14 mengatakan, “Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.” Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, roh Anda berdoa. Setelah Anda berbicara dalam bahasa roh, berdoalah agar Anda menafsirkannya sehingga pemahaman Anda akan menjadi berbuah-buah.

Saya bisa memberikan kesaksian pribadi saya sendiri bahwa ketika saya menerima baptisan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa roh, hal itu mengubah hidup saya secara dramatis. Saya percaya ketika saya dilahirkan kembali, Kristus datang untuk hidup dalam diri saya dan mendeposit segala sesuatu di dalam saya, tapi ketika Roh Kudus turun atas saya, itu mulai bermanifestasi kepada saya dan orang lain. Ada beberapa hal yang terjadi. Tahun pertama saya berdoa dalam bahasa roh, pikiran saya bilang itu gila, bahwa semua yang saya lakukan itu hanya membuang-buang waktu. Butuh iman bagi saya untuk berdoa dalam bahasa roh, yang menjadi alasan Yudas 20 untuk mengatakan agar Anda membangun diri Anda dalam imanmu yang paling suci. Ini membawa Anda keluar dari pemikiran dan penalaran alamiah dan menempatkan Anda ke dalam dunia iman yang supranatural.

Hal lain yang saya alami adalah bahwa ketika saya berdoa dalam bahasa roh, orang yang saya tidak pikirkan selama bertahun-tahun akan datang ke ingatan saya. Saya akan mulai berdoa untuk mereka, dan dalam satu atau dua hari, mereka akan menghubungi saya dan saya akan mendapati bahwa sesuatu yang ajaib telah terjadi. Hal ini terjadi berkali-kali sampai saya akhirnya mulai untuk memahami hal-hal ini bersama-sama dan menyadari bahwa ketika saya sedang berdoa bahasa roh, saya berdoa dengan kebijaksanaan yang melampaui kemampuan mental saya. Roh saya yang tahu semua hal dan memiliki pikiran Kristus berdoa bagi orang-orang dengan cara yang saya tidak pernah bisa lakukan dengan pemahaman fisik saya sendiri.

Suatu hari saya berdoa dalam bahasa roh—seperti yang saya katakan, butuh iman bagi saya untuk berdoa dalam bahasa roh—dan saya berjuang melawan beberapa pemikiran seperti, Kamu bisa saja berbicara dalam bahasa Inggrismu dan melakukan beberapa kebaikan bukannya berbicara meracau begini. Saya harus berurusan dengan pikiran-pikiran ini dan menundukkannya, dan saya hanya berdoa terus. Seorang pria yang selama empat tahun sudah tidak saya lihat mengetuk pintu. Dia masuk, tidak menyapa atau mengatakan apa pun, duduk, dan mulai menangis dan mencurahkan perasaan hatinya karena ia memiliki banyak masalah. Saya duduk di sana berpikir, Wah, harusnya saya berdoa dalam bahasa Inggrisku. Pikiran saya berikutnya adalah, Bagaimana saya tahu berdoa untuk dia sementara saya sudah tidak bertemu dengan dia dalam empat tahun? Akhirnya, saya tersadar bahwa saya memang telah sedang berdoa, dan Tuhan telah mempersiapkan saya. Saya telah menjadi perantara bagi dirinya dengan cara yang saya tidak bisa lakukan jika saya berdoa dengan pemahaman saya. Tiba-tiba, sebuah pewahyuan mulai datang kepada saya dan saya mengatakan kepadanya, “Saya dapat memberitahu Anda apa masalah Anda.” Saya menyelesaikan ceritanya kepada dia dan memberinya jawaban.

Anda harus memahami bahwa ini terjadi dulu ketika saya berada di sebuah gereja denominasi. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi kepada saya dan saya juga tidak yakin. Ini menakutkan kami berdua. Tapi itu adalah kuasa Tuhan dalam manifestasinya, dan Dia menggunakannya secara supranatural. Itulah hal yang berarti ini: Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, itu adalah roh Anda berdoa. Roh Anda telah dilahirkan kembali, memiliki pikiran Kristus, dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Roh ini memiliki dorongan (pengurapan) dari Allah sehingga Anda tahu segala sesuatu, dan tidak ada batasan dalam roh Anda. Jika Anda bisa berjalan dalam kuasa dan pewahyuan roh Anda, itu akan mengubahkan kehidupan fisik Anda. Salah satu cara untuk melakukan hal itu, meskipun ini bukanlah satu-satunya cara, adalah dengan mulai berbicara dalam bahasa roh saja. Kenalilah dan percayalah bahwa ketika Anda melakukannya, Anda sedang membangun diri dalam imanmu yang paling suci, bahwa roh Anda mendoakan hikmat Allah yang tersembunyi, dan pewahyuan Allah yang sempurna [akan] sedang datang. Kemudian, menurut 1 Korintus 14:13, berdoalah agar Anda dapat menafsirkannya. Itu tidak berarti Anda harus berhenti berdoa dalam bahasa roh dan berdoa dalam bahasa Anda untuk menafsirkannya; itu hanya berarti pemahaman Anda menjadi berbuah-buah.

Jika Anda memberikan pesan dalam bahasa roh dalam kebaktian gereja, Anda harus berhenti dan menafsirkannya dalam bahasa Anda. Ketika Anda berdoa sendiri, apa yang saya lakukan adalah berdoa dalam bahasa roh dan percaya bahwa Tuhan sedang memberikan saya pewahyuan. Kadang-kadang sikap saya saja yang mengalami perubahan. Saya tidak memiliki suatu kata tertentu, tapi tiba-tiba saya melihat hal-hal dengan jelas dan memperoleh perspektif yang berbeda. Mungkin diperlukan waktu seminggu sebelum saya mendapatkan pewahyuan itu sepenuhnya, tapi saya percaya dalam waktu yang dihabiskan berdoa dalam bahasa roh dan percaya bahwa saya menafsirkan adalah suatu bagian dari pewahyuan itu.

1 Cor 14 5'Berbicara dalam bahasa roh itu adalah hal penting karena banyak alasan, tentunya lebih dari untuk membuktikan bahwa Anda sudah menerima Roh Kudus. Ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara untuk berkomunikasi secara langsung dari hati Anda kepada Bapa, melampaui otak Anda yang memiliki keraguan dan ketakutan. Berbicara dalam bahasa roh membangun Anda dalam iman yang paling suci dan melepaskan kebijaksanaan Allah yang tersembunyi. Saya hanya berdoa agar kalian semua akan dapat mengalir dalam hal ini, merilis iman Anda, dan menerima manfaat dari berbahasa roh sepenuhnya.

 

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Bacalah Yudas 20. Apa manfaat besar yang diterima dengan berdoa dalam Roh Kudus?

2. Bacalah Kisah 2:4. Berapa banyak dari orang-orang itu yang dipenuhi Roh Kudus?

3. Bacalah Kisah 2:4. Apa yang mereka lakukan sebagai hasil menjadi dipenuhi?

4. Bacalah 1 Korintus 14:14. Apa bagian dari diri Anda yang berdoa ketika Anda berdoa dalam bahasa yang tidak dikenal?

5. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika seseorang berbicara dalam suatu bahasa yang tidak dikenal kepada siapakah ia berbicara?

6. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika seseorang berdoa dalam suatu bahasa yang tidak dikenal, apakah orang memahami apa yang dikatakan?

7. Bacalah 1 Korintus 14:2. Ketika Anda berdoa dalam bahasa yang tidak dikenal, roh Anda sedang berbicara tentang apa?

8. Bacalah 1 Korintus 14:4. Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, Anda sedang melakukan apa?

9. Bacalah 1 Korintus 14:16. Ketika Anda berdoa dalam bahasa roh Anda sedang melakukan apa?

 

* ⁂ *

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Yudas 20 – “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

Kisah Para Rasul 2:4 – “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

1 Korintus 14:14 – “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.”

1 Korintus 14:2 – “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

1 Cor 14 21 Korintus 14:4 – “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.”

1 Korintus 14:16 – “Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?”

 

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Andrew Wommack, bagian dari

48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 16.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Sunday, November 22, 2015

#Poster “Turn The Other Cheek” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) Poster “Turn The Other Cheek” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Yesus mungkin mengguncangkan kandang agamawi Yahudi, tetapi Dia tidak pernah mengutuk seseorang untuk mati di tempat. Ampunilah tujuh kali tujuh puluh, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, … tidak terlihat “kutuklah mereka untuk mati atau binasa di tempat” pada daftar dalam Matius 5:38-48 itu!!

Bacalah artikel “Usut TKP” YERUSALEM: Siapa yang Membunuh Ananias dan Safira?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh wallpaper ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

the other cheekSilakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:
Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Saturday, November 21, 2015

Level 1 Pelaj. 15 – Cara Menerima Roh Kudus

(Silakan free-download / unduh gratis Bahan ini dalam bentuk pdf (A4) pada tautan di akhir artikel ini!)

Kita akan berbicara hari ini tentang bagaimana menerima Roh Kudus. Kisah Para Rasul 10:1 mengatakan, “Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.” Ini adalah suatu pangkat militer, mungkin kapten yang membawahi suatu resimen. Ayat 2 melanjutkan, “Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.” Dia adalah orang benar, melakukan hal-hal yang benar, takut akan Allah, memberi banyak sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan, dan Alkitab mengatakan ia selalu berdoa kepada Tuhan. Tapi kita akan mengetahui, dan ini akan menjadi luar biasa, bahwa meskipun ia melakukan hal yang benar, meskipun ia takut akan Allah, dan memiliki kehidupan doa, ia tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan melalui Yesus Kristus.

Dikatakan dalam ayat 3-6, “Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekah[pemberian]mu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.”” (tanda kurung dari saya).

1426772725_thumb__794128_KingdomAdventuresThumbnailOrang ini, meskipun ia takut akan Allah, seorang yang benar sebagaimana ia melakukan hal-hal yang benar, dan memiliki kehidupan doa di hadapan Allah, kepadanya telah diutus seorang malaikat yang menyuruhnya untuk mengutus orang kepada Simon Petrus, orang yang akan mengatakan kepadanya apa yang harus ia lakukan. Kita melihat dalam Kisah Para Rasul 10:43 apa yang diperintahkan kepada Petrus untuk diberitakan kepadanya: “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya [melalui nama Tuhan Yesus].” (tanda kurung dari saya). Bukankah ini luar biasa? Orang yang telah melakukan semua hal-hal ini untuk kebaikannya ini tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah melalui pribadi Yesus Kristus. Tuhan berkata, “Segala sesuatu yang kamu lakukan itu luar biasa, indah, dan menjadi suatu peringatan di hadapan-Ku, tapi Aku beritahukan padamu apa yang akan Aku lakukan. Aku sudah mengirim malaikat turun untuk menyuruhmu mengutus orang kepada seorang pria bernama Petrus, dan dia akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan.” Dalam Kisah Para Rasul 10:43, ketika Petrus pergi ke rumah Kornelius, ia berkata, “bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya [Tuhan Yesus Kristus], ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”(tanda kurung dari saya).

Sekarang lihatlah apa yang terjadi di sini. “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.” (Kisah Para Rasul 10:44). Kornelius menerima karena ia telah mendengarkan iman di dalam Kristus, dan ia menaruh imannya dalam Kristus untuk pengampunan dosa-dosanya. Begitu ia melakukannya, Roh Kudus turun ke atas dia dan semua orang yang ada di rumah itu. Dikatakan dalam ayat 45, “Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,” Bagaimana mereka mengetahuinya? “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.” (ayat 46).

Setiap kali Roh Kudus turun ke atas seorang individu dalam Perjanjian Baru, suatu karunia Roh Kudus bermanifestasi dan memberikan bukti bahwa mereka telah menerima kepenuhan Roh. Dalam Perjanjian Baru, mereka biasanya berbicara dalam bahasa roh atau bernubuat.

Saya berlutut saya pada satu malam di sebuah lapangan di Dallas, Texas, dan berkata, “Tuhan, saya tidak tahu tentang semua hal berbicara dalam bahasa roh dan baptisan dalam Roh Kudus yang orang bicarakan ini, tetapi jika ada cara saya bisa memuji-Mu, cara saya dapat memuliakan-Mu, cara saya bisa melampaui bahasa Inggris manusiawi saya, saya menginginkannya. Saya mulai menyembah Tuhan, dan selagi saya melakukannya, Roh Kudus memberi saya suatu bahasa, ucapan-ucapan yang saya tidak pernah tahu atau pelajari. Alkitab mengatakan dalam Kisah 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Siapa yang berbicara? Mereka yang berbicara. Siapa yang memberikan ucapan-ucapan? Roh Kudus.

Lukas 11:13 mengatakan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Semua yang harus Anda lakukan sekarang adalah meminta, percaya bahwa Anda menerima, menyerahkan diri kepada Allah, mulai menyembah Tuhan, dan Dia akan memberikan Anda ucapan-ucapan untuk menyembah dan memuji Dia [dan berdoa] dalam suatu bahasa yang Anda tidak pernah pelajari.

2015.05_CoverNoText

♡ ✞ ♡

Pertanyaan-pertanyaan Pemuridan

1. Jelaskanlah beberapa istilah yang Alkitab gunakan untuk keselamatan.

2. Bacalah Kisah 11:15. Bagaimana ayat ini menggambarkan pengalaman baptisan Roh Kudus?

3. Murid-murid Yesus telah menerima Roh Kudus (Yohanes 20:22), tapi beberapa hari kemudian barulah mereka benar-benar dibaptis dengan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1-4). Lihatlah dan bandingkanlah fakta-fakta ini (Yohanes 20:22 dan Kis 2:1-4).

4. Bacalah Kisah 1:8. Apakah tujuan dari baptisan Roh Kudus?

5. Bacalah Kisah 2:38-39 dan 1 Korintus 1:7. Apakah baptisan Roh Kudus adalah juga bagi kita hari ini?

6. Bacalah Lukas 11:13. Jika Anda belum menerima baptisan dengan Roh Kudus, apa yang harus Anda lakukan sekarang?

7. Bacalah Kisah 2:4. Maukah Anda meminta, menerima, berbicara dan menyembah Tuhan dalam bahasa doa yang Allah berikan kepada Anda?

 

* ⁂*

Ayat-ayat Kitab Suci untuk Digunakan terhadap Pertanyaan-pertanyaan

Yohanes 3:3 – “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.””

Kisah 3:19 – “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,”

Markus 16:16 – ” Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Kolose 2:13 – “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,”

Roma 8:9 – “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”

Matius 25:46 – “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Kisah 11:15 – “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.”

Yohanes 20:22 – “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”

Kisah Para Rasul 2:1-4 – “[1] Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. [2] Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; [3] dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. [4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Kisah Para Rasul 1:8 – “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kisah Para Rasul 2:38-39 – “[38] Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. [39] Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.””

1 Korintus 1:7 – “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.”

Lukas 11:13 – “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Kisah Para Rasul 2:4 – “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

 

♔  ✞ ♕

Pelajaran ini diterjemahkan dan diedit dari tulisan Don Krow, bagian dari 48 Pelajaran Dasar Kekristenan – Penginjilan Pemuridan Lengkap | Christ of Grace

Nantikanlah serial pelajarannya setiap Sabtu!

Free Download / Unduh Bahan: Pemuridan – Level 1 Pelajaran 15.

Catatan: Oleh kasih karunia ini tidak untuk diperjualbelikan, hanya karena dan bagi Kristus. Jika Anda membutuhkan Kunci Jawaban, silakan Kontak saya di sini


Monday, November 16, 2015

#Lukisan “#Noah’s Offering” – (#free #download / #unduh #gratis)

Silakan unduh gratis (free download) Lukisan “Noah’s Offering” untuk koleksi Anda dengan mengklik gambar di bawah!

:)

Seperti suatu radio statis tinggi yang kadang-kadang menerima dua sinyal yang berbeda sekaligus, orang-orang kudus Perjanjian Lama mendengarkan baik Yahweh maupun Iblis, kadang-kadang secara bergantian dan kadang-kadang secara bersamaan. Tanpa Roh Kudus yang berdiam, mereka tidak bisa membedakan antara kedua suara!!

Bacalah artikel “Apakah Memang Allah yang Menenggelamkan Semua Anak-anak di Dunia dengan Air Bah Pembunuh?” dan diberkatilah lebih lagi! Anda juga bisa mengunduh wallpaper ini dengan mengklik gambarnya di artikel tersebut.

Joseph_Anton_Koch_006Silakan unduh gratis gambar besarnya dengan mengklik gambar

Catatan:

Gambar-gambar besar ini diunduh dari situs lain.
Kemungkinan besar gambar aslinya memiliki copy right. Karena itu harap tidak diperjualbelikan atau dipergunakan untuk keuntungan pribadi, melainkan pakailah untuk membangun iman pribadi maupun orang lain di sekeliling Anda sebagai berkat anugerah-Nya!

Kristus Yesus memberkati Anda dalam Kasih Karunia-Nya!


Sukai blog ini / Like this blog:

Popular Posts